• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kisah Haji Isam, dari Tukang Ojek Jadi Pengusaha Berharta Triliunan

Kisah Haji Isam, dari Tukang Ojek Jadi Pengusaha Berharta Triliunan

July 6, 2025
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

September 14, 2026
Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

September 14, 2026
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

September 14, 2026
Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

September 14, 2026
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

September 14, 2026
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

September 14, 2026
Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

September 14, 2026
Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

September 14, 2026
Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

September 14, 2026
Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

September 14, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

September 14, 2026
IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

September 14, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 14, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Kisah Haji Isam, dari Tukang Ojek Jadi Pengusaha Berharta Triliunan

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Kisah Haji Isam, dari Tukang Ojek Jadi Pengusaha Berharta Triliunan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam dikenal sebagai crazy rich asal Kalimantan. Siapa sangka, sebelum menjadi pengusaha sukses, dia pernah mengerjakan pekerjaan kasar mulai dari tukang ojek hingga operator alat berat.

Bagaimana kisah hidupnya hingga menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia?

Andi Syamsuddin Arsyad bin Andi Arsyad lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan pada 1977, tapi orang tuanya berasal dari daerah lain. Keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan, daerah itu adalah daerah etnis Bugis. Berdasarkan catatan Tempo (8/4/2018), ayah Haji Isam adalah pedagang tembakau yang merantau ke Kalimantan Selatan, namun Haji Isam mengawali pekerjaannya sebagai supir pengangkut kayu.

Haji Isam muda lalu mengenal penambang batu bara lokal bernama Johan Maulana. Sejak 2001 dia ikut Johan Maulana dan belajar cara mengelola pertambangan. Setelah belajar dua tahun dari Johan, Haji Isam muda memulai langkah pentingnya di bisnis batu bara yang kemudian mengubah hidupnya.

“Pada 2003 Pak Johan meminjami saya modal menyewa alat berat tambang,” aku Haji Isam kepada Tempo.

Jadilah dia kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, yang bagian dari PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie, lewat bendera CV Jhonlin Baratama. Setelah usahanya meluas CV pun berubah menjadi PT Jhonlin Baratama.

Kini PT Jhonlin menambang hingga 400 ribu ton batu bara per bulan. Omzetnya sekitar Rp 40 miliar per bulan. Dengan asumsi tersebut kekayaan dia telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Perusahaan milik Haji Isam kemudian bertambah. Bisnis penerbangannya diatur Jhonlin Air Transport, yang memiliki dua Fokker dan dua helikopter.

Di bidang perkapalan berada dalam bendera Jhonlin Marine yang membawahi armada 16 kapal tongkang pengangkut batu bara. Di bidang agrobisnis, terdapat Jhonlin Agromandiri yang mengelola perkebunan kelapa sawit. Bahkan dia memiliki pabrik biodiesel bernilai Rp 2 triliun yang dikelola Jhonlin Agro Raya Tbk.

Haji Isam punya hubungan bisnis dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet. “Saya berteman dengan Haji Isam dan merintis bersama sejak 2003,” kata Bamsoet seperti dikutip dari Tempo (22/01/2018). Mereka berkolaborasi dalam PT Kodeco Timber, yang memegang Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Koran Tempo menyebut bahwa Kodeco melaporkan lubang tambang garapan juragan batu bara lain yang dianggap ilegal ke yang berwajib dan setelahnya Jhonlin masuk ke area tambang itu.

Bisnis Haji Isam terus berkembang, bahkan masuk ke bisnis gula, beberapa waktu lalu. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula milik Haji Isam yang berada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, akhir tahun 2020.

Jokowi menyebut investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang, yang merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Haji Isam.

“Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” kata Jokowi.

Kini bukan hanya nama Haji Isam yang kerap mencuat, anaknya yang masih sangat muda juga kerap menjadi judul pemberitaan karena bisa jadi komisaris padahal baru berusia di bawah 30 tahun.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Jadi Bos Besar di Usia 20-an, Segini Kekayaan Anak Haji Isam




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

September 14, 2026
Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

September 14, 2026
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

September 14, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .