• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

October 21, 2026
Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

October 31, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
MSCI Hantam Pasar SBN RI

MSCI Hantam Pasar SBN RI

October 31, 2026
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

October 30, 2026
Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

October 30, 2026
Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

October 30, 2026
Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

October 30, 2026
Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

October 30, 2026
Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

October 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 31, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

1 week ago
in ENTREPRENEUR
Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menggelar diskusi intensif selama dua hari di tingkat Dewan Gubernur untuk merespons perkembangan asesmen Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia yang turut diikuti tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, bank sentral terus memantau pergerakan pasar keuangan domestik, terutama arus modal asing atau capital outflow setelah perkembangan terkait MSCI.

Meski rupiah mengalami tekanan, BI menilai kondisi tersebut masih relatif normal di tengah situasi pasar regional yang juga kurang kondusif.

“Kami melihat bahwa tekanan masih relatif normal karena regional tidak baik. Kami waspadai di capital market kita, kami monitor outflow sepanjang pergerakan yang terjadi setelah MSCI. Kami dua hari diskusi tight sekali menyikapi ini,” ujar Destry.

Destry menjelaskan, hasil pembahasan intensif tersebut menjadi bagian dari upaya BI merumuskan respons kebijakan yang lebih terarah atau targeted. Fokusnya adalah mendorong arus modal yang keluar agar kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Menurutnya, stabilitas pasar keuangan menjadi prioritas BI di tengah dinamika yang terjadi. Namun, bank sentral juga tetap mempertimbangkan momentum pertumbuhan ekonomi agar dapat terus terjaga.

“Concern stabilitas prioritas kami. Fokus kami adalah mendatangkan inflow kembali,” tegasnya.

Untuk mengembalikan arus modal asing, BI berupaya mengoptimalkan berbagai insentif bagi investor yang menanamkan dana pada aset keuangan domestik. Investasi yang menjadi sasaran antara lain Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta pendanaan dalam bentuk pinjaman.

Salah satu instrumen yang dioptimalkan adalah insentif transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), yang dapat mengurangi biaya lindung nilai atau hedging investor hingga 45%.

Destry menjelaskan, insentif tersebut telah diberlakukan sejak Juni hingga Oktober. BI berharap penguatan insentif dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor, sehingga arus modal masuk kembali menguat.

Menurutnya, penyesuaian harga atau repricing pada aset keuangan domestik, khususnya SBN, dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing imbal hasil aset Indonesia dibandingkan aset berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut diharapkan semakin menarik bagi investor dengan adanya insentif biaya lindung nilai yang diberikan BI.

“Harapan bahwa pasar domestik kita terjadi repricing di SBN, kemudian ditambah insentif diperbesar, akan membuat spread aset domestik dengan USD menjadi menarik. Kami fokus dan targeted mendatangkan inflow,” jelasnya.

BI berharap kombinasi penyesuaian harga aset dan insentif tersebut dapat membantu menarik kembali modal asing sekaligus menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

October 31, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .