• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OPEC+ Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Anjlok

OPEC+ Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Anjlok

July 7, 2025
BMRI Gandeng Chandra Asri Group Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

BMRI Gandeng Chandra Asri Group Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

September 15, 2026
Video: PR Asuransi: Inflasi Medis

Video: PR Asuransi: Inflasi Medis

September 15, 2026
RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

September 15, 2026
BP BUMN Sorot Masalah Serius di INKA! Ekuitas Negatif & Terlilit Utang

BP BUMN Sorot Masalah Serius di INKA! Ekuitas Negatif & Terlilit Utang

September 15, 2026
Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

September 15, 2026
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

September 15, 2026
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

September 15, 2026
ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

September 15, 2026
Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

September 15, 2026
Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

September 15, 2026
Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

September 15, 2026
Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

September 15, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

OPEC+ Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Anjlok

1 year ago
in Lifestyle
OPEC+ Genjot Produksi, Harga Minyak Dunia Anjlok
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak global mengalami penurunan setelah keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi lebih besar dari yang diperkirakan, yang menambah kekhawatiran tentang potensi kelebihan pasokan di pasar. Selain itu, kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat (AS) juga menambah ketidakpastian mengenai prospek permintaan global.

Pada perdagangan Senin (7/7), harga minyak Brent turun 1,6% menjadi sekitar US$67 per barel, setelah sebelumnya juga merosot 0,7% pada Jumat (4/7). Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati US$66 per barel.

Keputusan OPEC+ yang diumumkan pada Sabtu (5/7) menunjukkan peningkatan produksi minyak sebesar 548.000 barel per hari (bph), langkah yang menandai percepatan pemulihan pasokan dan mengakhiri pemangkasan produksi yang berlangsung selama setahun. Keputusan ini, yang dipimpin oleh Arab Saudi, membuat OPEC+ berada di jalur yang lebih cepat dari rencana semula.

Aliansi OPEC+ menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini dipicu oleh permintaan musiman yang diperkirakan akan mendongkrak kebutuhan pasar global. Para pejabat juga menekankan bahwa langkah ini adalah respon terhadap seruan Presiden AS, Donald Trump, untuk menurunkan harga bahan bakar di negara tersebut.

Namun, meskipun optimisme ini, pasar minyak tetap bergolak. Ketegangan geopolitik, seperti konflik antara Israel dan Iran, sempat menyebabkan lonjakan volatilitas harga. Meski kini ada gencatan senjata yang rapuh, fokus pasar beralih kembali ke kebijakan OPEC+ dan kebijakan perdagangan AS.

Tarif impor baru yang dikenakan oleh AS akan mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang, seperti yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick. Hal ini menambah tekanan pada mitra dagang AS, yang harus mempersiapkan diri menghadapi batas waktu kebijakan tarif yang semakin dekat.

OPEC+ sebelumnya telah mengumumkan kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk Mei hingga Juli 2025-tiga kali lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Para analis dan pedagang memperkirakan OPEC+ akan terus melanjutkan kebijakan serupa pada Agustus 2025.

Perubahan strategi OPEC+ ini, yang sebelumnya lebih fokus pada pembatasan produksi, kini berbalik arah dengan membuka kran produksi untuk merebut kembali pangsa pasar. Kelompok tersebut menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan prospek ekonomi global yang relatif stabil dan kondisi pasar yang sehat saat ini.

Arab Saudi juga menyusul dengan keputusan untuk menaikkan harga minyak mentah jenis Arab Light untuk pasar Asia pada bulan depan, yang mengindikasikan bahwa mereka percaya pasar dapat menyerap pasokan tambahan yang lebih besar.

Ke depannya, OPEC+ akan mempertimbangkan untuk menambah 548.000 barel per hari lagi pada bulan September, dengan pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 3 Agustus. Langkah ini akan menyelesaikan pemulihan pasokan sebesar 2,2 juta barel per hari yang sebelumnya ditutup pada 2023.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Minyak Dunia Tertekan Dolar dan Bayang-Bayang Banjir Pasokan OPEC+




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Gandeng Chandra Asri Group Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

BMRI Gandeng Chandra Asri Group Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

September 15, 2026
Video: PR Asuransi: Inflasi Medis

Video: PR Asuransi: Inflasi Medis

September 15, 2026
RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

September 15, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .