• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harta Haji Isam Tembus Rp 121 T Tapi Tak Masuk Forbes, Kenapa?

Harta Haji Isam Tembus Rp 121 T Tapi Tak Masuk Forbes, Kenapa?

October 6, 2025
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

September 22, 2026
IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

September 22, 2026
Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

September 22, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Harta Haji Isam Tembus Rp 121 T Tapi Tak Masuk Forbes, Kenapa?

12 months ago
in ENTREPRENEUR
Harta Haji Isam Tembus Rp 121 T Tapi Tak Masuk Forbes, Kenapa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harta kekayaan pengusaha asal Kalimantan Samsudin Andi Arsyad atau lebih dikenal sebagai Haji Isam kembali melesat hari ini. Naiknya harta kekayaan Haji Isam terjadi karena salah satu saham miliknya di bursa kembali diperdagangkan di papan pemantauan khusus usai mengalami suspensi. Saham Jhonlin Agro Raya (JARR) hari ini melesat naik 9,74% atau menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke 5.125 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 47,31 triliun.

JARR sendiri sepanjang tahun 2025 harganya telah naik 1.553% dan menduduki peringkat ke-6 saham dengan kenaikan harga tertinggi tahun ini.

Selanjutnya, saham yang terafiliasi dengan Haji Isam yakni Pradiksi Gunatama (PGUN) masih mengalami suspensi. Saham yang di atas kertas dimiliki dan dikendalikan oleh kedua anaknya, Liana dan Jhony, saat ini diperdagangkan di harga Rp 18.400 per saham dengan kapitalisasi pasar telah tembus Rp 105,57 triliun.

Saham emiten yang fokus bisnis di industri kelapa sawit ini telah melesat 4.239% sejak awal tahun (year-to-date/YTD) dan menjadi emiten dengan kenaikan harga tertinggi ketiga tahun ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PGUN sendiri saat ini telah menjadi emiten kelapa sawit dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, sedangkan peringkat kedua diduduki oleh JARR.

Tak hanya itu, di sektor konsumer primer sendiri saham PGUN Haji Isam hanya kalah dari Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) milik konglomerat Anthoni Salim. Saat ini kapitalisasi pasar ICBP mencapai Rp 110 triliun. Artinya jika PGUN melanjutkan reli kenaikan saham setelah suspensi dibuka, emiten Haji Isam tersebut akan menjadi emiten konsumer primer terbesar di Bursa.

Sebagai emiten konsumer terbesar nomor dua di bursa, kapitalisasi pasar PGUN telah melewati perusahaan besar seperti Indofood (INDF) milik Grup Salim, HM Sampoerna (HMSP), Unilever Indonesia (UNVR) serta peritel dengan 20.000 gerai Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).

Adapun saham JARR saat ini tercatat sebagai emiten konsumer primer terbesar ke-9 di bursa dengan kapitalisasi pasar melampaui Gudang Garam (GGRM) hingga emiten sawit Grup Astra (AALI) dan emiten sawit Grup Sinar Mas (SMAR).

Sebagai informasi, saham PGUN selalu ARA sejak 26 Agustus 2025 dan dalam reli panjangnya tersebut sempat disuspensi selama tujuh hari perdagangan. Saham PGUN terakhir kali diperdagangkan pada Senin (29/9/2025) atau telah sepekan penuh disuspensi Bursa.

Harta Haji Isam Melesat

Kekayaan Haji Isam melonjak signifikan beberapa tahun terakhir khususnya setelah perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia. Meskipun sejumlah harta kekayaannya juga digenggam lewat kepemilikan saham di perusahaan non-publik.

Berdasarkan perhitungan CNBC Indonesia, harta Haji Isam yang terikat secara langsung dan tidak langsung lewat JARR mencapai Rp 37,34 triliun. Sementara itu, harta keluarga Haji Isam yang terikat secara tidak langsung lewat PGUN mencapai 80,97 triliun. Lalu terakhir hartanya yang terikat di TEBE lewat kepemilikan tidak langsung senilai Rp 2,79 triliun. Artinya secara total harta kekayaan Haji Isam di perusahaan publik saja dan tercatat di BEI telah mencapai Rp 121,1 triliun atau mencapai US$ 7,34 miliar.

Angka tersebut diketahui lebih tinggi dari sejumlah nama besar yang lebih dulu masuk daftar orang terkaya versi Forbes, seperti bos Alfamart Djoko Susanto dengan kekayaan US$ 2,9 miliar, bos emiten tambang nikel Harita (NCKL) Lim Hariyanto dengan kekayaan US$ 5,1 miliar. Apabila mengacu pada daftar Forbes Realtime Billionaire kekayaan Haji Isam membuatnya berada di peringkat kesembilan orang terkaya RI.

Belum Masuk Forbes

Meski telah tembus Rp 121 triliun, nama Haji Isam masih belum masuk daftar orang terkaya Forbes. Namun ini bukan pertama kalinya Forbes telat merilis jajaran orang terkaya baru. Dua tahun lalu nama taipan tambang Agus Projo dan sejumlah pihak lain yang menggenggam saham AMMN baru masuk daftar orang terkaya pada publikasi tahunan di bulan Desember. Padahal Agus Projo hingga Alexander Ramlie resmi menjadi billionaire tepat saat AMMN melantai di bursa pertengahan tahun 2023.

Publikasi tersebut terkenal rutin merilis daftar orang terkaya di seluruh dunia. Daftar yang dirilis oleh Forbes bisa dikatakan dapat menjadi acuan dibandingkan dengan daftar serupa lainnya.

Dalam menghitung dan menentukan kekayaan para miliarder dunia, Forbes menggunakan nilai kekayaan bersih. Nilai kekayaan bersih merupakan perhitungan total aset kemudian dikurangi oleh total liabilitas.

Aset yang dihitung merupakan total aset keseluruhan, baik aset lancar maupun aset tetap. Sama seperti di aset, liabilitas juga dihitung keseluruhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

“Kami menilai berbagai aset, termasuk perusahaan swasta, real estat, seni, dan banyak lagi. Kami tidak berpura-pura mengetahui neraca keuangan setiap miliarder (meskipun beberapa menyediakannya). Ketika dokumentasi tidak disertakan atau tersedia, kami mengabaikan kekayaan,” tulis Forbes dalam laman resminya, dikutip Senin (6/10/2025).

Selain dari nilai kekayaan bersih, Forbes juga melakukan perhitungan dengan cara mengkalkulasi harga saham yang dimiliki oleh miliarder tersebut dan nilai tukar.

Karena harga saham dan nilai tukar selalu fluktuatif, Forbes mengakui beberapa orang bisa dengan mudah mengalami kenaikan atau penurunan posisi di daftar mereka karena hal tersebut.

Namun, perhitungan ini umumnya digunakan oleh Forbes bagi mereka yang memiliki saham di perusahaan terbuka atau yang sudah terdaftar di bursa saham.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Harta Anak Haji Isam Lenyap Rp 264 Miliar Dalam Sehari Gara-Gara Ini




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .