• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! IHSG Makin Longsor, Anjlok 2% Lebih Dekati Level 5.600

Breaking! IHSG Makin Longsor, Anjlok 2% Lebih Dekati Level 5.600

June 5, 2026
Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

June 5, 2026
Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

June 5, 2026
OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

June 5, 2026
OJK Ingatkan Hati-Hati Modus Penipuan Nonton Iklan Hingga Drama China

OJK Ingatkan Hati-Hati Modus Penipuan Nonton Iklan Hingga Drama China

June 5, 2026
Purbaya Goes to China, Panda Bond Segera Meluncur Bulan Ini

Purbaya Goes to China, Panda Bond Segera Meluncur Bulan Ini

June 5, 2026
Video: Rupiah, 'Kok' Lemah?

Video: Rupiah, 'Kok' Lemah?

June 5, 2026
OJK Buka-Bukaan Penyebab IHSG Ambruk

OJK Buka-Bukaan Penyebab IHSG Ambruk

June 5, 2026
Breaking News! IHSG Ditutup Turun 4,2%

Breaking News! IHSG Ditutup Turun 4,2%

June 5, 2026
Bank Aladin Syariah Jaga Kinerja Positif & Perluas Penetrasi Digital

Bank Aladin Syariah Jaga Kinerja Positif & Perluas Penetrasi Digital

June 5, 2026
Klaim Asuransi Melonjak Tinggi per April 2026

Klaim Asuransi Melonjak Tinggi per April 2026

June 5, 2026
Rupiah Tembus Rp 18.000, OJK Beberkan Kondisi Bank di RI

Rupiah Tembus Rp 18.000, OJK Beberkan Kondisi Bank di RI

June 5, 2026
Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,98 Triliun Pada April 2026

Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,98 Triliun Pada April 2026

June 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! IHSG Makin Longsor, Anjlok 2% Lebih Dekati Level 5.600

19 hours ago
in Market
Breaking! IHSG Makin Longsor, Anjlok 2% Lebih Dekati Level 5.600
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dalam pada perdagangan Jumat (5/6/2026), melanjutkan tekanan setelah sehari sebelumnya ambruk nyaris 2%.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 0,11% di level 5.846,49. Namun tekanan jual kembali mendominasi sehingga indeks turun lebih dalam ke posisi 5.718,38 atau melemah 121 poin (-2,08%) kurang dari satu jam pasar dibuka. Pada perdagangan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.860 dan terendah di 5.714.

Mayoritas saham masih bergerak di zona merah. Tercatat sebanyak 469 saham melemah, sementara hanya 156 saham menguat dan 107 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp 6,18 triliun dengan volume perdagangan mencapai 7,81 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 648 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa terpangkas menjadi Rp10.096 triliun.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (4/6/2026) IHSG mengalami tekanan hebat. Di awal sesi, indeks sempat anjlok hingga 5% ke level 5.644,23 sebelum memangkas sebagian besar kerugiannya menjelang penutupan. IHSG akhirnya ditutup di level 5.839,78 atau melemah 1,7%, setelah sebelumnya turun 3,48% pada akhir sesi pertama.

Pergerakan investor asing menjadi sorotan utama. Pada sesi pertama, asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp179 miliar. Namun situasi berubah drastis menjelang penutupan perdagangan. Data menunjukkan investor asing membukukan total pembelian Rp12,52 triliun dan penjualan Rp13,79 triliun, sehingga berakhir dengan net sell sebesar Rp1,27 triliun di seluruh pasar.

Aksi jual terbesar terkonsentrasi pada saham-saham perbankan jumbo. BBCA dilepas asing senilai Rp475,5 miliar, disusul BBRI Rp451,6 miliar, BMRI Rp164 miliar, dan BBNI Rp106,2 miliar. Secara total, empat bank besar tersebut mencatatkan foreign sell lebih dari Rp1,19 triliun.

Koreksi berkelanjutan ini membuat IHSG kembali menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Sentimen negatif datang dari berbagai arah, mulai dari penurunan outlook Danantara Investment Management, pelemahan rupiah yang telah menembus Rp18.000 per dolar AS, hingga kekhawatiran pasar terhadap hasil penilaian lembaga pemeringkat dan evaluasi MSCI yang akan diumumkan pada Juni ini. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di Indonesia.

Sementara itu bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dengan pasar Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan.

Melansir CNBC, sentimen negatif datang setelah saham-saham teknologi di Wall Street terkoreksi pada perdagangan semalam, memicu aksi jual di sektor teknologi Asia.

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,11%, dengan saham-saham berkapitalisasi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot sekitar 6% dan 8%. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga turun 2,41%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,1% mengikuti pelemahan sektor teknologi global. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2% pada awal perdagangan.

Prospek pasar Hong Kong juga cenderung negatif. Kontrak berjangka indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di level 25.158, lebih rendah dibandingkan penutupan indeks Hang Seng pada Kamis yang berada di posisi 25.253,40.

Pelemahan pasar Asia terjadi setelah pergerakan beragam di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average justru mencetak rekor tertinggi baru setelah melonjak 874,86 poin atau 1,73% ke level 51.561,93.

Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,09% dan ditutup di level 26.830,96. Sementara itu, indeks S&P 500 masih mampu menguat 0,41% ke posisi 7.584,31.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

June 5, 2026
Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

June 5, 2026
OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

June 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .