• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

July 10, 2025
Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

July 31, 2026
Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

July 31, 2026
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

July 31, 2026
Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Paling Tajir Dimuka Bumi

Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Paling Tajir Dimuka Bumi

July 31, 2026
Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Gembok Perdagangan 72 Emiten

Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Gembok Perdagangan 72 Emiten

July 31, 2026
Pelaku Usaha Tambang Nikel Cs Berdarah-Darah, Ekspornya Tersandera LTJ

Pelaku Usaha Tambang Nikel Cs Berdarah-Darah, Ekspornya Tersandera LTJ

July 31, 2026
Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

July 31, 2026
Bursa Asia Menguat, Kospi KoreaNaikDitopang Saham Teknologi

Bursa Asia Menguat, Kospi KoreaNaikDitopang Saham Teknologi

July 31, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200

IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200

July 31, 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040

July 31, 2026
Sahamnya Ada yang Naik 200%, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini

Sahamnya Ada yang Naik 200%, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini

July 31, 2026
Pantau 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Pantau 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 31, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 31, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

1 year ago
in Market
Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden AS Donald Trump tetap mengenakan tarif impor 32% kepada Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan melalui surat yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 32% kepada Indonesia mulai Agustus 2025. Bukan hanya Indonesia yang terkena tarif impor besar dari Amerika Serikat. Negara-negara seperti Kamboja dan Thailand bahkan berpotensi dikenakan tarif yang lebih tinggi. Mereka dikenakan tarif sebesar 36%.

Secara keseluruhan kenaikan tarif impor AS itu akan berdampak negatif pada barang-barang ekspor RI. Hal itu tentunya akan berdampak ke emiten yang memiliki eksposur tinggi penjualan ke luar negeri.

Berdasarkan CNBC Indonesia Research, berikut emiten yang akan terdampak: 

1. WOOD

Emiten yang bergerak di bidang furniture kayu, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) akan menjadi salah satu perusahaan yang kena dampak paling signifikan dari kebijakan tarif Trump.

Menurut data laporan keuangan sampai akhir tahun lalu, WOOD mencatat penjualan ekspor ke AS mencapai Rp2,52 triliun, setara 90,27% dari total penjualan yang senilai Rp2,79 triliun.

Bisa dibilang penjualan ke benua Amerika menjadi bisnis utama-nya saat ini. Dengan tarif yang naik, maka beban perusahaan akan membengkak. Tahun lalu saja beban pokok pendapatan sudah melambung ke atas 38% secara tahunan (yoy), sementara total beban usaha naik 2,26%.

2. PMMP

Berikutnya, ada perusahaan yang menjual udang beku, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) juga terpantau akan kena dampak cukup besar dari kenaikan tarif ke AS.

Perusahaan yang masih terafiliasi dengan Kaesang ini punya bisnis utama ekspor udang beku ke beberapa negara, dan Amerika menjadi tujuan utama penjualan mereka.

Sampai September 2024 lalu, kontribusi penjualan ke AS ini mencapai US$ 42,33 juta, setara 66,80% dari total penjualan yang senilai US$ 63,37 juta.

Dengan kondisi seperti ini, tantangan PMMP untuk mencetak laba semakin sulit. Pasalnya, sampai akhir kuartal ketiga tahun lalu perusahaan ini masih menelan pil pahit kerugian sebesar US$15,26 juta atau Rp240,07 miliar (kurs Rp15.732 per dolar AS).

3. SMSM

Berikutnya ada perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang juga akan ikut terdampak dari kenaikan tarif impor AS.

Perusahaan yang punya bisnis otomotif dan mesin industri ini melakukan penjualan ekspor ke negeri Paman Sam pada akhir 2024 lalu mencpai Rp818,73 miliar, setara 15,85% dari total penjualan senilai Rp5,16 triliun.

Meskipun ekspor ke AS bukan penyumbang utama pendapatan, tetapi dengan adanya tarif itu potensi penyusutan ekspor kesana potensi berkurang atau bisa meningkatkan beban yang mana ini bisa menekan laba ke depannya.

4. TKIM dan INKP

Berikutnya ada dua perusahaan kertas yang masih satu naungan grup Sinarmas, yakni PT PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Dua perusahaan itu punya penjualan ekspor lebih dari 50%, dan salah satu negara yang dituju adalah Amerika Serikat (AS).

Sampai akhir 2024 lalu, INKP mencatat porsi penjualan ke AS sebanyak 4,30%, sementara TKIM sebanyak 3,32%. Meskipun tidak banyak, tetapi ini perlu diantisipasi karena bisa meningkatkan beban atau bisa meningkatkan porsi penjualan yang mana bisa menggerus pangsa pasar dua perusahaan itu di pasar global.

5. ICBP dan INDF

Berikutnya ada perusahaan consumer good yang jualan mie instant dan bumbu-bumbu dapur masakan andalan Tanah Air, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan induk usahanya, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Berbagai produk dengan merk Indofood atau mie instant dengan merk Indomie kerap ditemukan di berbagai wilayah di penjuru dunia, termasuk AS.

Meskipun secara porsi tidak banyak, dalam laporan keuangan 2024, ICBP dan INDF sama-sama mencatatkan penjualan ekspor ke negara lain-lain, masing-masing mencapai 4,29% dan 2,85%.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Sri Mulyani Happy Rupiah hingga Saham RI Berbalik Hijau




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

Dikabarkan Merger Dengan Pelita Air, Bos Garuda Indonesia Buka Suara

July 31, 2026
Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

July 31, 2026
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

July 31, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .