• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pernah Makan Korban, Ini Arti Saham Gorengan dan Ciri-cirinya!

Pernah Makan Korban, Ini Arti Saham Gorengan dan Ciri-cirinya!

September 5, 2025
RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

September 23, 2026
BSI International Expo Kembali Digelar, Bidik Bisnis 30%

BSI International Expo Kembali Digelar, Bidik Bisnis 30%

September 23, 2026
Baru Sebelum Meluncur, Kartu BSI Ini Sudah Tembus 10.000 Pengguna

Baru Sebelum Meluncur, Kartu BSI Ini Sudah Tembus 10.000 Pengguna

September 23, 2026
ADB Ramal Inflasi RI Bengkak ke 3,3%, Ekonomi Tumbuh 5,2% di 2026

ADB Ramal Inflasi RI Bengkak ke 3,3%, Ekonomi Tumbuh 5,2% di 2026

September 23, 2026
DANA Janji Kembalikan Limit Korban Pembobolan Kartu Kredit 1X24 Jam

DANA Janji Kembalikan Limit Korban Pembobolan Kartu Kredit 1X24 Jam

September 23, 2026
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat & IHSG Melesat Hingga 1,6%

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat & IHSG Melesat Hingga 1,6%

September 23, 2026
Kredit Bank Tumbuh 13,65% Agustus 2026, BI Sebut Permintaan Naik!

Kredit Bank Tumbuh 13,65% Agustus 2026, BI Sebut Permintaan Naik!

September 23, 2026
Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO Senilai Rp 10,8 Miliar

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO Senilai Rp 10,8 Miliar

September 23, 2026
IHSG Hari Ini Parkir di Zona Hiijau, Naik 1,5% ke 6.374

IHSG Hari Ini Parkir di Zona Hiijau, Naik 1,5% ke 6.374

September 23, 2026
Siasat Produsen Bahan Baku F&B Saat Perang Dongkrak Biaya Impor

Siasat Produsen Bahan Baku F&B Saat Perang Dongkrak Biaya Impor

September 23, 2026
Simak! Keputusan Lengkap BI Tahan Bunga Acuan 5,75% Demi Rupiah

Simak! Keputusan Lengkap BI Tahan Bunga Acuan 5,75% Demi Rupiah

September 23, 2026
Kurangi Ketergantungan Dolar, Transaksi LCT RI Tembus US,4 M

Kurangi Ketergantungan Dolar, Transaksi LCT RI Tembus US$49,4 M

September 23, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pernah Makan Korban, Ini Arti Saham Gorengan dan Ciri-cirinya!

1 year ago
in Lifestyle
Pernah Makan Korban, Ini Arti Saham Gorengan dan Ciri-cirinya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia-Ketertarikan masyarakat tentang pasar saham semakin tinggi, mengingat potensi cuan yang cukup besar. Meski demikian, ketertarikan ini harus diimbangi dengan pengetahuan yang lebih mendalam agar tidak tertipu mentah-mentah.

Hal ini mengingat fluktuasi karena kinerja perusahaan dan juga faktor eksternal, harga saham suatu emiten juga sering kali bergerak karena adanya manipulasi atau “digoreng”. Aksi “saham gorengan” ini kerap menelan korban para investor ritel.

Lantas, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan saham gorengan? Berikut ini adalah definisi dan ciri-cirinya, serta tips untuk tetap aman bertransaksi saham gorengan di bursa.

Tidak sulit untuk melihat sebuah saham termasuk gorengan atau tidak. Saham gorengan itu sejatinya seperti makanan gorengan seperti pisang molen, pisang goreng, tahu goreng, bakwan, cireng, atau risol, yang akan semakin renyah dan garing jika digorengnya lama.

Apalagi jika gorengannya digoreng menggunakan minyak bekas (jelantah) yang belum diganti oleh minyak baru, tentu kentalnya minyak akan pula menambah kenikmatan si gorengan. Namun, jangan lupa bahwa makanan yang digoreng tentu lebih tidak sehat bagi kesehatan dibanding makanan rebus, apalagi gorengan yang kaya atau bahkan berlebihan kolesterolnya.

Oleh karena itu, saham gorengan dapat diartikan sebagai saham perusahaan yang kenaikannya di luar kebiasaan karena pergerakannya sedang direkayasa oleh pelaku pasar dengan tujuan kepentingan tertentu.

Sama seperti makanan gorengan, larangan mengonsumsi gorengan sebetulnya lebih kepada menjaga kesehatan, sehingga sekali-sekali dapat dikonsumsi asalkan sudah paham dengan karakteristik dan risikonya.

Selain jangan sering-sering dan jangan jadikan pengalaman membeli saham gorengan menjadi pengantar Anda memasuki pasar saham, investor juga haruslah aktif memantau pasar agar tidak ketinggalan dengan komando yang didapatkan oleh bandar melalui trader lain di pasar.

Berdasarkan rangkuman CNBC Indonesia, berikut ciri-ciri saham gorengan:

Masuk daftar UMA

Salah satu ciri saham gorengan adalah masuk ke dalam daftar unusual market activity (UMA). Saham tersebut biasanya disemprit duluan oleh PT Bursa Efek Indonesia karena kenaikan yang terlalu ekstrem lebih dari 2 hari. Definisi ekstrem adalah naik hingga batas terbesar harian (auto reject atas, ARA), baik 20%, 25%, atau 35% per hari, tergantung dari harga sahamnya.

Untuk kelas saham di atas Rp 5.000/saham, ARA-nya hanya 20%. Saham di antara Rp 200-Rp5.000/saham 25%. Dan saham dengan harga Rp 50-Rp 200/sahama adalah sebesar 35% per harinya.

Karena sudah masuk radar bursa, maka UMA juga dapat menjadi alarm dan peringatan kepada investor dan trader di pasar bahwa penguatan harganya sudah di luar kebiasaan dan ada kemungkinan saham tersebut sedang dibandari predator pasar.

Volume dan nilai transaksi

Selain itu investor juga dapat melihat dari volume dan nilai transaksi harian saham tersebut. Lazimnya saham gorengan memiliki kapitalisasi pasar yang kecil dan masuk kategori lapis dua atau saham lapis tiga, tetapi volume dan nilai transaksi hariannya sangat tinggi dibandingkan dengan perusahaan sejenis, bahkan menyamai transaksi saham unggulan (blue chip).

Sebagai informasi, kapitalisasi pasar adalah ukuran besarnya sebuah perusahaan, didapatkan dari jumlah saham beredar perseroan dikalikan harga pasarnya. Untuk membandingkan sebuah perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain yang sejenis, sebaiknya memperhatikan juga kapitalisasi pasarnya karena selisih yang terlalu jauh akan menyebabkan perbandingan kedua saham kurang berimbang.

Dengan kapitalisasi pasar yang kecil dan/atau kepemilikan investor ritel yang mini, maka bandar dapat lebih mudah dan lebih murah mengelola saham-saham gorengan yang menjadi komoditasnya di pasar modal.

Bid dan offer tidak wajar

Bid adalah antrian beli saham di harga rendah, sedangkan offer adalah antrian jual saham di harga tinggi. Saham gorengan biasanya ditransaksikan dalam jumlah besar, tetapi posisi bid dan offer-nya tipis-tipis.

Artinya, hampir di setiap harga antrian, baik bid maupun offer, antreannya tidak merata bahkan sering hanya 1 lot per harga yang memudahkan bandar menaikkan harga sahamnya.

Kinerja keuangan dan informasi emiten tidak sejalan dengan kenaikan harga

Pergerakan harga yang ekstrem dan tidak karuan membuat harga saham gorengan tidak sejalan dengan kinerja keuangan, atau tidak disertai dengan pemberitaan dan informasi dari internal emiten.

Kadang kinerja keuangannya tumbuh 50%, tetapi tidak jarang justru menciut atau kinerjanya turun lebih dari 50% ketika harganya naik kencang tak henti-hentinya, sehingga kenaikan harga saham seringkali tidak beriringan dengan kinerja dan aksi korporasi yang diumumkan emiten.

Tidak dapat dianalisis

Karena kinerja keuangan tidak setinggi kenaikan harga sahamnya di pasar, rasio keuangan dan valuasi saham gorengan biasanya terlalu tinggi dibandingkan pesaing terdekatnya, atau bahkan tidak masuk akal. Dengan kata lain, saham ini tidak dapat dianalisis secara fundamental.

Valuasi yang biasa digunakan perusahaan adalah rasio harga saham per nilai buku (price to book value, P/BV) dan rasio harga saham per laba (earning per share, EPS). Jika valuasi perusahaan terlalu jauh di atas pesaingnya, misalnya ketika rerata PBV sebuah industri di angka 1,5 kali, maka jika ada emiten yang PBV-nya 20 kali atau bahkan 100 kali maka sebaiknya dihindari.

Secara teknikal, pergerakan saham tersebut juga terlalu berfluktuasi atau justru jarang ditransaksikan sehingga tidak memunculkan indikator analisis teknikal sama sekali.

(mij/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Lo Kheng Hong Ungkap Kebiasaan Warga RI yang Bikin Jatuh Miskin




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

September 23, 2026
BSI International Expo Kembali Digelar, Bidik Bisnis 30%

BSI International Expo Kembali Digelar, Bidik Bisnis 30%

September 23, 2026
Baru Sebelum Meluncur, Kartu BSI Ini Sudah Tembus 10.000 Pengguna

Baru Sebelum Meluncur, Kartu BSI Ini Sudah Tembus 10.000 Pengguna

September 23, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .