Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak melonjak pagi ini, dorongan utamanya masih sama, pasokan global yang tersendat di jalur paling krusial dunia.
Berdasarkan Refinitiv per Kamis (30/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak acuan melonjak tajam. Brent berada di level US$120,81 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$108,17 per barel. Kenaikan ini memperpanjang reli yang sudah berlangsung hampir dua pekan terakhir.
Dalam hitungan harian, lonjakan terlihat konsisten. Brent naik dari US$118,03 pada 29 April dan hanya dalam tiga hari sudah melesat hampir US$10 dari posisi 28 April di US$111,26. Jika ditarik lebih jauh, sejak 17 April yang masih di kisaran US$90,38, harga sudah melonjak lebih dari 30%. WTI bergerak dengan pola serupa, dari US$83,85 pada 17 April menjadi US$108,17 hari ini.
Tekanan utama datang dari konflik di Timur Tengah yang belum menemukan titik temu. Negosiasi terkait perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih buntu. Kondisi ini membuat pasar memperhitungkan gangguan pasokan yang bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Situasi makin sensitif karena jalur distribusi utama, Selat Hormuz, belum sepenuhnya pulih. Iran masih membatasi lalu lintas kapal, sementara Amerika Serikat memperketat tekanan terhadap ekspor Iran. Jalur ini selama ini menjadi nadi distribusi energi global, sehingga setiap hambatan langsung terasa ke harga.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati respons produsen. OPEC+ dikabarkan hanya akan menambah produksi dalam jumlah terbatas, sekitar 188 ribu barel per hari. Tambahan ini relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi pasokan yang hilang akibat konflik.
Dinamika internal juga ikut memanaskan sentimen. Uni Emirat Arab dijadwalkan keluar dari OPEC mulai 1 Mei. Langkah ini berpotensi mengurangi kemampuan kartel dalam mengatur keseimbangan pasar, meski dalam jangka pendek dampaknya belum signifikan karena produksi negara-negara Teluk masih butuh waktu untuk kembali normal.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Add
as a preferred
source on Google


















