• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

July 21, 2025
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

October 29, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

1 year ago
in Market
Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kekayaan yang telah dikumpulkan bisa saja hilang jika seorang mengalami masalah. Seperti yang dialami oleh pendiri perusahaan perdagangan minyak asal Singapura, Lim Oon Kuin atau yang dikenal sebagai O.K. Lim dijatuhi hukuman pada 18 November 2024 silam.

Lim menjadi tersangka dalam salah satu skandal penipuan paling besar di Singapura. Akibat skandal tersebut, raksasa perbankan HSBC harus merugi lantaran kehilangan jutaan dolar Amerika Serikat (AS).

Lim Oon Kuin sebenarnya telah diseret ke jalur hukum sejak Mei 2024 karena sudah merusak reputasi Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan minyak terkemuka di Asia.

Lim memiliki perusahaan bernama Hin Leong Trading. Perusahaan ini merupakan salah satu raksasa perdagangan minyak terbesar di Asia, sebelum akhirnya tumbang pada 2020 silam.

Merujuk laporan AFP, terdapat 130 tuntutan pidana yang menjerat Lim Oon Kuin dengan melibatkan dana ratusan juta dollar AS. Walau begitu, jaksa penuntut hanya menghukum Lim atas tiga tuntutan saja. Dua tuntutan terkait penipuan terhadap HSBC dan satu tuntutan karena mendorong seorang eksekutif Hin Leong Trading untuk memalsukan dokumen.

“Dia menipu HSBC agar mencairkan hampir US$ 112 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dengan memberi tahu bank bahwa perusahaannya telah menandatangani kontrak penjualan minyak dengan dua perusahaan,” kata jaksa penuntut umum, dikutip Senin (21/7).

Jaksa penuntut umum juga menyatakan, transaksi tersebut merupakan rekayasa yang dibuat atas arahan terdakwa yaitu Lim.

“Kasus ini mencoreng reputasi Singapura yang diperoleh dengan susah payah sebagai pusat perdagangan minyak terkemuka di Asia,” imbuh sang jaksa.

Lantas, bagaimana skandal ini bermula?

Sebagai informasi, Hin Leong Trading mulai beroperasi sejak 1965. Perusahaan ini tumbuh menjadi pemasok utama bahan bakar yang digunakan oleh kapal. Bisnis Hin Leong Trading tumbuh sejalan dengan transformasi signifikan Singapura dari sebuah negara pelabuhan yang tertinggal menjadi pusat keuangan global yang maju.

Hin Leong Trading berperan penting dalam membantu Singapura menjadi pusat pelabuhan pengisian bahan bakar kapal teratas di dunia. Hin Leong Trading pun berkembang menjadi perusahaan penyewaan dan pengelolaan kapal terkemuka, di mana anak perusahaannya telah memiliki armada lebih dari 150 kapal.

Namun, masalah besar muncul ketika pandemi Covid-19 yang kemudian menjerumuskan pasar minyak bumi ke dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di periode inilah masalah keuangan di Hin Leong Trading mulai terungkap ke publik. Lim Oon Kuin mencoba mencari perlindungan pengadilan dari para kreditor.

Dalam sebuah pernyataan tertulis tahun 2020, Lim mengungkapkan bahwa Hin Leong Trading sebenarnya tidak mampu menghasilkan laba dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat perusahaan tersebut melaporkan neraca keuangan yang sehat pada tahun 2019.

Lim mengakui, perusahaan yang ia dirikan setelah beremigrasi dari China daratan ini telah menyembunyikan kerugian sebesar US$ 800 juta selama bertahun-tahun. Lebih parah lagi, Hin Leong Trading juga berutang hampir US$ 4 miliar kepada bank.

Lim Oon Kuin pun bertanggung jawab atas perintah untuk tidak melaporkan kerugian Hin Leong Trading. Ia mengakui telah menjual persediaan yang dimiliki perusahaan yang mana hal itu seharusnya digunakan untuk mendukung pinjaman.

Berdasarkan laporan Forbes, Hin Leong Trading telah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada bulan April 2020, sehingga membuat kekayaan bersih perusahaan berada di bawah US$ 1 miliar. Lim juga mengungkapkan bahwa Hin Leong Trading mengalami kerugian sebesar US$800 juta yang sebelumnya tidak diumumkan secara resmi ke publik.

Sebagai catatan, Lim mendirikan Hin Leong Trading pada tahun 1963 saat dia berusia 20 tahun. Awalnya, perusahaan ini bergerak dengan modal berupa sebuah truk yang mengantarkan solar ke para nelayan dan produsen listrik kecil di pedesaan.

Anak perusahaan Hin Leong Trading, yakni Ocean Tankers, memiliki armada lebih dari 130 kapal tanker dan dijalankan oleh putra Lim, Evan. Selain itu, Lim juga memiliki unit penyimpanan minyak Universal Terminal dengan PetroChina.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Diduga Ada Fraud Rp 1,2 T, Bank Woori Saudara Buka Suara




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .