
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengumumkan rencana pemecahan saham (stock split). Hal tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam aksi korporasi tersebut, satu saham lama akan menjadi dua saham baru (rasio 1:2), sehingga nilai nominal saham turun dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor akan meningkat dari 3 miliar lembar menjadi 6 miliar lembar.
“Rencana Stock Split tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu langkah Perseroan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor serta mendukung peningkatan likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia,” tulis manajemen, dikutip Jumat (9/10/2026).
Disebutkan bahwa, modal dasar Perseroan tetap sebesar Rp480 miliar, namun jumlah sahamnya berubah dari 9,6 miliar lembar menjadi 19,2 miliar lembar. Sementara modal ditempatkan dan disetor tetap Rp150 miliar, setara 31,25% dari modal dasar.
Sementara itu, saham dalam portepel meningkat dari 6,6 miliar lembar menjadi 13,2 miliar lembar dengan nilai nominal total tetap Rp330 miliar. Dengan demikian, aksi ini hanya mengubah jumlah dan nilai nominal per lembar saham, tanpa mengubah total nilai modal Perseroan.
Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi berakhir pada 13 Oktober 2026, dan perdagangan dengan nilai nominal baru dimulai keesokan harinya, 14 Oktober 2026.
Penyelesaian saham dengan nilai nominal lama berakhir pada 15 Oktober 2026, bertepatan dengan tanggal penentuan pemegang rekening yang berhak atas hasil pemecahan saham (recording date). Sementara perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai dimulai pada 16 Oktober 2026.
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI, pelaksanaan stock split didasarkan pada saldo saham pada masing-masing subrekening efek sesuai daftar pemegang saham per 15 Oktober 2026.
Saham hasil pemecahan akan didistribusikan melalui sub rekening efek pemegang saham di KSEI pada 16 Oktober 2026.
(rob/rob)



















