• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

August 25, 2025
Diam-Diam Pengendali Emiten Ini Borong 204 Juta Saham di Harga Rp210

Diam-Diam Pengendali Emiten Ini Borong 204 Juta Saham di Harga Rp210

August 11, 2026
RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Utang

RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Utang

August 11, 2026
RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Hutang

RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Hutang

August 11, 2026
Emiten RI Ini Mau Caplok 1 Pabrik Gula Jumbo dan Bangun 2 Pabrik Baru

Emiten RI Ini Mau Caplok 1 Pabrik Gula Jumbo dan Bangun 2 Pabrik Baru

August 11, 2026
Purbaya Ungkap Ada Ide Keuntungan Danantara Masuk APBN

Purbaya Ungkap Ada Ide Keuntungan Danantara Masuk APBN

August 11, 2026
Efek RKAB-Biaya BBM Naik, Penambang Tunda Beli Truk-Alat Berat

Efek RKAB-Biaya BBM Naik, Penambang Tunda Beli Truk-Alat Berat

August 11, 2026
Dibanding Malaysia & Thailand, Pasar Pembiayaan RI Masih Sangat Besar

Dibanding Malaysia & Thailand, Pasar Pembiayaan RI Masih Sangat Besar

August 11, 2026
Asing Mulai Masuk Tapi IHSG Anjlok 1,5%-Rupiah Melemah, Kenapa?

Asing Mulai Masuk Tapi IHSG Anjlok 1,5%-Rupiah Melemah, Kenapa?

August 11, 2026
Asing Mulai Masuk Tapi IHSG Anjlok 1,5% & Rupiah Melemah

Asing Mulai Masuk Tapi IHSG Anjlok 1,5% & Rupiah Melemah

August 11, 2026
Supres Prabowo ke DPR Soal Pengawas Bursa Mineral, OJK Buka Suara

Supres Prabowo ke DPR Soal Pengawas Bursa Mineral, OJK Buka Suara

August 11, 2026
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Bos BI, Purbaya Ungkap Hal Ini

Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Bos BI, Purbaya Ungkap Hal Ini

August 11, 2026
IHSG Anjlok 1,53% Balik ke Level 6.267 Terseret Kinerja Saham Ini

IHSG Anjlok 1,53% Balik ke Level 6.267 Terseret Kinerja Saham Ini

August 11, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 11, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara

12 months ago
in Market
BI Rate Udah Turun 4 Kali, Bunga Kredit Gak Ikut, Bankir Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menyentil industri perbankan yang lambat menurunkan suku bunga kredit, meski suku bunga acuan BI Rate telah dipangkas sebanyak empat kali tahun ini. Per Juli 2025, suku bunga kredit berada di posisi 9,16%, tidak bergerak dari bulan sebelumnya, dan hanya turun sedikit dari posisi awal tahun sebesar 9,20%.

Para bankir mengungkapkan sejumlah alasan yang di belakangnya. Mereka kompak mengatakan adanya tantangan pada biaya pendanaan alias cost of fund (CoF) dan pertimbangan risiko kredit.

Presiden Direktur CIMB Niaga (BNGA) Lani Darmawan mengatakan suku bunga kredit tidak bisa langsung turun mengikuti penurunan BI Rate. Menurutnya, penurunan bunga kredit cenderung mengikuti penurunan CoF.

Namun, kata Lani, penurunan BI Rate diharapkan dapat menurunkan suku bunga dana pihak ketiga (DPK). Sehingga CoF bisa turun dan kemudian bunga kredit bertahap turun.

“Selama kenaikan CoF, bunga kredit relatif tidak naik. Terlihat dari tergerusnya margin atau NIM (margin bunga bersih) perbankan,” kata Lani saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Presiden Direktur Maybank Indonesia (BNII), Steffano Ridwan mengatakan hal yang serupa. Ia menyebut penurunan bunga kredit perlu didahului dengan bunga deposito.

“Penurunan suku bunga kredit akan mengikuti penurunan suku bunga deposito dulu. Kami sendiri sudah mulai menurunkan suku bunga deposito secara bertahap agar nanti bisa mulai menurunkan suku bunga kredit,” terang Steffano saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Senada, Direktur Kepatuhan OK Bank (DNAR) mengatakan pihaknya harus mempertimbangkan CoF, dalam penurunan bunga kredit.

“Jika penurunan BI Rate juga diikuti penurunan CoF, maka bunga kredit juga akan turun. Penurunan suku bunga oleh Bank tentunya akan memperhatikan kondisi internal bank serta kesehatan portofolio kredit,” katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Selain itu, ia juga menyebut ada pertimbangan likuiditas, risiko kredit, dan profit margin (NIM).

Terkait risiko kredit, Direktur Risiko, Legal, dan Kepatuhan Allo Bank (BBHI) Ganda Raharja Rusli mengatakan itu selalu membayangi perbankan.

“Pertimbangan risiko kredit akan selalu ada dan bank akan selalu menghitung risiko dan memasukkannya menjadi salah satu komponen perhitungan suku bunga kredit (risk based pricing),” ungkap Ganda saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Wakil Direktur Bank INA Perdana (BINA), Yulius Purnama Junaedi mengatakan setiap bank punya kebijakan bunga kredit masing-masing yang pastinya mempertimbangkan risiko kredit yang ada.

Keengganan perbankan menurunkan suku bunga kredit membuat bank-bank jadi “saling menunggu.”

“Saat ini kami masih pantau pergerakan suku bunga di pasar. So far kami belum melihat banyak perubahan. Mengingat kami bukan merupakan bank besar maka kami masih menjadi follower dan saat ini dalam posisi wait and see perkembangan yang ada,” kata Yulius saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Sama halnya dengan Allo Bank yang masih mengkaji respons pasar terhadap keputusan penurunan BI Rate.

“Saat kami sedang mengkaji response yang akan diambil Allo Bank atas penurunan BI Rate sambil melihat response bank-bank lain agar keputusan yang diambil Allo Bank tepat secara waktu dan juga secara rate-nya,” tukas Ganda.

Hal itu wajar, sebab perbankan mempertimbangkan pula kompetisi pasar.

“Suku bunga kredit yang diberikan bank mempertimbangkan banyak aspek, tidak hanya cost of fund, misalnya competitiveness, risiko kredit (debitur dengan profil risiko rendah, seyogyanya akn dibebankan suku bunga kredit yang juga rendah), dan seterusnya,” jelas Efdinal.

Seiring dengan keadaan ini, pertumbuhan kredit juga tercatat terus melambat, menjadi sebesar 7,03% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juli 2025. Angka itu terus melambat dari sebulan sebelumnya 7,77% yoy, yang juga melambat dari bulan Mei sebesar 8,43% yoy. Angka terkini juga makin menjauh dari rentang target pertumbuhan kredit BI sebesar 8% hingga 11% pada akhir tahu 2025.

Sementara itu, suku bunga kredit baru tercatat meningkat sebesar 17 basis poin (bps) menjadi 9,79%. Pendorongnya adalah kenaikan pada kelompok bank umum swasta nasional (BUSN).

Menurut Lani, keadaan ini mungkin terjadi pada bank-bank dengan komposisi kredit didominasi oleh yang memberikan yield yang lebih tinggi. Seperti kredit segmen ritel dan UMKM.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Di Tengah Perang Dagang AS, Begini Hasil Stress Test Perbankan RI




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Diam-Diam Pengendali Emiten Ini Borong 204 Juta Saham di Harga Rp210

Diam-Diam Pengendali Emiten Ini Borong 204 Juta Saham di Harga Rp210

August 11, 2026
RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Utang

RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Utang

August 11, 2026
RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Hutang

RANS Ungkap Penggunaan Dana Hasil IPO, Nagita: Buat Pelunasan Hutang

August 11, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .