• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kredit Lesu, Bank Pilih Taruh Uang di Surat Berharga

Kredit Lesu, Bank Pilih Taruh Uang di Surat Berharga

July 18, 2025
EMAS Absen Bagi Dividen dan Rombak Pengurus

EMAS Absen Bagi Dividen dan Rombak Pengurus

April 24, 2026
Rupiah Masih Lesu & IHSG Ambles Lebih Dari 3% ke Level 7.100

Rupiah Masih Lesu & IHSG Ambles Lebih Dari 3% ke Level 7.100

April 24, 2026
Laba Emiten Farmasi Ini Melonjak 113%, Ternyata Gara-Gara Jualan Ini

Laba Emiten Farmasi Ini Melonjak 113%, Ternyata Gara-Gara Jualan Ini

April 24, 2026
41,18% Saham Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Dicaplok Investor Singapura

41,18% Saham Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Dicaplok Investor Singapura

April 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 3% di Akhir Sesi 1

Breaking News! IHSG Turun 3% di Akhir Sesi 1

April 24, 2026
Laba Rp 32,7 Triliun, Astra Internasional Bagikan Dividen

Laba Rp 32,7 Triliun, Astra Internasional Bagikan Dividen

April 24, 2026
Video: Ancaman Trump di Selat Hormuz, IHSG Kian Tertekan di Zona Merah

Video: Ancaman Trump di Selat Hormuz, IHSG Kian Tertekan di Zona Merah

April 24, 2026
IHSG Anjlok 2% Lebih, Balik Lagi ke Level 7.100

IHSG Anjlok 2% Lebih, Balik Lagi ke Level 7.100

April 24, 2026
Video; Transaksi Kartu Kredit 27 Bank Wajib Lapor DJP, Ini Kata AKKI

Video; Transaksi Kartu Kredit 27 Bank Wajib Lapor DJP, Ini Kata AKKI

April 24, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 2,46%

Breaking News! IHSG Anjlok 2,46%

April 24, 2026
Harga Bergerak Tidak Wajar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

Harga Bergerak Tidak Wajar, BEI Pantau Ketat 2 Emiten Ini

April 24, 2026
Rupiah Sempat Anjlok ke Rp 17.300 per Dolar AS, BI Harus Apa?

Rupiah Sempat Anjlok ke Rp 17.300 per Dolar AS, BI Harus Apa?

April 24, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, April 24, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

Kredit Lesu, Bank Pilih Taruh Uang di Surat Berharga

9 months ago
in News
Kredit Lesu, Bank Pilih Taruh Uang di Surat Berharga
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Penyaluran kredit perbankan bertumbuh lesu sepanjang tahun ini. Per Juni 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 7,77% secara tahunan atau year on year (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Realisasi ini berada di bawah target pertumbuhan kredit Bank Indonesia (BI) sebesar 8% hingga 11% tahun ini.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi 6,96% yoy pada Juni 2025, namun masih di bawah pertumbuhan kredit. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, keadaan ini membuat bank cenderung menempatkan dana pada surat-surat berharga dan meningkatkan standar penyaluran kredit.

Ia menegaskan kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari Rabu (16/7/2025) lalu.

Merinci data sementara Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) BI, penempatan dana bank pada surat berharga tercatat sebesar Rp2.266,64 triliun per Mei 2025. Jumlah itu memang meningkat 1,9% sejak akhir Desember 2024 yang sebesar Rp2.222,61 triliun. Secara tahunan, penempatan dana bank di surat berharga per Mei 2025, naik 4,42% dari sebelumnya Rp2.170,64 triliun.

Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, hal ini bisa saja menjadi salah satu penyebab pertumbuhan kredit perbankan lesu sepanjang tahun ini. Namun bukan tanpa sebab, ia menyebut keputusan itu diambil bank dengan pertimbangan kondisi ekonomi yang tak kondusif.

“Bank juga memerlukan instrumen produktif yang lebih aman ketika kondisi ekonomi belum sepenuhnya membaik, serta harus menjaga likuiditas bank,” kata Trioksa kepada CNBC Indonesia, Jumat (18/7/2025).

Selaras, Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penempatan dana bank di obligasi disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi dan lemahnya permintaan kredit yang berkualitas.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang masih rentan dan risiko kredit yang meningkat, bank cenderung mencari instrumen yang lebih aman dan likuid seperti SBN yang menawarkan imbal hasil pasti dan risiko gagal bayar sangat rendah,” kata Arianto kepada CNBC Indonesia, Jumat (18/7/2025).

Terlebih, Arianto mengatakan permintaan kredit dari sektor riil yang belum sepenuhnya pulih membuat bank lebih memilih menunggu momentum yang tepat sambil menjaga kualitas aset.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Terungkap! 3 Penyebab Kredit Perbankan RI Loyo




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
EMAS Absen Bagi Dividen dan Rombak Pengurus

EMAS Absen Bagi Dividen dan Rombak Pengurus

April 24, 2026
Rupiah Masih Lesu & IHSG Ambles Lebih Dari 3% ke Level 7.100

Rupiah Masih Lesu & IHSG Ambles Lebih Dari 3% ke Level 7.100

April 24, 2026
Laba Emiten Farmasi Ini Melonjak 113%, Ternyata Gara-Gara Jualan Ini

Laba Emiten Farmasi Ini Melonjak 113%, Ternyata Gara-Gara Jualan Ini

April 24, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .