• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jelang 17 Agustusan, Investor Asing Campakkan Aset Keuangan RI

Jelang 17 Agustusan, Investor Asing Campakkan Aset Keuangan RI

August 5, 2025
Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

June 20, 2026
Jangan Kaget! Di sini Tak Ada Alfamart-Indomaret, Ini Penggantinya

Jangan Kaget! Di sini Tak Ada Alfamart-Indomaret, Ini Penggantinya

June 20, 2026
Ini Efek Suku Bunga Naik & Rupiah Begejolak ke Bisnis Leasing

Ini Efek Suku Bunga Naik & Rupiah Begejolak ke Bisnis Leasing

June 20, 2026
Pakar Udah Ingatkan Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimalnya Segini

Pakar Udah Ingatkan Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimalnya Segini

June 20, 2026
Berusia 35 Tahun, Produsen Nata De Coco Siap Ramaikan IPO 2026

Berusia 35 Tahun, Produsen Nata De Coco Siap Ramaikan IPO 2026

June 20, 2026
Berlaku 1 Juli 2026-Ini Alasan Batas Beli Dolar Dipangkas ke US.000

Berlaku 1 Juli 2026-Ini Alasan Batas Beli Dolar Dipangkas ke US$10.000

June 20, 2026
Perintah Baru Prabowo, Pecut Bank-Bank BUMN Unjuk Gigi Lakukan Ini

Perintah Baru Prabowo, Pecut Bank-Bank BUMN Unjuk Gigi Lakukan Ini

June 20, 2026
China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

June 19, 2026
Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

June 19, 2026
Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

June 19, 2026
Video:Harga Solar Naik & Rupiah Melemah, Pengusaha Konstruksi Menjerit

Video:Harga Solar Naik & Rupiah Melemah, Pengusaha Konstruksi Menjerit

June 19, 2026
Manfaatkan Suku Bunga Tinggi, Arus Dana Lari ke Instrumen Mana?

Manfaatkan Suku Bunga Tinggi, Arus Dana Lari ke Instrumen Mana?

June 19, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, June 20, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

Jelang 17 Agustusan, Investor Asing Campakkan Aset Keuangan RI

11 months ago
in News
Jelang 17 Agustusan, Investor Asing Campakkan Aset Keuangan RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dana asing kabur keluar dari pasar keuangan Indonesia pada akhir Juli hingga awal Agustus ini. Data Bank Indonesia (BI), berdasarkan transaksi sepanjang 28-31 Juli 2025, investor asing tercatat jual neto sebesar.

Semua instrumen mencatat net sell, yakni jual neto sebesar Rp2,27 triliun di pasar saham, Rp1,37 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan Rp12,60 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sepanjang Juli pun, pasar keuangan terus mencatat outflow dengan nilai menembus Rp 45,93 triliun. Sementara itu, pasar saham RI juga ikut ditinggalkan asing. Net sell di pasar saham tercatat mencapai Rp 1,74 triliun dalam dua hari, 1-2 Agustus 2025. Bahkan, pada 31 Juli 2025, net sell asing sempat menyentuh Rp 1,2 triliun.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan gejolak pasar dalam beberapa pekan terakhir disebabkan oleh beberapa sentimen. Salah satunya perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan serta sikap hawkish dalam rapat Bank Sentral AS, Federal Open Market Committee (FOMC) membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed semakin kecil.

“Meski demikian, revisi di data tenaga kerja AS jumat lalu langsung meng-offset sentimen ini, sekaligus memperbesar kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed di September,” kata David kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/8/2025).

Di sisi lain, kondisi perekonomian nasional pun juga menjadi pertimbangan para investor. Menurut David, pandangan pasar akan data PDB kuartal kedua yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik hari ini, Selasa (5/8/2025) pun juga tidak terlalu bagus.

“Terutama dengan outlook PDB kuartal 2 yang tidak terlalu bagus dan juga potensi tekanan dari tarif ke ekspor. Tetapi, faktor terbesar dalam sebulan terakhir ini memang lebih ke naik-turunnya probabilitas kebijakan moneter dari Fed,” ujarnya.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede pun menilai pelaku pasar global cenderung lebih memilih aset yang dianggap lebih aman atau safe haven assets. Seperti salah satunya Treasury AS, seiring membaiknya prospek ekonomi AS yang ditandai oleh pertumbuhan PDB kuartal kedua sebesar 3,00%.

Selain itu, data ketenagakerjaan yang solid melampaui ekspektasi konsensus juga menjadi salah satu alasan ekspektasi investor akan pemangkasan suku bunga oleh The Fed akan terbatas.

“Hal ini mendorong ekspektasi investor bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed akan menjadi lebih terbatas dibandingkan perkiraan sebelumnya,” ujar Josua kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/8/2025).

Sementara dari sisi perekonomian nasional, Josua menilai ekspektasi pasar terhadap ruang gerak suku bunga Bank Indonesia semakin terbatas, seiring menyempitnya selisih suku bunga dengan AS.

“Meskipun secara fundamental ekonomi domestik masih cukup solid, dengan inflasi yang relatif terkendali (naik ke level 2,37% yoy pada Juli 2025)dan surplus neraca perdagangan yang terjaga hingga bulan ke-62 berturut-turut, namun persepsi terhadap risiko masih meningkat,” ujarnya.

Nasib Pasar Keuangan Indonesia

Kondisi dana asing yang terus keluar dari pasar keuangan Indonesia, menurut David, perlu melihat beberapa faktor eksternal.

Dalam kondisi 2 hari ini, probabilitas The Fed memangkas suku bunga yang cenderung membesar justru membuat yield ternormalisasi atau turun.

“Tapi, kita akan melihat dampak yang lebih jelas dari kebijakan tarif setelah deadline 7 Agustus di bulan-bulan berikutnya,” ujar David.

Apabila ternyata ini cukup mengganggu kondisi surplus dagang kita, maka kemungkinan yield SBN untuk bisa turun mengikuti US Treasury yield yang menjadi terbatas.

Sementara itu, Josua mengungkapkan proyeksi terbaru menunjukkan kemungkinan stabilisasi bahkan penguatan rupiah dalam tiga bulan ke depan karena proyeksi Fed Fund Rate yang diperkirakan akan dipangkas lebih agresif hingga 75 bps pada tahun 2025.

Selain itu, kebijakan tarif AS yang lebih lunak terhadap Indonesia, turun dari 32% ke 19% juga berpotensi mengurangi tekanan terhadap Rupiah.

Fenomena outflow, kata Josua, berpotensi memberikan tekanan pada pasar domestik, khususnya pasar obligasi dan nilai tukar rupiah.

Tekanan tersebut terlihat dari yield obligasi pemerintah Indonesia yang mulai mengalami kenaikan secara perlahan dan indeks obligasi pemerintah yang melemah sebesar 0,11% pada akhir Juli.

“Namun demikian, pasar obligasi domestik tetap memiliki daya tahan yang cukup kuat berkat dukungan investor domestik, khususnya dari perbankan yang aktif melakukan pembelian SBN senilai lebih dari Rp50 triliun dalam sepekan terakhir Juli,” ujarnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



5 Ekonom Soroti Keputusan BI Pangkas Suku Bunga, Sudah Tepat?




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

June 20, 2026
Jangan Kaget! Di sini Tak Ada Alfamart-Indomaret, Ini Penggantinya

Jangan Kaget! Di sini Tak Ada Alfamart-Indomaret, Ini Penggantinya

June 20, 2026
Ini Efek Suku Bunga Naik & Rupiah Begejolak ke Bisnis Leasing

Ini Efek Suku Bunga Naik & Rupiah Begejolak ke Bisnis Leasing

June 20, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .