• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Video:Prabowo Berhentikan Kepala Bakom, Lantik Syahganda Nainggolan

Video:Prabowo Berhentikan Kepala Bakom, Lantik Syahganda Nainggolan

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

Bos OJK Ungkap RI Bakal Punya 5 Bank Syariah Jumbo di 2027

October 2, 2026
Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah

October 2, 2026
Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

Curi Start, Bos Erajaya Ungkap Strategi Memperkuat Bisnis di 2027

October 2, 2026
BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

BI Buka Keran Repo Surat Utang SMF, Transaksi Tembus Rp1,25 T

October 2, 2026
IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

IHSG Happy Weekend, Menguat 0,46% ke Level 6.036

October 2, 2026
Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG

October 2, 2026
Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

Baru Dibuka BI, Repo Surat Utang SMI Tembus Rp60 Miliar

October 2, 2026
Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

October 2, 2026
Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

Asuransi BUMN Bakal Ramping, Aksi Merger Rampung Akhir Tahun

October 2, 2026
Dicoret MSCI & FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham

Dicoret MSCI & FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham

October 2, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

2 hours ago
in Market
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau
Share on FacebookShare on Twitter




Bogor, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyatakan perusahaan siap mengambil peran lebih besar sebagai Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah sekaligus instrumen fiskal untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

Menurut Yudistian, kesiapan tersebut ditopang oleh pengalaman panjang perusahaan di sektor panas bumi, kapasitas pembangkit yang telah beroperasi maupun yang sedang dikembangkan, hingga kemampuan teknis dan finansial yang dimiliki perseroan.

“Jadi secara readiness, Geo Dipa untuk dipersiapkan menjadi fiscal tools green economy itu sudah siap untuk menjalankan ini,” kata Yudistian dalam Media Gathering Kementerian Keuangan di Bogor, Jumat (2/10/2026).

Dari sisi infrastruktur, Geo Dipa saat ini mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi berkapasitas sekitar 120 megawatt (MW). Perseroan juga tengah membangun tambahan kapasitas 110 MW serta menyiapkan proses pengadaan untuk proyek pengembangan baru dengan kapasitas yang sama.

Dengan demikian, total kapasitas panas bumi yang dikelola dan sedang dikembangkan Geo Dipa mendekati 400 MW.

“Secara teknikal kita siap. Hari ini kami mengoperasikan 120 MW pembangkit, sedang membangun 110 MW dan sedang menyiapkan procurement untuk tambahan 110 MW lagi,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi aset pembangkit, Geo Dipa juga mengandalkan pengalaman sekitar 24 tahun dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) pembangkit panas bumi, termasuk kegiatan eksplorasi.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting apabila pemerintah memberikan mandat yang lebih luas kepada Geo Dipa dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Untuk pengembangan EBT di luar panas bumi, Yudistian menilai diperlukan kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) lain yang memiliki kompetensi spesifik di masing-masing sektor.

Sebagai contoh, pengembangan energi hidro dapat dilakukan bersama PT PLN (Persero), PT Brantas Abipraya, maupun BUMN karya lainnya yang telah memiliki pengalaman sebagai pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga air.

“Dengan model seperti ini, Geo Dipa tidak harus membangun seluruh kapasitas EBT sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pengembangan energi hijau yang terintegrasi,” katanya.

Dari sisi keuangan, Yudistian menilai Geo Dipa juga memiliki fondasi yang kuat untuk menjalankan peran sebagai instrumen fiskal pemerintah.

Ia menyebut perseroan telah mengantongi peringkat kredit AAA serta memperoleh skor ESG sebesar 63 berdasarkan penilaian S&P Global.

“Secara finansial Geo Dipa sudah memiliki rating AAA dan juga ESG rating yang termasuk tiga tertinggi di Indonesia menurut standar S&P Global. Skor kami 63, masuk 25 besar di Asia dan 50 besar dunia untuk sektor utilitas,” ungkapnya.

Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau

Yudistian menjelaskan, Geo Dipa tidak akan bekerja sendiri. Perusahaan mengusulkan pembentukan ekosistem ekonomi hijau yang melibatkan berbagai SMV di bawah Kementerian Keuangan.

Dalam skema tersebut, Geo Dipa dapat berperan sebagai penyedia energi hijau. Sementara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dapat mendukung pembangunan pembangkit baru sekaligus pembiayaan kawasan industri hijau.

Adapun PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dapat berperan dalam penyediaan penjaminan proyek, sedangkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mendukung pembiayaan sektor perumahan dan infrastruktur pendukung bagi tenaga kerja di kawasan industri hijau.

Di sisi lain, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dapat mendukung pembiayaan ekspor produk dan aktivitas industri hijau yang berorientasi global.

Ekosistem tersebut juga dapat diperkuat oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Menurut Yudistian, infrastruktur digital yang dimiliki Geo Dipa juga telah siap untuk mendukung peran perusahaan sebagai SMV sekaligus instrumen fiskal dalam pengembangan ekonomi hijau nasional.

“Ekosistem ini bisa digunakan Kementerian Keuangan sebagai inisiator atau pioneering untuk menciptakan ekosistem green economy. Ketika sudah berkembang dan regulasinya terbentuk dengan baik, maka pemain-pemain lain bisa masuk ke dalam ekosistem tersebut,” ujarnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video:Prabowo Berhentikan Kepala Bakom, Lantik Syahganda Nainggolan

Video:Prabowo Berhentikan Kepala Bakom, Lantik Syahganda Nainggolan

October 2, 2026
Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

Geo Dipa Siap Jadi Alat Fiskal Ekonomi Hijau

October 2, 2026
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung

October 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .