• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Masih Waspada Sanksi AS Russia

Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Masih Waspada Sanksi AS Russia

August 7, 2025
Naik 842% Dalam Setahun, BEI Suspen Saham INPS

Naik 842% Dalam Setahun, BEI Suspen Saham INPS

September 17, 2026
IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,40% ke Level 6.462

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,40% ke Level 6.462

September 17, 2026
Ekuitas GMF Kini Positif, Laba Semester I-2026 Tembus Rp193 Miliar

Ekuitas GMF Kini Positif, Laba Semester I-2026 Tembus Rp193 Miliar

September 17, 2026
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$

The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$

September 17, 2026
INET Akuisisi Perusahaan Kabel Laut, Rogoh Kocek Rp280 Miliar

INET Akuisisi Perusahaan Kabel Laut, Rogoh Kocek Rp280 Miliar

September 17, 2026
Asing Net Buy Rp77 Miliar di Sesi I, Kompak Borong 10 Saham Ini

Asing Net Buy Rp77 Miliar di Sesi I, Kompak Borong 10 Saham Ini

September 17, 2026
Eks Direktur LPS Ini Mundur Dari Komisaris Bank Woori (SDRA)

Eks Direktur LPS Ini Mundur Dari Komisaris Bank Woori (SDRA)

September 17, 2026
Bursa Mineral RI Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral RI Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

September 17, 2026
Prabowo Mau Tutup 750 BUMN, Negara Bisa Hemat Rp100 Triliun

Prabowo Mau Tutup 750 BUMN, Negara Bisa Hemat Rp100 Triliun

September 17, 2026
Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik

Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik

September 17, 2026
IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS

IHSG Menguat 0,42% Meski Pasar Tersengat Kabar Buruk dari AS

September 17, 2026
Suku Bunga The Fed Naik, Tekanan ke Rupiah & IHSG Meningkat

Suku Bunga The Fed Naik, Tekanan ke Rupiah & IHSG Meningkat

September 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, September 17, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Masih Waspada Sanksi AS Russia

1 year ago
in Lifestyle
Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Masih Waspada Sanksi AS Russia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak mentah dunia tercatat menguat tipis pada perdagangan Kamis pagi (7/8/2025), meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian soal sanksi baru Amerika Serikat terhadap Rusia.

Mengacu data Refinitiv per Kamis pukul 10.10 WIB, harga minyak Brent kontrak Oktober berada di US$67,49 per barel, naik dari posisi US$66,89 per barel sehari sebelumnya. Sementara minyak mentah WTI juga menguat menjadi US$64,99 per barel, dari US$64,35 pada perdagangan sebelumnya.



Penguatan ini sedikit mematahkan tren penurunan lima hari beruntun yang sempat menyeret Brent ke level terendah sejak 1 Juli dan WTI ke titik terendah sejak 24 Juni.

Meski begitu, pelaku pasar tetap berhati-hati. Pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang belum memberi kepastian waktu pengumuman sanksi terhadap Rusia, membuat investor memilih bersikap wait and see. “Kami akan memberikan keterangan lebih lanjut nanti hari ini,” ujar Rubio.

Sanksi ini merupakan bagian dari tekanan Presiden Donald Trump terhadap Moskow agar segera menyepakati perdamaian di Ukraina. Trump menetapkan batas waktu hingga Jumat pekan ini sebelum sanksi tambahan diberlakukan.

Rusia, sebagai produsen minyak terbesar kedua dunia setelah AS, telah mengadakan pertemuan dengan utusan AS Steve Witkoff. Kremlin menyebut pembicaraan itu “konstruktif”, meski hasil konkretnya belum terlihat.

Sebelumnya, harga minyak sempat terdongkrak sentimen pengurangan stok minyak mentah AS. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat penarikan sebesar 3 juta barel untuk pekan yang berakhir 1 Agustus, jauh lebih besar dari proyeksi 600 ribu barel oleh analis dalam survei Reuters.

Namun, faktor geopolitik kembali membayangi. Trump baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif tambahan 25% terhadap barang-barang impor dari India, menyusul tuduhan pembelian minyak Rusia secara tidak langsung. India bersama China adalah dua pasar terbesar minyak Rusia.

Analis Rystad Energy, Janiv Shah, mencatat pasar masih menunggu dampak nyata dari tarif tersebut. “Harga sempat naik karena potensi tarif baru terhadap India, tapi pasar menunggu implementasi resminya serta bagian mana dari pasar yang akan terdampak,” ujarnya.

Sentimen lainnya datang dari kemungkinan peningkatan pasokan OPEC+, termasuk Rusia, yang berpotensi meredam gangguan pasokan akibat sanksi. Di sisi lain, kunjungan PM India Narendra Modi ke China minggu ini juga menambah lapisan ketegangan geopolitik, dengan potensi meredakan konflik bilateral tapi memperkeruh hubungan dengan AS.

Dengan ketidakpastian masih mendominasi, pelaku pasar cenderung memilih menahan diri hingga arah kebijakan AS terhadap Rusia benar-benar jelas.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Harga Minyak Dunia Kian Panas, Brent Tembus US$ 67




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Naik 842% Dalam Setahun, BEI Suspen Saham INPS

Naik 842% Dalam Setahun, BEI Suspen Saham INPS

September 17, 2026
IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,40% ke Level 6.462

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,40% ke Level 6.462

September 17, 2026
Ekuitas GMF Kini Positif, Laba Semester I-2026 Tembus Rp193 Miliar

Ekuitas GMF Kini Positif, Laba Semester I-2026 Tembus Rp193 Miliar

September 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .