• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

August 25, 2025
Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

May 2, 2026
Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

May 2, 2026
Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

May 2, 2026
Daftar 10 Orang Terkaya RI per Mei 2026

Daftar 10 Orang Terkaya RI per Mei 2026

May 2, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Mei 2026

May 2, 2026
dari Salim hingga Jusuf Hamka

dari Salim hingga Jusuf Hamka

May 2, 2026
Skor Kredit Jelek? Begini Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK

Skor Kredit Jelek? Begini Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK

May 1, 2026
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

May 1, 2026
GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

May 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

8 months ago
in Market
BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menyentil industri perbankan yang lambat menurunkan suku bunga kredit, meski suku bunga acuan BI Rate telah dipangkas sebanyak empat kali tahun ini. Per Juli 2025, suku bunga kredit berada di posisi 9,16%, tidak bergerak dari bulan sebelumnya, dan hanya turun sedikit dari posisi awal tahun sebesar 9,20%.

Para bankir mengungkapkan sejumlah alasan yang di belakangnya. Mereka kompak mengatakan adanya tantangan pada biaya pendanaan alias cost of fund (CoF) dan pertimbangan risiko kredit.

Presiden Direktur CIMB Niaga (BNGA) Lani Darmawan mengatakan suku bunga kredit tidak bisa langsung turun mengikuti penurunan BI Rate. Menurutnya, penurunan bunga kredit cenderung mengikuti penurunan CoF.

Namun, kata Lani, penurunan BI Rate diharapkan dapat menurunkan suku bunga dana pihak ketiga (DPK). Sehingga CoF bisa turun dan kemudian bunga kredit bertahap turun.

“Selama kenaikan CoF, bunga kredit relatif tidak naik. Terlihat dari tergerusnya margin atau NIM (margin bunga bersih) perbankan,” kata Lani saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Presiden Direktur Maybank Indonesia (BNII), Steffano Ridwan mengatakan hal yang serupa. Ia menyebut penurunan bunga kredit perlu didahului dengan bunga deposito.

“Penurunan suku bunga kredit akan mengikuti penurunan suku bunga deposito dulu. Kami sendiri sudah mulai menurunkan suku bunga deposito secara bertahap agar nanti bisa mulai menurunkan suku bunga kredit,” terang Steffano saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Senada, Direktur Kepatuhan OK Bank (DNAR) mengatakan pihaknya harus mempertimbangkan CoF, dalam penurunan bunga kredit.

“Jika penurunan BI Rate juga diikuti penurunan CoF, maka bunga kredit juga akan turun. Penurunan suku bunga oleh Bank tentunya akan memperhatikan kondisi internal bank serta kesehatan portofolio kredit,” katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Selain itu, ia juga menyebut ada pertimbangan likuiditas, risiko kredit, dan profit margin (NIM).

Terkait risiko kredit, Direktur Risiko, Legal, dan Kepatuhan Allo Bank (BBHI) Ganda Raharja Rusli mengatakan itu selalu membayangi perbankan.

“Pertimbangan risiko kredit akan selalu ada dan bank akan selalu menghitung risiko dan memasukkannya menjadi salah satu komponen perhitungan suku bunga kredit (risk based pricing),” ungkap Ganda saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Wakil Direktur Bank INA Perdana (BINA), Yulius Purnama Junaedi mengatakan setiap bank punya kebijakan bunga kredit masing-masing yang pastinya mempertimbangkan risiko kredit yang ada.

Keengganan perbankan menurunkan suku bunga kredit membuat bank-bank jadi “saling menunggu.”

“Saat ini kami masih pantau pergerakan suku bunga di pasar. So far kami belum melihat banyak perubahan. Mengingat kami bukan merupakan bank besar maka kami masih menjadi follower dan saat ini dalam posisi wait and see perkembangan yang ada,” kata Yulius saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Sama halnya dengan Allo Bank yang masih mengkaji respons pasar terhadap keputusan penurunan BI Rate.

“Saat kami sedang mengkaji response yang akan diambil Allo Bank atas penurunan BI Rate sambil melihat response bank-bank lain agar keputusan yang diambil Allo Bank tepat secara waktu dan juga secara rate-nya,” tukas Ganda.

Hal itu wajar, sebab perbankan mempertimbangkan pula kompetisi pasar.

“Suku bunga kredit yang diberikan bank mempertimbangkan banyak aspek, tidak hanya cost of fund, misalnya competitiveness, risiko kredit (debitur dengan profil risiko rendah, seyogyanya akn dibebankan suku bunga kredit yang juga rendah), dan seterusnya,” jelas Efdinal.

Seiring dengan keadaan ini, pertumbuhan kredit juga tercatat terus melambat, menjadi sebesar 7,03% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juli 2025. Angka itu terus melambat dari sebulan sebelumnya 7,77% yoy, yang juga melambat dari bulan Mei sebesar 8,43% yoy. Angka terkini juga makin menjauh dari rentang target pertumbuhan kredit BI sebesar 8% hingga 11% pada akhir tahu 2025.

Sementara itu, suku bunga kredit baru tercatat meningkat sebesar 17 basis poin (bps) menjadi 9,79%. Pendorongnya adalah kenaikan pada kelompok bank umum swasta nasional (BUSN).

Menurut Lani, keadaan ini mungkin terjadi pada bank-bank dengan komposisi kredit didominasi oleh yang memberikan yield yang lebih tinggi. Seperti kredit segmen ritel dan UMKM.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Di Tengah Perang Dagang AS, Begini Hasil Stress Test Perbankan RI




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

May 2, 2026
Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

May 2, 2026
Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

May 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .