• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kebijakan Tarif Donald Trump Pengaruhi Pasar Saham, Ini Kata Analis

Kebijakan Tarif Donald Trump Pengaruhi Pasar Saham, Ini Kata Analis

July 9, 2025
Breaking News! IHSG Anjlok 2% di Awal Sesi 2

Breaking News! IHSG Anjlok 2% di Awal Sesi 2

September 14, 2026
Belum Penuhi Ketentuan Free Float, KLBF Buka Opsi delisting EPMT

Belum Penuhi Ketentuan Free Float, KLBF Buka Opsi delisting EPMT

September 14, 2026
Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

September 14, 2026
Membangun Backbone Digital di Era AI

Membangun Backbone Digital di Era AI

September 14, 2026
Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

September 14, 2026
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100

September 14, 2026
Kalau Jahat Saya Diemin Saja

Kalau Jahat Saya Diemin Saja

September 14, 2026
Asing Net Sell Rp664 Miliar di Sesi I, Kompak Lego 10 Saham Ini

Asing Net Sell Rp664 Miliar di Sesi I, Kompak Lego 10 Saham Ini

September 14, 2026
PLTS Bisa Buka 5,3 Juta Lapangan Kerja, SDM-Teknologi Siap?

PLTS Bisa Buka 5,3 Juta Lapangan Kerja, SDM-Teknologi Siap?

September 14, 2026
Dunia Masuk Era ‘Higher for Longer’, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Dunia Masuk Era ‘Higher for Longer’, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

September 14, 2026
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

September 14, 2026
Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

September 14, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 14, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Kebijakan Tarif Donald Trump Pengaruhi Pasar Saham, Ini Kata Analis

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Kebijakan Tarif Donald Trump Pengaruhi Pasar Saham, Ini Kata Analis
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengeluarkan pengenaan tarif impor tambahan 10% kepada negara – negara anggota BRICS, diperkirakan menjadi sentimen negatif yang berpotensi menekan pasar keuangan Indonesia.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengaku, sejauh ini ketika ada kenaikan tarif, dampaknya akan negative untuk pasar Tanah Air.

“Sektor yang memiliki basis ekspor terutama ekspor ke Amerika akan merasakan dampaknya,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/7).

Sehingga, mitigasi risiko harus dilakukan terutama dengan mencari negara tujuan baru. Ketika Indonesia terkena tarif, tentu tidak ada dampak yang diuntungkan dari hal tersebut. Apalagi yang harus diperhatikan, ekspor Indonesia ke Amerika cukup besar, dan menjadikan Amerika sebagai negara kedua setelah Tiongkok.

Sejauh ini, produk ekspor Indonesia adalah pakaian jadi, alat listrik dan elektronik, sepatu dan alas kaki, furniture, karet, minyak nabati, logam dasar dan mesin, perikanan, produk kimia dan farmasi.

Bahkan, lanjutnya, jika ditelaah lebih jauh lagi, sektor terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik, dengan share 16,71%, diikuti dengan alas kaki 9,01%, serta lemak dan minyak hewani sebesar 6,94%.

“Oleh sebab itu, kami melihat saham saham yang berada dalam perlengkapan elektrik dan mesin POLY, SKYB. Perikanan ada CPRO, DADA. Minyak Nabati ada di AALI, DSNG, TLDN. Makanan dan minuman, ICBP, INDF, dan CLEO,” ungkapnya.

Nico menekankan, perusahaan-perusahaan tersebut tidak menyatakan melakukan ekspor kesana, karena ini hanya berdasarkan pelaku industri. “Sehingga harus di telisik lebih jauh lagi untuk mendapatkan konfirmasi perusahaan mana saja yang melakukan ekspor,” tuturnya.

Sementara, Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, kebijakan tarif Trump tersebut tidak membuat para oelakunoasar dalam hal ini para investor terkejut karena telah diperkirakan sebelumnya.

“Sebernya ketika AS menerapkan tarif tambahan 10% terhadap BRICS, reaksi pasar tak terlalu kaget saat ini. Tidak akan terjadi panic selling krena sudah terprediksi sebelummya,” sebutnya.

Menurutnya, pelaku pasar telah memperkirakan hal ini akan terjadi ketika pemerintahan Prabowo Subianto memutuskan Indonesia untuk bergabung ke BRICS dan pemilu AS memenangkan Donald Trump untuk memimpin negara tersebut.

“Market sudah prediksi akan terjadi perang tarif atau istilahnya trade war 2.0. Apalagi Indonesia gabung ke BRICS dan dimotori Tiongkok untuk menyeimbangkan hegemonic power di bidang ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan keanggotaan BRICS ini untuk meningkatkn potensi BRICS terhadap aakses pasar.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tarif Trump Pengaruhi Bursa Asia, Begini Pergerakan Nikkei Dkk




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking News! IHSG Anjlok 2% di Awal Sesi 2

Breaking News! IHSG Anjlok 2% di Awal Sesi 2

September 14, 2026
Belum Penuhi Ketentuan Free Float, KLBF Buka Opsi delisting EPMT

Belum Penuhi Ketentuan Free Float, KLBF Buka Opsi delisting EPMT

September 14, 2026
Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

September 14, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .