• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

October 19, 2026
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

October 31, 2026
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

October 31, 2026
Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

October 31, 2026
OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

October 31, 2026
Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

October 31, 2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

October 31, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

October 31, 2026
Nomor HP Jadi Pengganti Skor Kredit Ajukan Pinjaman, Cek Syaratnya

Nomor HP Jadi Pengganti Skor Kredit Ajukan Pinjaman, Cek Syaratnya

October 31, 2026
Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

October 31, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 31, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

2 weeks ago
in Market
IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Senin (19/10/2026) di zona merah dalam. Berdasarkan data Stockbit, IHSG berada di level 4.923,26, turun 261,84 poin atau 5,05% dari penutupan sebelumnya di 5.185,11.

Tekanan jual langsung terasa sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 4.961,88 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 4.907,37. Setelah anjlok di menit-menit awal, indeks bergerak relatif datar di kisaran 4.920-an hingga akhir sesi. Level tertinggi hari ini tercatat di 4.974,66, sehingga ruang geraknya sepanjang sesi pertama tergolong sempit.

Dari sisi aktivitas, volume transaksi tercatat 159,47 juta lot dengan nilai transaksi Rp9.648,8 miliar.

Pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi sejumlah sentimen negatif dari luar negeri, mulai dari pengumuman terbaru MSCI, memansnya inflasi AS hingga perang.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan setelah kejatuhan tajam Indeks Harga Saham Gabungan dan pelemahan rupiah pada akhir pekan lalu.
Perhatian investor akan tertuju pada perkembangan isu MSCI, langkah penegakan aturan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pekan ini.

Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian. Selain itu, China akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dan keputusan suku bunga pinjaman acuannya.

Pasar saham Indonesia memasuki pekan baru dengan tekanan yang cukup berat. Setelah IHSG anjlok lebih dari 11% pada Jumat pekan lalu, kekhawatiran kini muncul mengenai kemungkinan indeks kembali jatuh pada perdagangan Senin ini.

Tekanan ini tidak lepas dari pengumuman MSCI yang membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan belum menjadi keputusan final. MSCI memberikan kesempatan kepada pelaku pasar untuk menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhirnya akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

“MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi,” tulis MSCI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (16/10/2026).

MSCI menilai terdapat sejumlah persoalan yang perlu diperbaiki agar Indonesia tetap memenuhi persyaratan sebagai pasar berkembang. Beberapa di antaranya menyangkut transparansi struktur kepemilikan saham, kemudahan investor untuk berinvestasi, serta kekhawatiran mengenai dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.

Status Standalone Market sendiri merupakan klasifikasi yang menempatkan pasar saham suatu negara di luar kelompok utama MSCI, yakni Developed Market, Emerging Market, dan Frontier Market.

Jika Indonesia benar-benar turun ke kategori tersebut, saham-saham domestik tidak lagi menjadi bagian dari indeks utama MSCI Emerging Markets. Padahal, indeks ini banyak digunakan pengelola dana investasi global sebagai acuan.

Kondisi tersebut berisiko mendorong keluarnya dana asing, terutama dari investor yang mengikuti indeks MSCI. Berkurangnya aliran dana juga dapat membuat aktivitas perdagangan saham semakin sepi dan tekanan terhadap harga saham bertambah besar.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

October 31, 2026
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

October 31, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .