Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas penguatan pada akhir sesi 1, Senin (4/6/2026). IHSG ditutup di level 6.978,24, naik 21,44 poin atau 0,31%.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat naik 1,11% ke level 7.033,98. Saham paling ramai ditransaksikan termasuk GOTO, BBCA, BUMI dan BBRI.
Sebanyak 350 saham naik, 334 turun, dan 275 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 14,66 triliun, melibatkan 42,84 miliar saham dalam 1.54 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.430 triliun.
Mengutip Refinitiv, konsumer non-primer menjadi sektor yang menguat paling besar, yakni 0,98%. Lalu diikuti oleh properti dan konsumer primer, masing-masing 0,91% dan 0,87%.
Adapun saham yang menjadi penggerak utama adalah Telkom Indonesia (TLKM) yang naik 1,78% menyumbang 5,22 poin. Kemudian diikuti Bank Central Asia (BBCA) 4,68 poin dan Astra (ASII) 3,99 poin.
Di posisi sebaliknya, GOTO menjadi penahan utama laju IHSG. GOTO anjlok 5,56% ke level 51 dan berkontribusi -5,9 poin. Koreksi dalam saham GOTO seiring dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang meneken Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Salah satu poin penting dalam beleid itu adalah pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi.
“Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan,” ujar Prabowo.
Selain itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga mengatakan bahwa pemerintah sudah masuk ke saham aplikator ojek online (ojol) melalui Danantara. Akan tetapi Dasco tidak secara jelas menyebut aplikator ojol yang dimaksud.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perekonomian terbaru. Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus US$ 3,32 miliar. Surplus ini US$ 3,32 miliar dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai US$ 1,27 miliar.
Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar atau naik 3,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor US$ 19,21 miliar atau tumbuh 1,51%.
Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 70 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Para investor masih terus mempertimbangkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta rencana AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip CNBC Internasional, AS masih terus berupaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak dimulainya perang Iran. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Presiden AS Trump dalam postingannya di Truth Social pada hari Minggu (3/5/2026).
Upaya tersebut disebut “Project Freedom”, yang rencananya akan dimulai pada hari Senin waktu Timur Tengah. Fokus utamanya adalah mengevakuasi kapal-kapal sipil berbendera negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik dari perairan sengketa tersebut agar mereka dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya dengan bebas dan lancar.
“Dukungan militer AS untuk Proyek Kebebasan akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat terbang darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 personel militer,” kata Komando Pusat AS tak lama setelah pengumuman Trump, dikutip Senin (4/5/2026).
Sebagai informasi, harga minyak turun setelah pengumuman “Proyek Freedom”. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 0,59% menjadi US$101,34 per barel pada pukul 19.38 ET. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,27% menjadi US$107,88 per barel.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google



















