Jakarta, CNBC Indonesia – PT Timah Tbk (TINS) tengah melanjutkan komunikasi dengan perusahaan timah kelas kakap dari China yakni Yunnan Tin. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat ketahanan operasional serta strategi pengembangan cadangan mineral strategis di kancah global.
Direktur Produksi dan Komersial TINS Ilham Mahendra menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif guna mengeksplorasi bentuk kolaborasi yang tepat antara kedua belah pihak. Dia menyebutkan perwakilan dari Yunnan Tin bahkan telah melakukan kunjungan ke fasilitas produksi perusahaan di Indonesia untuk melihat langsung teknologi smelter yang saat ini dioperasikan.
“Jadi potensi dengan Yunnan Tin kita saat ini masih komunikasi terus, kita masih eksplore. Kira-kira satu dua minggu yang lalu bahkan teman-teman dari Yunnan Tin juga habis visit ke site kita, khususnya di lingkungan smelter untuk melihat teknologi smelter kita,” kata Ilham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Kolaborasi tersebut rencananya akan difokuskan pada pertukaran wawasan serta pemanfaatan teknologi di sektor operasi dan produksi. PT Timah berupaya mengidentifikasi inovasi apa saja yang dapat diadopsi guna meningkatkan kualitas produksi timah nasional agar tetap kompetitif di pasar internasional.
“Saya rasa utamanya fokusnya nanti bagaimana kita saling bertukar insight mengenai knowledge operasi dan produksi. Teknologi apa yang sama-sama digunakan, kemudian teknologi apa yang kira-kira bisa kita bisa tukar dan juga saling memanfaatkan, tentu utamanya di operasi dan produksi,” paparnya.
Selain urusan teknis pabrik, kedua perusahaan juga mulai mendiskusikan strategi jangka panjang dalam mengamankan sumber daya dan cadangan timah. Penjajakan ini dipandang krusial guna memperkuat posisi timah sebagai komoditas mineral kritis dalam mendukung perkembangan ekonomi hijau dunia.
“Kita melihatnya nggak hanya silo Indonesia saja atau China saja, tapi bagaimana memperkuat ketahanan komoditas timah dalam konteks mineral kritis dan mineral strategis. Kita masih kaji terus, rencana dalam tahun ini kita juga visit ke Yunnan Tin untuk lihat lebih detail teknologi apa saja yang kira-kira kita bisa adopt,” tandasnya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















