Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah mengembalikan seluruh dana Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara senilai total Rp28 miliar yang sebelumnya digelapkan oleh eks Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah.
“Proses pengembalian dana kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara telah selesai dilaksanakan,” kata Direktur Human Capital and Compliance BNI Mudani Herlambang dalam konferensi pers di Graha BNI Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, hal ini merupakan kabar baik karena kasus ini telah menjadi isu dan perhatian publik. Hari ini, BNI telah mengembalikan dana dengan mentransfer sebesar Rp21.257.360.600 kepada CU Paroki Aek Nabara. Jumlah tersebut melengkapi pengembalian sebelumnya sebesar Rp7 miliar.
“Dengan demikian total dana yang telah dikembalikan mencapai Rp28.257.360.600 sehingga proses pengembalian dana telah tuntas,” tegasnya.
BNI juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf atas kesabaran dan kerjasama dari seluruh pihak selama proses berlangsung. “Lebih lanjut, kami melihat proses ini sebagai upaya bersama untuk menyelesaikan permasalahan secara baik,” imbuhnya.
Ia menekankan, fokus BNI adalah memastikan penyelesaian berjalan dengan lancar dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak. Di sisi lain, BNI juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat katolik seluruh Indonesia, khususnya Jemaat CU Paroki Aek Nabara serta masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama ini.
“Kami memahami kekhawatiran dan dampak yang dirasakan oleh pihak yang terdampak dalam peristiwa ini,” sebutnya.
Dengan selesai pengembalian dana ini, Ia berharap kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga. Sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama bagi seluruh perbankan, khususnya BNI akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan CU Aek Nabara Natalia Situmorang mengapresiasi kepada BNI dan pihak yang turut membantu termasuk Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Dasco yang telah memberikan atensi terhadap persoalan kasus ini.
“Kami yakin dan percaya bahwa peristiwa yang kita alami ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagi kami, dan ini kami yakin menjadi sumber berkat bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya yakin dan percaya bahwa lembaga perbankan menjadi tempat yang nyaman, baik untuk menyimpan uang. “Meskipun kadang-kadang kita kesulitan tapi inilah salah satu menjadi momen kita untuk belajar terutama untuk semakin diedukasi dalam proses penggunaan perbankan ini,” tutupnya.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google

















