• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

August 1, 2025
Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

September 15, 2026
BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

September 15, 2026
Asing Ketahuan Lepas Saham Ini Saat Reshuffle Menteri Keuangan

Asing Ketahuan Lepas Saham Ini Saat Reshuffle Menteri Keuangan

September 15, 2026
Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis BTN di Ekosistem Perumahan

Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis BTN di Ekosistem Perumahan

September 14, 2026
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam

BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam

September 14, 2026
Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

September 14, 2026
Video: IHSG Pangkas Koreksi di Tengah Perang

Video: IHSG Pangkas Koreksi di Tengah Perang

September 14, 2026
Soal Dividen BUMN, CEO Danantara Bakal Temui Menkeu Suahasil

Soal Dividen BUMN, CEO Danantara Bakal Temui Menkeu Suahasil

September 14, 2026
Soal Dividen BUMN, CEO Danantara Bakal Temeui Menkeu Suahasil

Soal Dividen BUMN, CEO Danantara Bakal Temeui Menkeu Suahasil

September 14, 2026
OJK Batal Batasi Warga RI Pinjam Duit Maksimal 3 Pindar, Ini Alasannya

OJK Batal Batasi Warga RI Pinjam Duit Maksimal 3 Pindar, Ini Alasannya

September 14, 2026
IHSG Pangkas Koreksi Kala Reshuffle Menteri Keuangan

IHSG Pangkas Koreksi Kala Reshuffle Menteri Keuangan

September 14, 2026
Video: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan RI

Video: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan RI

September 14, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Ini Alasan Bankir Belum Segera Turunkan Bunga Kredit
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan alasan mengapa para bank tak kunjung menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) dan suku bunga tabungan, setelah suku bunga acuan BI Rate turun sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini.

Ketua Umum Perbanas, Hery Gunadi mengakui bahwa industri perbankan sedang berada di rezim likuiditas yang agak memadai. Selain penurunan suku bunga acuan bank sentral, imbal hasil instrumen surat berharga, dan ketentuan giro wajib minimum (GWM) Bank Indonesia (BI) juga telah menurun.

“Nah, likuiditas yang bagus ini tentunya akan baik ya buat perbankan dalam hal penyaluran kredit,” kata Hery dalam Perbanas Review of Indonesia’s Mid-Year Economy 2025 di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2025).

Namun, ia menekankan bahwa penyaluran kredit tidak hanya bergantung pada suplai, tapi juga permintaan. Hery menerangkan, kedua hal itu sama-sama berasal dari masyarakat.

“Nah, demand itu kan tergantung dengan makro, pertumbuhan ekonomi. Karena demand kredit itu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Kita melihat ada sedikit karena pengaruh global, tension politik, kemudian perang tarif dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, suku bunga acuan global yakni bank sentral AS, Federal Reserve yang sempat diharapkan akan menurun, terpengaruh oleh perang tarif. Kini, negeri Paman Sam menghadapi inflasi tinggi dan membuka ruang penurunan Fed Fund Rate (FFR), yang nantinya akan berpengaruh dengan suku bunga acuan negara-negara lainnya.

Meski demikian, Hery menyebut transmisi penurunan suku bunga acuan terhadap SBDK membutuhkan jeda waktu.

“Jadi artinya kalau bank menurunkan rate-nya, kemudian time deposit itu kan nggak otomatis juga. Term deposit kan macam-macam kan, ada yang sebulan, tiga bulan, enam bulan, ada yang setahun. Jadi transmission-nya itu butuh waktu,” jelas Hery.

Ia menyebut transmisi itu terjadi secara gradual. Sebab, walau likuiditas sudah mulai longgar, permintaannya masih seret.

Hery berharap dengan adanya dorongan lewat peraturan fiskal yang lebih baik, seperti belanja pemerintah, pertumbuhan penyaluran kredit akan lebih baik di semester II-2025.

Ia melanjutkan, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 juta rumah bisa mendorong aktivitas ekonomi. Hery menilai ada banyak multiplier effect dari program-program tersebut.

“Sebenarnya kalau [program-program pemerintah] itu jalan, itu juga itu multiplier effect-nya banyak. Dan sehingga harapannya ke paruh waktu kedua tahun ini ada pertumbuhan ekonomi lebih baik,” tukasnya.

Untuk diketahui, suku bunga kredit perbankan sudah berangsur menurun namun belum signifikan. Data Bank Indonesia mencatat ada bulan Januari, SBDK perbankan berada di posisi 9,20%, dan menurun ke 9,16% per Juni 2025.

Sementara itu penyaluran kredit perbankan sepanjang tahun ini dalam tren melambat, per Juni 2025 di posisi 7,7% secara tahunan.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bos-Bos Bank Mohon Waspada, Perbanas Ungkap Ada Ancaman Tahun Ini




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

September 15, 2026
BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

September 15, 2026
Asing Ketahuan Lepas Saham Ini Saat Reshuffle Menteri Keuangan

Asing Ketahuan Lepas Saham Ini Saat Reshuffle Menteri Keuangan

September 15, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .