• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

July 29, 2025
Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

April 26, 2026
Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

April 26, 2026
BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Sebab Pengusaha Khawatir Investor Alas Kaki Lari ke India Cs

Sebab Pengusaha Khawatir Investor Alas Kaki Lari ke India Cs

April 26, 2026
BYD Ungkap Nasib Nama Merek Denza di RI Usai Kalah di MA

BYD Ungkap Nasib Nama Merek Denza di RI Usai Kalah di MA

April 26, 2026
Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis

Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis

April 26, 2026
Perang Ancam Daya Beli, Gimana Nasib Bisnis Pembiayaan 2026?

Perang Ancam Daya Beli, Gimana Nasib Bisnis Pembiayaan 2026?

April 26, 2026
Pecahan Rupiah Ini Bakal Tak Laku Lagi, Cek Batas Waktu Penukarannya

Pecahan Rupiah Ini Bakal Tak Laku Lagi, Cek Batas Waktu Penukarannya

April 26, 2026
Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia

Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia

April 26, 2026
Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

April 25, 2026
Daftar 10 Saham Multibagger, Paling Cuan Sejak 1945!

Daftar 10 Saham Multibagger, Paling Cuan Sejak 1945!

April 25, 2026
Febriany Danantara Bicara Transformasi BUMN, Singgung Peran Pemimpin

Febriany Danantara Bicara Transformasi BUMN, Singgung Peran Pemimpin

April 25, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, April 26, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi

9 months ago
in Market
Dear Mr Trump, Perang Dagang Tak Membuat Wall Street Takut Lagi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Dagang melalui tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memasuki deadline terbaru, untuk kesekian kali, 1 Agustus 2025. Namun Wall Street sepertinya tidak takut lagi dengan “ancaman” Trump tersebut.

Hal ini berbeda dengan pengumuman sebelumnya pada 2 April. Kala itu, pasar khawatir pernyataan yang dielu-elukan Trump sebagai “hari pembebasan” memicu inflasi dan menyebabkan perlambatan atau resesi di AS.

Dengan perkembangan terbaru, tarif yang akan Trump berikan ke negara-negara pengekspor barang ke Paman Sam sepertinya akan berkisar di 15% hingga 20%. Analis juga melihat pertumbuhan global akan lebih kuat, dampak inflasi ke AS tak semenakutkan sebelumnya serta ada “pelonggaran kondisi keuangan” yang secara umum sudah dilakukan.

Mengutip CNBC International, JPMorgan Chase misalnya, telah menurunkan risiko resesi dari level 60% pada hari pembebasan menjadi 40%. Meski masih lebih tinggi dari biasanya tetapi angka itu tidak terlalu pesimistis.

“Tarif adalah kenaikan pajak atas pembelian barang-barang asing oleh AS, tetapi hambatan pajak ini kemungkinan tidak akan cukup besar untuk menggagalkan ekspansi AS,” kata Kepala Ekonom JPMorgan, Bruce Kasman, dalam sebuah catatan, dikutip Selasa (29/7/2025).

Seperti bank-bank lain, bank tersebut juga memperkirakan tarif Trump akan mengakibatkan putaran pembalasan yang merugikan secara global. Namun peningkatan “pembatasan perdagangan global” itu, dikatakan telah berubah menjadi langkah sederhana menuju pembukaan pasar bagi AS.

Wall Street

Kesepakatan tarif antara AS dan Uni Eropa (UE) Senin, merupakan “klimaks” dari turunnya kekhawatiran itu. Komentar di Wall Street menggemakan keyakinan bahwa risiko resesi telah mereda, meskipun tarif masih berpotensi kuat untuk memberikan dampak yang menghambat pertumbuhan.

“Kami masih yakin bahwa hasil yang paling mungkin adalah pertumbuhan yang lambat dan inflasi yang kuat: Bukan resesi,” tulis ahli strategi Morgan Stanley, Michael Zezas.

“Tetapi latar belakang di mana dampak buruk perdagangan dan kontrol imigrasi terhadap pertumbuhan lebih besar daripada dorongan dari deregulasi dan kemurahan hati fiskal,” ujarnya.

Zezas mengatakan memang masih banyak masalah lain yang perlu diselesaikan sebelum batas waktu 1 Agustus yang diberlakukan Trump. Itu masih dapat mengakibatkan pungutan signifikan yang memengaruhi mitra dagang utama AS, termasuk Jepang dan lainnya.

“Perselisihan perdagangan (memang) dapat dengan mudah mengarah ke resesi ringan,” tambah Zezas.

“(Namun) singkatnya, kami melihat hasil ekonomi AS condong ke arah perlambatan, tapi ada lebih banyak kejelasan tentang situasi fiskal dan defisit yang kini membebani, (jadi) risiko resesi substansial mulai mereda,” jelasnya.

The Fed

Sebenarnya, hal lain yang diperhatikan pasar adalah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed/Fed). Kesepakatan AS-Eropa akan memberi The Fed lebih banyak hal untuk dicermati minggu ini.

The Fed sendiri akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru Rabu waktu AS. Sejak Trump menjabat, The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya, sebagian besar karena para pembuat kebijakan berhati-hati terhadap dampak tarif terhadap inflasi.

Analis meyakini The Fed akan menyetujui penurunan suku bunga pada bulan September. Fakta itu tampaknya akan terjadi jika ekonomi melemah sementara inflasi terkendali.

“Tarif efektif secara signifikan lebih tinggi daripada di awal tahun,” tulis ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst.

“Namun dengan tarif mitra dagang utama yang stabil mendekati 15% dibandingkan tarif yang jauh lebih tinggi yang diusulkan pada 2 April, pasar dan pejabat Fed akan semakin yakin bahwa hambatan terhadap pertumbuhan dan risiko kenaikan inflasi akan moderat,” ujarnya lagi.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

April 26, 2026
Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

April 26, 2026
BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .