
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah telah menerbitkan surat utang negara (SUN) ritel senilai Rp 615,9 triliun dalam 10 tahun terakhir, dengan 55 seri yang diterbitkan. Investor kumulatif pun tercatat telah mencapai 1,08 juta sampai dengan Agustus 2026.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri yang diterbitkan itu terdiri dari Obligasi Negara Ritel atau ORI sebanyak 30 kali dan Savings Bond Ritel (SBR) sebanyak 14 kali.
“Rp615,9 triliun terhimpun dari 55 seri sejak tahun 2006,” dikutip dari data perkembangan penerbitan SUN Ritel DJPPR yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (22/9/2026).
Dari total nilai penerbitan satu dekade terakhir, nominal penerbitan tertinggi sebesar Rp 40 triliun untuk seri ORI030. Demikian juga untuk jumlah investor terbanyak untuk seri ORI030 sebanyak 102.546 individu.
SUN Ritel pertama yang terbit pada 2006 adalah ORI001 dengan kupon 12,05% menjadikannya sebagai seri dengan kupon tertinggi. Nilainya Rp 3,28 triliun dengan jumlah investor 16.561.
Pada 2018, untuk pertama kalinya penawaran SUN Ritel dilakukan secara online. Seri pertama yang ditawarkan ialah SBR0003 dengan penerbitan sebesar Rp 1,93 triliun dan dimiliki 7.642 investor.
Pada 2023, untuk pertama kalinya diterbitkan SUN Ritel dalam tenor ganda atau dual tranches, yaitu seri SBR012 untuk tenor 2 tahun dan 4 tahun. Nominal penerbitan Rp 22,18 triliun.
Adapun untuk realisasi penerbitan SUN Ritel tertinggi terjadi pada 2025 dengan nilai mencapai Rp 68 triliun, terdiri dari ORI sebesar Rp 53 triliun, dan SBR Rp 15 triliun.
Pada 2026, realisasi hingga Agustus 2026, SUN Ritel yang telah diterbitkan mencapai Rp 54,44 triliun, berasal dari seri ORI029 tenor 3 tahun dan ORI029 tenor 6 tahun, serta ORI030 tenor 3 tahun dan ORI030 tenor 6 tahun.
(arj/arj)


















