
Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan laba bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp326 triliun pada 2025. Dia menegaskan angka tersebut diperoleh seiring dengan pembenahan BUMN yang dilakukan secara besar-besaran dalam enam bulan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3% dari 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” kata Prabowo.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak ingin ada toleransi terhadap permainan angka dalam laporan kinerja BUMN. Menurutnya, pemerintah harus menggunakan data yang benar dan tepat.
“Saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau toleransi permainan angka. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut membeberkan kinerja sejumlah BUMN pada enam bulan pertama 2026. Dia menyebut sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan lonjakan laba bersih.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 408,9%. Kemudian PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kenaikan laba bersih 252,8%.
Selanjutnya, laba bersih PT Pertamina (Persero) naik 86%, Pegadaian naik 84,4% seiring transformasi bisnis bank emas, Pelindo naik 60,4%, dan PTPN naik 54,4%.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks pembenahan BUMN yang menurutnya dilakukan secara besar-besaran.
“Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran,” kata Prabowo.
(mkh/mkh)


















