• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pemerintah-BI Buka Suara! Dolar Tekan Rupiah Hingga Balik ke Rp18.000

Pemerintah-BI Buka Suara! Dolar Tekan Rupiah Hingga Balik ke Rp18.000

October 19, 2026
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

November 2, 2026
OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

November 2, 2026
Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

November 2, 2026
Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
IHSG Dibuka Turun 0,35% ke 5.039

IHSG Dibuka Turun 0,35% ke 5.039

November 2, 2026
Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?

Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?

November 2, 2026
Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

November 2, 2026
Gandeng China, MKNT Bidik Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

Gandeng China, MKNT Bidik Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

November 2, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, November 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Pemerintah-BI Buka Suara! Dolar Tekan Rupiah Hingga Balik ke Rp18.000

2 weeks ago
in ENTREPRENEUR
Pemerintah-BI Buka Suara! Dolar Tekan Rupiah Hingga Balik ke Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kembali ke level Rp18.000/US$ pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Pelemahan rupiah pada akhir pekan lalu pun terjadi ketika DXY terkoreksi, menunjukkan tekanan lebih banyak dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, terutama pengumuman MSCI mengenai pasar saham Indonesia.

MSCI membuka konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Rencana tersebut belum menjadi keputusan final, tetapi langsung meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek aliran dana asing di pasar keuangan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, usulan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia memberi efek langsung pada pelemahan kurs.

Terlebih lagi, pengumuman saat ini lebih cepat dari jadwal, yakni November 2026 sehingga membuat gejolak di pasar saham dan nilai tukar rupiah terjadi.

“Ya pertama tentu ada apa, akibat daripada pengumuman MSCI (rupiah dan pasar saham jatuh). Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi dan sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November,” kata Airlangga kepada awak media saat ditemui di kantornya, Jakarta dikutip Senin (19/10/2026).

Airlangga menilai usulan bursa saham masuk ke pasar tersendiri tersebut karena MSCI melihat adalah implementasi dari apa yang sudah dijanjikan sebelumnya lebih lama.

“Nah tentu kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal. Ini kan mereka merasa periodenya agak panjang. Nah tentu ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu,” kata Airlangga.

Namun, Airlangga mengatakan ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reform itu harus dijalankan dan progresnya itu harus kelihatan. Utamanya progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri.

Bank Indonesia Gencar Intervensi Selamatkan Rupiah

Bank Indonesia (BI) gencar melakukan intervensi di pasar keuangan, di tengah kondisi tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (16/10/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,45% ke posisi Rp18.000/US$ pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Sepanjang perdagangan, rupiah tidak pernah keluar dari zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,33% di level Rp17.980/US$, kemudian tertekan hingga Rp18.070/US$ yang menjadi posisi terlemah saat itu.

Tekanan berangsur berkurang menjelang penutupan. Rupiah berhasil menguat 70 poin dari posisi terlemah hariannya, meski tetap berakhir tepat di level psikologis Rp18.000/US$.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya melalui intervensi yang terus dilakukan.

“Dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” kata Erwin dikutip Senin (19/10/2026).

Erwin menjelaskan, tekanan terhadap kurs rupiah pada saat itu terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik.

Menurut Erwin, kondisi ini akan menyebabkan arus keluar dana dari aset portofolio domestik masih akan berlanjut. “Arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” tegas Erwin.

Kendati begitu, Erwin memastikan, di tengah kondisi tekanan ini, kekuatan eksternal Indonesia yang terlihat dari cadangan devisa tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” paparnya.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

November 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .