
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto akan melaksanakan pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada hari ini, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan ini dilakukan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Pengumuman ini langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah anjlok.
“Sudah ada [jadwal pertemuan dengan KSSK]. Ya pokoknya hari ini. Tempatnya nanti ditentukan pada saat bertemu,” ujar Airlangga kepada awak media, Jumat (16/10/2026).
Airlangga tidak menyebutkan siapa saja pejabat dari KSSK yang bakal hadir dalam pertemuan itu. Namun, KSSK terdiri dari Menteri Keuangan Suahasil Nazara; Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi; dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Hingga pukul 09.34 WIB, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 5.211,84, turun 651,94 poin atau 11,12%.
Pelemahan IHSG terjadi sejak awal pembukaan perdagangan sesi I pagi ini di level 5.393,92 pada pukul 09.00 WIB atau melemah 8,01%. Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.404,51 dan terendah di 5.193,22.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk mengubah status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final ditargetkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
MSCI menyoroti kekhawatiran investor terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penegakan aturan. Meski regulator telah mengumumkan sejumlah reformasi, MSCI menilai belum ada kemajuan yang memadai dan konsisten.
Sejalan dengan rencana tersebut, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. MSCI tidak akan menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menambahkan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun menaikkan saham ke segmen indeks dengan kapitalisasi lebih besar.
Pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027. MSCI menyatakan rencana reklasifikasi dapat ditinjau kembali jika konsultasi menunjukkan bukti perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.
Hal ini turut berdampak pada rupiah. Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980/US$ pada perdagangan hari ini. Hanya berselang dua menit, tepatnya pukul 09.02 WIB, pelemahan rupiah makin dalam hingga menyentuh Rp18.000/US$.
(haa/haa)


















