• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Ambrol! Kospi Korea Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

Bursa Asia Ambrol! Kospi Korea Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

July 28, 2026
Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

July 28, 2026
Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

July 28, 2026
Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

July 28, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Ambrol! Kospi Korea Terjun 10%, Ini Biang Keroknya

15 hours ago
in Market
Bursa Asia Ambrol! Kospi Korea Terjun 10%, Ini Biang Keroknya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia berguguran pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dipimpin oleh kejatuhan pasar Korea Selatan setelah saham-saham semikonduktor dihantam aksi jual besar-besaran. Indeks acuan Kospi bahkan sempat terkena trading halt sebelum akhirnya memperdalam pelemahan hingga lebih dari 10%.

Korea Exchange (KRX) mengumumkan penghentian sementara perdagangan pada pukul 10.13 waktu setempat setelah KOSPI merosot 542,24 poin atau 8,02% ke level 6.213,51 dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.

Trading halt diberlakukan ketika Kospi turun sedikitnya 8% dan bertahan di level tersebut selama satu menit. Setelah diaktifkan, seluruh perdagangan saham di Korea Securities Market, kecuali obligasi, dihentikan selama 20 menit. Investor hanya dapat memasukkan order pembatalan selama periode tersebut.

Usai penghentian sementara berakhir, perdagangan kembali dibuka melalui mekanisme single-price call auction selama 10 menit. Penghentian juga berlaku untuk perdagangan derivatif berbasis ekuitas, termasuk kontrak berjangka (equity futures) dan futures spread.

Mengutip Reuters, aksi jual di Korea Selatan terjadi di tengah gelombang pelemahan saham teknologi global yang dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Investor mulai mempertanyakan apakah investasi raksasa di sektor AI akan mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan, setelah reli spektakuler saham-saham teknologi selama dua tahun terakhir.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Wall Street Journal melaporkan Nvidia tengah berdiskusi untuk memberikan jaminan pembiayaan sekitar US$250 miliar kepada OpenAI sebagai bagian dari proyek pembangunan pusat data berskala besar. Saham Nvidia pun turun sekitar 5% pada perdagangan sebelumnya, sementara Philadelphia Semiconductor Index (SOX) di Wall Street terkoreksi 2,2%.

Pada saat yang sama, laporan The Information menyebut perusahaan China Shanghai Yuliangsheng mulai memproduksi massal mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV), teknologi penting dalam pembuatan chip yang selama ini didominasi perusahaan Belanda ASML. Kabar tersebut memicu kekhawatiran bahwa China semakin cepat mengejar ketertinggalan dalam industri semikonduktor.

Sentimen itu membuat saham ASML anjlok lebih dari 8% di Amsterdam pada perdagangan sebelumnya dan memicu aksi jual di saham-saham chip Asia.

Di Korea Selatan, dua raksasa semikonduktor SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing merosot sekitar 13%, menjadi penekan utama KOSPI. Kedua saham tersebut kini telah kehilangan hampir 50% dari rekor tertingginya yang dicapai bulan lalu, sementara KOSPI sendiri telah terkoreksi lebih dari 30% dari level puncaknya.

Di Jepang, saham produsen memori Kioxia anjlok 18%, sedangkan Advantest dan Tokyo Electron masing-masing merosot sekitar 11%. Di Taiwan, saham TSMC juga tertekan sehingga menyeret indeks Taiex turun lebih dari 4%.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,24% ke 62.177,31, sementara Taiex Taiwan melemah 4,21% ke 41.798,23.

Di China, indeks Shenzhen Component turun 3,42% ke 13.664,80, sedangkan Shanghai Composite melemah 0,98% ke 3.820,52. Saham CXMT Corp, yang sehari sebelumnya melonjak 466% saat debut di Bursa Shanghai, juga terkoreksi sekitar 7% pada perdagangan pagi.

Tekanan juga terjadi di Asia Tenggara. Indeks PSEi Filipina melemah 1,21%, FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 0,29%, dan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,20%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong masih menguat tipis 0,06%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru naik 0,26%.

Di luar sektor teknologi, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Harga minyak Brent melanjutkan penurunan setelah sehari sebelumnya anjlok hampir 9%, seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan positif dan terdapat “peluang besar” tercapainya kesepakatan.

Meski harga minyak turun dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,64%, pasar masih memperkirakan sekitar 38% peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .