• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka naik 0,27%

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka naik 0,27%

September 17, 2026
Emiten Prajogo (PTRO) Akuisisi Perusahaan Jasa Pelabuhan RI

Emiten Prajogo (PTRO) Akuisisi Perusahaan Jasa Pelabuhan RI

September 17, 2026
Timah Jadi Komoditas Perdana di Bursa Mineral RI

Timah Jadi Komoditas Perdana di Bursa Mineral RI

September 17, 2026
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705

September 17, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: INCO, MITI, hingga DPUM

Rekomendasi Saham Hari Ini: INCO, MITI, hingga DPUM

September 17, 2026
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

September 17, 2026
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 202

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 202

September 17, 2026
Asing Borong Saham Tambang Lagi

Asing Borong Saham Tambang Lagi

September 17, 2026
Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa?

Kemarin IHSG Sempat Menguat 1% tapi Berakhir Merah, Ada Apa?

September 17, 2026
IHSG Berbalik Merah, Asing Ramai-Ramai Jual Saham Bank

IHSG Berbalik Merah, Asing Ramai-Ramai Jual Saham Bank

September 17, 2026
Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

September 16, 2026
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

September 16, 2026
Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

September 16, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, September 17, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka naik 0,27%

58 minutes ago
in Market
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka naik 0,27%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026), di tengah tekanan sentimen global setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data Refinitiv, IHSG dibuka di posisi 6.455,03, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.436,85. Pada pukul 09.00 WIB, indeks tercatat menguat 0,27% ke posisi 6.454,45 dan melanjutkan penguatan hingga 0,6%. 

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.460,57 dan terendah 6.452,96.

Penguatan IHSG terjadi setelah indeks ditutup melemah 0,38% pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Sebelumnya, IHSG sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan, sebelum berbalik ke zona merah hingga penutupan.

Meski demikian, pergerakan saham pada awal perdagangan masih menunjukkan dinamika yang beragam. Sebanyak 199 saham menguat, 150 saham melemah, dan 614 saham tidak bergerak.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp188,5 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 398,8 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 31.180 kali.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%, disertai lonjakan dolar AS dan imbal hasil US Treasury, menjadi sentimen utama yang membayangi pergerakan IHSG dan rupiah.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023 dan mengisyaratkan peluang kenaikan lanjutan hingga akhir tahun. Sebanyak 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan masih ada setidaknya satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps. Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran bank sentral AS terhadap inflasi yang masih tinggi.

Keputusan tersebut langsung mendorong indeks dolar AS ke level 100,252, tertinggi sejak 12 Agustus 2026. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,004%, level tertinggi sejak Juli 2007.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan memicu perpindahan dana investor ke aset berdenominasi dolar AS. Kenaikan imbal hasil US Treasury juga dapat meningkatkan daya tarik obligasi AS dibandingkan aset negara berkembang, termasuk saham dan surat utang Indonesia.

Tekanan pasar turut diperbesar oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Kelompok Houthi disebut berhasil menguasai sejumlah wilayah dan pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis perdagangan minyak global. Bersama Selat Hormuz, jalur tersebut menjadi salah satu titik penting bagi distribusi energi dunia.

Perkembangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan dan distribusi minyak, yang dapat mempertahankan tekanan harga energi. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar risiko inflasi global sekaligus menambah beban bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, tekanan terhadap The Fed juga datang dari Presiden AS Donald Trump yang kembali mendesak penurunan suku bunga secara agresif hingga 1% atau lebih rendah. Perbedaan pandangan tersebut menambah perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter AS dan independensi bank sentral.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah perkembangan, mulai dari penerapan pemungutan PPh pedagang online melalui marketplace pada 1 Oktober 2026 hingga penindakan OJK terhadap emiten yang melanggar ketentuan pasar modal.

Sementara itu, pasar global akan menantikan rilis klaim pengangguran AS dan inflasi final Zona Euro Agustus 2026, serta keputusan suku bunga Bank of England (BoE). Data dan keputusan tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi global dan arah kebijakan moneter bank sentral.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Prajogo (PTRO) Akuisisi Perusahaan Jasa Pelabuhan RI

Emiten Prajogo (PTRO) Akuisisi Perusahaan Jasa Pelabuhan RI

September 17, 2026
Timah Jadi Komoditas Perdana di Bursa Mineral RI

Timah Jadi Komoditas Perdana di Bursa Mineral RI

September 17, 2026
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705

September 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .