• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Stabil, Pasar Tunggu Kesepakatan Dagang AS & Uni Eropa

Harga Minyak Stabil, Pasar Tunggu Kesepakatan Dagang AS & Uni Eropa

July 24, 2025
OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

June 17, 2026
Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

June 17, 2026
BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

June 17, 2026
Danantara Targetkan Merger BUMN Asuransi Dimulai September 2026

Danantara Targetkan Merger BUMN Asuransi Dimulai September 2026

June 17, 2026
Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs

Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs

June 17, 2026
KB Bank PHK Massal, Ini Penjelasan OJK

KB Bank PHK Massal, Ini Penjelasan OJK

June 17, 2026
OJK Buka Suara Soal Dua Pengumuman MSCI

OJK Buka Suara Soal Dua Pengumuman MSCI

June 17, 2026
OJK Sebut Bank akan Revisi RBB Bulan Ini

OJK Sebut Bank akan Revisi RBB Bulan Ini

June 17, 2026
Video: Investor Pantau BI Rate – Ulasan MSCI, IHSG dan Rupiah Melemah

Video: Investor Pantau BI Rate – Ulasan MSCI, IHSG dan Rupiah Melemah

June 17, 2026
IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,55%

IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,55%

June 17, 2026
Punya Potensi Besar, Kontraktor Alat Berat China Masuk Minerba

Punya Potensi Besar, Kontraktor Alat Berat China Masuk Minerba

June 17, 2026
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

June 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, June 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

Harga Minyak Stabil, Pasar Tunggu Kesepakatan Dagang AS & Uni Eropa

11 months ago
in News
Harga Minyak Stabil, Pasar Tunggu Kesepakatan Dagang AS & Uni Eropa
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia bergerak stabil pada Kamis (24/7/2025) pagi, usai sempat tertekan empat sesi berturut-turut. Investor masih mencermati perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa, serta dinamika stok minyak mentah Negeri Paman Sam.

Mengacu data Refinitiv pada pukul 09.55 WIB, harga minyak Brent kontrak pengiriman September berada di US$68,64 per barel, sedikit menguat dari sesi sebelumnya di US$68,51. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$65,41 per barel, naik tipis dari posisi Rabu (23/7/2025) di US$65,25.

Pergerakan ini menandai jeda setelah rentetan pelemahan sejak awal pekan lalu, di mana Brent sempat merosot dari kisaran US$69,21 pada Senin (21/7/2025).



Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan dengan rencana penerapan tarif 15% hingga 50% untuk sejumlah mitra dagang menjelang batas negosiasi pada 1 Agustus. Tarif 15% sudah resmi diberlakukan untuk Jepang, sementara kesepakatan dengan Uni Eropa disebut “hampir tercapai” oleh pejabat UE.

Sentimen ini menjadi pedang bermata dua. Jika deal tercapai, tekanan pada permintaan global bisa mereda. Namun ketidakpastian yang berkepanjangan tetap menahan laju penguatan harga minyak.

Laporan Energy Information Administration (EIA) juga memberikan sinyal campuran. Cadangan minyak mentah nasional AS turun 3,2 juta barel pekan lalu, lebih dalam dari perkiraan analis yang hanya memproyeksi penurunan 1,6 juta barel. Namun, stok di pusat penyimpanan Cushing titik pengiriman utama WTI justru naik untuk pekan ketiga beruntun.

Menariknya, cadangan solar tetap di level musiman terendah sejak 1996, menandakan ketatnya pasokan distilat yang dapat menopang harga pada level tertentu.

Ke depan, pasar minyak akan fokus pada dua faktor utama: hasil akhir negosiasi dagang AS-UE dan data stok minyak mingguan berikutnya dari EIA. Jika kedua sentimen ini positif, harga Brent berpotensi kembali menembus area US$69-70 per barel.

CNBC Indonesia

(emb/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Harga Minyak Melesat Lagi, Perang Iran – Israel Masih Jadi Momok




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

June 17, 2026
Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

June 17, 2026
BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

June 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .