• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Perang Iran Bikin Harga Pistachio Tembus Rekor

Perang Iran Bikin Harga Pistachio Tembus Rekor

April 28, 2026
Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

April 28, 2026
Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

April 28, 2026
Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

April 28, 2026
Intip Prospek Saham BBRI Di Tengah Volatilitas Pasar

Intip Prospek Saham BBRI Di Tengah Volatilitas Pasar

April 28, 2026
Pemerintah Segera Bentuk Satgas Indonesia Financial Center

Pemerintah Segera Bentuk Satgas Indonesia Financial Center

April 28, 2026
Kredit & DPK Tumbuh, Laba BJB (BJBR) Naik Jadi Rp410 Miliar di Q1/2026

Kredit & DPK Tumbuh, Laba BJB (BJBR) Naik Jadi Rp410 Miliar di Q1/2026

April 28, 2026
Bos Danantara Bakal Evaluasi Sistem Keselamatan PT KAI

Bos Danantara Bakal Evaluasi Sistem Keselamatan PT KAI

April 28, 2026
Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

April 28, 2026
Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor

Perang IranBikin Harga Pistachio Tembus Rekor

April 28, 2026
Laba Antam (ANTM) Kuartal I-2026 Naik 61,9% Jadi Rp 3,4 Triliun

Laba Antam (ANTM) Kuartal I-2026 Naik 61,9% Jadi Rp 3,4 Triliun

April 28, 2026
IHSG Berbalik Melemah & Rupiah Kembali Anjlok ke Rp 17.200/USD

IHSG Berbalik Melemah & Rupiah Kembali Anjlok ke Rp 17.200/USD

April 28, 2026
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1,04% ke Level 7.032

Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1,04% ke Level 7.032

April 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, April 28, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Perang Iran Bikin Harga Pistachio Tembus Rekor

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Perang Iran Bikin Harga Pistachio Tembus Rekor
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang di Iran telah mendorong harga pistachio ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Perang yang terjadi sejak akhir Februari itu telah mengganggu pasokan pistachio di saat selera konsumen terhadap makanan berbahan kacang hijau tersebut-seperti cokelat Dubai-melonjak tajam.

Konflik yang memengaruhi jalur pelayaran dan perdagangan regional itu memperumit ekspor dari Iran salah satu produsen pistachio terbesar dunia-serta menekan pasar yang sudah ketat.

“Ini seperti bertaruh – kami tidak tahu harus menjual di harga berapa,” kata Behnam Heydaripour, chief executive wholesaler asal London, Borna Foods, kepada Financial Times, dikutip Senin (27/4/2026).

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Iran menyumbang sekitar seperlima produksi pistachio global dan dalam beberapa tahun mencapai 25% hingga 30% ekspor dunia. Namun para pedagang mengatakan pengiriman hasil panen negara itu menjadi semakin sulit karena perang AS-Israel terhadap Iran mengganggu logistik di seluruh Timur Tengah.

“Perang ini memperbesar hambatan yang sudah ada, bukan menciptakan masalah baru dari nol,” kata Nick Moss, analis di Expana, seraya menambahkan bahwa berbagai persoalan kini “bertumpuk satu sama lain”.

Expana mencatat harga pistachio naik menjadi sekitar US$4,57 per pon pada Maret, level tertinggi sejak 2018. Permintaan sebagian didorong oleh demam global cokelat Dubai-batangan cokelat berisi krim pistachio dan pastry parut yang viral secara online pada 2023. Tren itu kemudian memicu lonjakan produk rasa pistachio secara lebih luas.

Namun pasokan sebenarnya sudah tertekan bahkan sebelum konflik pecah. Panen 2025 di berbagai produsen utama, termasuk AS, Turki, dan Iran, berada di bawah ekspektasi, dengan hasil panen Iran terpukul oleh kekeringan.

Ekspor Iran juga terhambat oleh sanksi dan gejolak domestik. Pemutusan komunikasi secara berkala tahun ini membuat eksportir lebih sulit berkoordinasi dengan pembeli internasional, memperlambat arus barang bahkan sebelum pertempuran dimulai.

“Sulit berbicara dengan pemasok di Iran karena internet mereka dimatikan. Mereka tidak bisa membalas email,” kata Heydaripour.

Perang memperparah masalah tersebut. Perusahaan pelayaran membatalkan atau mengalihkan layanan, menyebabkan keterlambatan kargo dan kenaikan biaya. Pengiriman pistachio ke pasar utama, termasuk Timur Tengah dan India, mengalami gangguan.

Masalah ini “masih bisa dikelola untuk saat ini,” kata Moss, tetapi sudah memberikan “dampak material terhadap waktu dan biaya”.

Behrooz Agah, anggota dewan Iran Pistachio Association, mengatakan perang telah sangat mengganggu jalur ekspor utama melalui Pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, meskipun ekspor masih berlanjut melalui jalur darat dengan biaya tambahan dan keterlambatan.

“Saat ini, jalur alternatif untuk mengirim pistachio ke pasar India adalah melalui Pelabuhan Mersin di Turki dan Terusan Suez, yang jauh lebih mahal dan memakan waktu,” katanya.

“Untuk pengiriman ke pasar China, jalur kereta tersedia, meskipun itu juga mahal dan rumit.”

Administrasi bea cukai mengatakan ekspor Iran turun 30% dalam dua bulan terakhir dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gencatan senjata memang menghentikan pertempuran untuk sementara, tetapi baik AS maupun Iran masih melakukan blokade di Selat Hormuz yang vital, menghambat sebagian besar lalu lintas komersial serta menekan pasokan energi global dan perdagangan lainnya.

Timur Tengah memainkan peran sentral dalam perdagangan pistachio, bukan hanya sebagai konsumen utama tetapi juga sebagai hub transit. Volume besar pistachio Iran biasanya dikirim melalui negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Turki sebelum mencapai pembeli global.

“Ada ketidakpastian yang lebih tinggi mengenai seberapa besar produk Iran yang benar-benar bisa mencapai pasar global jika konflik terus berlanjut,” kata Moss.

Borna Foods, yang sekitar 95% pendapatannya berasal dari pistachio, mengimpor kacang tersebut dari California, Spanyol, Turki, dan Iran, lalu memasoknya ke produsen makanan untuk digunakan dalam produk seperti selai kacang dan es krim.

Heydaripour menyebut harga impor ke Inggris telah naik tajam dari sekitar £16 per kilogram sebelum perang menjadi sekitar £18,50. Ia menilai gangguan ini datang pada saat yang krusial.

“Kami semakin dekat ke musim panas, dan di musim panas kami secara tradisional menjual banyak karena es krim,” katanya.

Pembeli kini beralih ke pemasok alternatif, terutama AS, yang menyumbang sekitar 40% produksi global. Namun eksportir AS sudah menjual sebagian besar pasokan yang tersedia.

Tetapi, Heydaripour mengatakan pistachio Iran mengandung kadar minyak yang tinggi dibandingkan asal lainnya. Itu membuat perbedaan besar dalam rasa. Salah satu pelanggannya adalah produsen baklava besar di Inggris.

“Dia tidak bisa mengganti pistachio Iran dengan Amerika karena ketika dimasukkan ke oven, hasilnya akan menjadi kering dan gosong.”

Pencarian alternatif ini mulai mendorong harga naik. Para pedagang melaporkan lonjakan harga di beberapa pasar spot di Timur Tengah dan India.

“Jika produk Iran tetap tidak dapat diakses dalam periode panjang, harga bisa terus menghadapi tekanan naik,” kata Moss.

Meski begitu, Heydaripour tetap optimistis produk Iran akan kembali mendominasi.

“Orang Iran selalu menemukan jalan,” katanya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

April 28, 2026
Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

April 28, 2026
Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

April 28, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .