• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Dolar AS Sentuh Rp18.050

Breaking News! Dolar AS Sentuh Rp18.050

June 8, 2026
Cadangan Devisa RI Anjlok US,3 M di Bulan Mei, Jadi US4,9 M

Cadangan Devisa RI Anjlok US$1,3 M di Bulan Mei, Jadi US$144,9 M

June 8, 2026
Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

June 8, 2026
Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

June 8, 2026
Emiten Prajogo Ini Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

Emiten Prajogo Ini Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

June 8, 2026
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

June 8, 2026
Daftar Pipeline IPO Berkurang Jadi 12 Calon Emiten, Ini Kata Bos BEI

Daftar Pipeline IPO Berkurang Jadi 12 Calon Emiten, Ini Kata Bos BEI

June 8, 2026
RUPS MEDC Ketok Dividen US Juta & Angkat Royke Jadi Komisaris

RUPS MEDC Ketok Dividen US$87 Juta & Angkat Royke Jadi Komisaris

June 8, 2026
Ini Penyebab IHSG Pagi Ini Ambruk 4,39%

Ini Penyebab IHSG Pagi Ini Ambruk 4,39%

June 8, 2026
Sudah Tutup Pabrik & Ratusan Toko, BATA Masih Boncos Rp116 Miliar

Sudah Tutup Pabrik & Ratusan Toko, BATA Masih Boncos Rp116 Miliar

June 8, 2026
Breaking News! Sell Off Hantam Pasar, IHSG Turun 4% Lebih

Breaking News! Sell Off Hantam Pasar, IHSG Turun 4% Lebih

June 8, 2026
Breaking News! Pasar Panik, IHSG Turun 4% Lebih

Breaking News! Pasar Panik, IHSG Turun 4% Lebih

June 8, 2026
Breaking News! Dolar Melesat ke Rp18.100

Breaking News! Dolar Melesat ke Rp18.100

June 8, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, June 8, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Breaking News! Dolar AS Sentuh Rp18.050

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Breaking News! Dolar AS Sentuh Rp18.050
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (8/6/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di zona merah dengan terkoreksi 0,22% ke level Rp18.050/US$.

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (5/6/2026), mata uang Garuda berhasil ditutup menguat tipis 0,06% ke level Rp18.010/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,07% ke posisi 99,998.

Meski melemah pada pagi ini, posisi DXY masih berada di level yang cukup tinggi. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, DXY bahkan menguat tajam 0,66% hingga kembali menembus level 100.


Posisi indeks dolar AS yang masih tinggi membuat ruang penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah, cenderung terbatas.

Dolar AS sebelumnya menguat setelah data tenaga kerja Amerika Serikat periode Mei dirilis lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa langkah berikutnya dari bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berpotensi berupa kenaikan suku bunga.

Selain itu, dolar AS juga masih mendapat dukungan dari permintaan aset aman atau safe haven. Hal ini terjadi karena Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan banyak kemajuan dalam pembicaraan mengenai kesepakatan damai sementara.

Di sisi lain, Konflik antara Israel dan milisi Hizbullah masih berlanjut di Lebanon. Iran disebut tetap menuntut gencatan senjata di Lebanon sebelum menerima kesepakatan dari AS untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Sabtu (6/6/2026) akhir pekan lalu.

Konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad tersebut bertujuan menunjukkan sinergi fiskal dan moneter yang semakin erat di tengah tekanan terhadap rupiah.

“Pada hari ini DPR sengaja berkumpul dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi,” ujar Dasco dalam konferensi pers saat itu.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pertemuan tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah, meskipun dampaknya lebih bersifat menahan tekanan ketimbang langsung membalikkan arah secara kuat.

“Menurut saya, pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur BI di DPR dapat memberi pengaruh positif terhadap pergerakan rupiah pada Senin 8 Juni 2026, tetapi pengaruhnya kemungkinan lebih bersifat menahan tekanan, bukan langsung membalikkan arah secara kuat,” kata Josua kepada CNBC Indonesia.

Menurut Josua, komitmen untuk memperkuat koordinasi, menjaga daya tarik imbal hasil aset rupiah, dan memastikan ketersediaan likuiditas dapat membantu meredakan kekhawatiran jangka pendek.

“Namun, penguatan rupiah tetap sangat bergantung pada apakah komitmen tersebut segera diikuti langkah nyata, bukan hanya pernyataan bersama,” tegasnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Cadangan Devisa RI Anjlok US,3 M di Bulan Mei, Jadi US4,9 M

Cadangan Devisa RI Anjlok US$1,3 M di Bulan Mei, Jadi US$144,9 M

June 8, 2026
Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

June 8, 2026
Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

June 8, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .