• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pasar Tak Gentar Shutdown AS, IHSG Dibuka Menguat 0,35%

Pasar Tak Gentar Shutdown AS, IHSG Dibuka Menguat 0,35%

October 3, 2025
Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

September 29, 2026
Waskita Penuhi Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

Waskita Penuhi Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

September 29, 2026
Dasco Temui Ketua OJK, Pastikan Sektor Keuangan Aman

Dasco Temui Ketua OJK, Pastikan Sektor Keuangan Aman

September 29, 2026
IHSG Masih Tertekan, Sesi II Ditutup Melemah 0,43% ke Level 6.121

IHSG Masih Tertekan, Sesi II Ditutup Melemah 0,43% ke Level 6.121

September 29, 2026
Jurus Investasi Emas -Saham Saat IHSG & Rupiah Anjlok Berjamaah

Jurus Investasi Emas -Saham Saat IHSG & Rupiah Anjlok Berjamaah

September 29, 2026
Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini

Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini

September 29, 2026
Bank Asing Proyeksi Rupiah Bakal Segini di Akhir 2026

Bank Asing Proyeksi Rupiah Bakal Segini di Akhir 2026

September 29, 2026
Top! KUR Bank Mandiri Tembus Rp29,53 T Hingga Agustus 2026

Top! KUR Bank Mandiri Tembus Rp29,53 T Hingga Agustus 2026

September 29, 2026
DPR Tetapkan UU APBN 2027, Partai di DPR Sorot Persoalan Ini!

DPR Tetapkan UU APBN 2027, Partai di DPR Sorot Persoalan Ini!

September 29, 2026
Rupiah Jebol Level Rp 18.000/USD, Risiko Ini Harus Diwaspadai

Rupiah Jebol Level Rp 18.000/USD, Risiko Ini Harus Diwaspadai

September 29, 2026
Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Parkir di Level Rp17.960

Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Parkir di Level Rp17.960

September 29, 2026
Asing Net Sell Rp365 Miliar di Sesi I, Lego ADMF Hingga BBCA

Asing Net Sell Rp365 Miliar di Sesi I, Lego ADMF Hingga BBCA

September 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pasar Tak Gentar Shutdown AS, IHSG Dibuka Menguat 0,35%

12 months ago
in Lifestyle
Pasar Tak Gentar Shutdown AS, IHSG Dibuka Menguat 0,35%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,35% atau menguat 28,56 poin ke level 8.099,64 pada awal pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (3/10/2025).

Sebanyak 237 saham naik, 64 turun, dan 274 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 241,07 miliar, yang melibatkan 428,88 juta saham dalam 37.740 kali transaksi.

Pasar keuangan diperkirakan akan kembali volatile, dengan pasar saham keuangan cukup sepi sentimen terutama untuk rilis data-data ekonomi.

Sepinya sentimen bisa berdampak kurang menariknya pasar saham Tanah Air hari ini. Namun, terdapat bayang-bayang “Bear Killer” pada bulan ini yang menjadi antusiasme para pelaku pasar.

Secara historis, Oktober memang sering menjadi titik balik di mana pasar saham mulai menunjukkan kekuatannya kembali setelah melewati periode September yang secara statistik seringkali negatif. Akan tetapi, bulan kesepuluh ini seringkali dianggap sebagai “Bear Killer” atau pembunuh tren pasar yang sedang lesu (bearish).

Memasuki Oktober 2025, teori ini kembali diuji di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menunjukkan performa “September Ceria” tahun ini dan ditutup di level kuat 8.061, pasar kini dibayangi oleh awan kelabu dari Amerika Serikat: government shutdown yang berpotensi melumpuhkan data ekonomi global.

Seperti diketahui, September 2025, IHSG mampu mencatatkan penguatan sebesar 2,94% dengan mendarat di level 8.061,06 hingga 30 September 2025. Penguatan ini menjadi anomali.

September biasanya dikenal dengan bulan koreksi perdagangan pasar saham, akan tetapi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dominan mengalami penurunan. Dalam Sembilan tahun sebelumnya, hanya dua kali IHSG di September berakhir hijau dan selebihnya merah,

IHSG berhasil reli kembali pada September dengan kenaikan mencapai 2,94% yang lagi-lagi didorong oleh pemangkasan suku bunga BI menjadi 4,75% dan gebrakan baru dari Menteri Keuangan Purbaya. Di antaranya pemberian likuiditas terhadap bank Himbara, tidak adanya kenaikan tarif cukai tembakau (CHT) untuk 2026, kucuran stimulus ekonomi hingga inspeksi langsung ke kantor bank-bank BUMN.

Dalam perdagangan 2 hari di bulan Oktober, IHSG masih mampu mencatatkan penguatan 0,12% di level 8.071,08 per Kamis (2/10/2025).

Dalam 10 tahun terakhir, IHSG cenderung menguat, hanya melemah dua kali pada 2018 dan 2023.

Secara statistik, reputasi Oktober sebagai bulan yang cenderung positif bagi pasar saham Indonesia memang memiliki dasar yang kuat.

Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Jumat (2/10/2025). Hal ini mengikuti tren positif dari Wall Street.

Investor cenderung mengabaikan penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat, meski masih menunggu berapa lama kondisi itu akan berlangsung untuk menilai dampak ekonominya.

Secara historis, penutupan pemerintahan AS tidak berdampak signifikan terhadap pasar keuangan global. Namun, ketidakpastian durasi shutdown tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,42%, sedangkan Topix naik 0,35%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,17% pada awal perdagangan.

Di Hong Kong, Hang Seng Index diproyeksikan dibuka melemah tipis setelah kontrak berjangkanya diperdagangkan di 27.273, dibandingkan penutupan sebelumnya 27.287,12. Sementara itu, pasar saham China dan Korea Selatan libur karena hari raya.

Dari Amerika Serikat, indeks berjangka bergerak datar pada jam perdagangan Asia setelah tiga indeks utama ditutup di rekor tertinggi. S&P 500 naik tipis 0,06%, Dow Jones menambahkan lebih dari 78 poin atau 0,2%, dan Nasdaq menguat 0,4% berkat lonjakan saham Nvidia sebesar 0,9%.

Kenaikan Nvidia membawa saham tersebut ke level tertinggi sepanjang masa, diikuti penguatan saham chipmaker lain seperti Intel dan AMD yang masing-masing naik lebih dari 3%. Sentimen positif ini mendukung reli sektor teknologi di Wall Street.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Menguat




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

September 29, 2026
Waskita Penuhi Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

Waskita Penuhi Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

September 29, 2026
Dasco Temui Ketua OJK, Pastikan Sektor Keuangan Aman

Dasco Temui Ketua OJK, Pastikan Sektor Keuangan Aman

September 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .