• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?

JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?

February 9, 2026
Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

April 18, 2026
Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

April 18, 2026
Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

April 18, 2026
97 Pinjol RI Terlibat Kartel dan Didenda Rp755 M, Ini Daftarnya

97 Pinjol RI Terlibat Kartel dan Didenda Rp755 M, Ini Daftarnya

April 18, 2026
Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal

Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal

April 18, 2026
Prabowo Dorong Ekonomi Digital, Asuransi Siber Siap Berekspansi

Prabowo Dorong Ekonomi Digital, Asuransi Siber Siap Berekspansi

April 18, 2026
Ikut Arahan BP BUMN & Danantara, WSKT Siap Percepat Restrukturisasi

Ikut Arahan BP BUMN & Danantara, WSKT Siap Percepat Restrukturisasi

April 18, 2026
AS Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia, Indonesia Bisa Tenang

AS Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia, Indonesia Bisa Tenang

April 18, 2026
Alamtri (ADRO) Bagi Dividen US7,5 Juta Setara 99,96% Laba 2025

Alamtri (ADRO) Bagi Dividen US$447,5 Juta Setara 99,96% Laba 2025

April 18, 2026
Jurus Emiten Kemasan Plastik Hadapi Lonjakan Harga Bahan Baku

Jurus Emiten Kemasan Plastik Hadapi Lonjakan Harga Bahan Baku

April 18, 2026
Heboh Penemuan Emas 30.000 Ton di Banten, Dirampok Asing

Heboh Penemuan Emas 30.000 Ton di Banten, Dirampok Asing

April 18, 2026
Mengecewakan, Dividen ITMG Turun 52% Jadi US$ 115 Juta

Mengecewakan, Dividen ITMG Turun 52% Jadi US$ 115 Juta

April 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, April 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?

2 months ago
in Lifestyle
JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – JPMorgan memperkirakan harga bitcoin berpotensi menembus US$266.000 atau sekitar Rp4,49 miliar dalam jangka panjang seiring posisinya yang dinilai semakin menarik dibandingkan emas. Proyeksi tersebut muncul di tengah tekanan jangka pendek di pasar kripto akibat sentimen investor yang melemah.

Dalam laporan yang dirilis Rabu, analis JPMorgan yang dipimpin Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou menyebut pasar kripto kembali tertekan dalam sepekan terakhir. Pelemahan aset berisiko global, khususnya saham teknologi, serta koreksi tajam emas dan perak turut memperburuk kondisi.

Melansir The Block, tekanan sentimen juga diperparah oleh peretasan senilai US$29 juta pada platform DeFi berbasis Solana, Step Finance. Insiden tersebut disebut semakin menggerus kepercayaan investor di seluruh sektor kripto.

Koreksi harga terbaru membuat bitcoin turun di bawah estimasi biaya produksinya yang selama ini dianggap sebagai “soft price floor”. JPMorgan memperkirakan biaya produksi bitcoin saat ini berada di kisaran US$87.000.

Jika harga bertahan di bawah level tersebut dalam waktu lama, penambang yang tidak lagi menguntungkan berpotensi keluar dari pasar. Kondisi ini pada akhirnya dapat menekan biaya produksi bitcoin ke level yang lebih rendah.

Bitcoin tercatat melanjutkan pelemahan dengan penurunan hampir 10% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, aset kripto tersebut diperdagangkan di sekitar US$65.600 berdasarkan data The Block.

Meski tertekan dalam jangka pendek, JPMorgan menilai prospek jangka panjang bitcoin tetap kuat seiring pergeseran perannya relatif terhadap emas. Kinerja emas yang jauh mengungguli bitcoin sejak Oktober lalu serta lonjakan volatilitas emas membuat bitcoin terlihat semakin menarik dalam jangka panjang.

Rasio volatilitas bitcoin terhadap emas kini turun ke sekitar 1,5 atau terendah sepanjang sejarah. Hal ini menjadikan bitcoin semakin menarik jika dilihat dari sisi penyesuaian volatilitas.

Berdasarkan kerangka tersebut, kapitalisasi pasar bitcoin perlu meningkat hingga setara harga US$266.000 untuk menyamai investasi sektor swasta di emas. Nilai investasi emas swasta diperkirakan mencapai sekitar US$8 triliun, tidak termasuk kepemilikan bank sentral.

Analis menegaskan target tersebut tidak realistis untuk dicapai pada tahun ini. Namun, proyeksi itu mencerminkan potensi kenaikan jangka panjang bitcoin ketika sentimen negatif berbalik dan aset ini kembali dipandang sebagai lindung nilai terhadap skenario ekstrem.

Pada November lalu, JPMorgan sempat memproyeksikan potensi kenaikan bitcoin hingga sekitar US$170.000 dalam 6-12 bulan. Target terbaru yang lebih tinggi ini mencerminkan horizon jangka panjang dan sejalan dengan kenaikan proyeksi harga emas menjadi US$8.000-US$8.500.

Di tengah pelemahan harga, likuidasi di pasar derivatif kripto relatif terbatas dibandingkan kuartal sebelumnya. Proses deleveraging di kontrak perpetual juga dinilai tidak separah gelombang likuidasi yang terjadi pada Oktober lalu.

Likuidasi oleh investor institusi non-native di kontrak berjangka bitcoin dan Ethereum di CME juga tercatat lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini menunjukkan tekanan pasar derivatif masih relatif terkendali.

Sementara itu, arus dana ETF mencerminkan sentimen negatif yang luas. ETF spot bitcoin dan Ethereum terus mencatat arus keluar, menandakan pelemahan baik di segmen investor institusi maupun ritel.

Sejak pengumuman MSCI pada 10 Oktober, ETF Ethereum mengalami arus keluar sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan ETF bitcoin relatif terhadap aset kelolaan. Kondisi ini menyoroti kerentanan likuiditas altcoin, di mana arus keluar dana yang relatif kecil dapat berdampak besar ke pasar.

Pasokan stablecoin juga tercatat menyusut dalam beberapa pekan terakhir, memperkuat sikap kehati-hatian investor. Namun, analis menilai penurunan ini bukan berarti investor sepenuhnya meninggalkan kripto.

Menurut JPMorgan, kontraksi stablecoin lebih merupakan reaksi alami dan tertunda terhadap penyusutan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. Secara historis, rasio stablecoin terhadap total nilai pasar kripto cenderung kembali ke rata-rata seiring perubahan ukuran pasar.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

April 18, 2026
Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

April 18, 2026
Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

April 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .