• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ketakutan Jokowi di Akhir Masa Jabatan Kembali Terlihat Sekarang

Ketakutan Jokowi di Akhir Masa Jabatan Kembali Terlihat Sekarang

August 30, 2025
IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

September 21, 2026
Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

September 21, 2026
Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

Ramal Nasib Rupiah & IHSG Jika BI Rate Ditahan Vs BI Rate Naik

September 21, 2026
Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

Debitur Enggan Tarik Pinjaman, Kredit Nganggur Makin Tinggi

September 21, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825

September 21, 2026
Dolar AS Tembus Rp17.830, BI Buka Suara & Ungkap Biang Keroknya!

Dolar AS Tembus Rp17.830, BI Buka Suara & Ungkap Biang Keroknya!

September 21, 2026
PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

PBOC Kembali Tahan Suku Bunga di Level Terendah Sepanjang Sejarah

September 21, 2026
Perhatian! BI Ungkap Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah Hari Ini

Perhatian! BI Ungkap Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah Hari Ini

September 21, 2026
Bank Makin Getol Tebar Special Rate, Bos OJK Wanti-Wanti Risiko Ini

Bank Makin Getol Tebar Special Rate, Bos OJK Wanti-Wanti Risiko Ini

September 21, 2026
Pasar Pantau Potensi BI Rate Naik Lagi, IHSG & Rupiah Melemah

Pasar Pantau Potensi BI Rate Naik Lagi, IHSG & Rupiah Melemah

September 21, 2026
El Nino Intai Kredit Bank, OJK Soroti Ancaman NPL Tinggi Sektor Ini

El Nino Intai Kredit Bank, OJK Soroti Ancaman NPL Tinggi Sektor Ini

September 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ketakutan Jokowi di Akhir Masa Jabatan Kembali Terlihat Sekarang

1 year ago
in Lifestyle
Ketakutan Jokowi di Akhir Masa Jabatan Kembali Terlihat Sekarang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Sebelum masa jabatannya berakhir, Presiden Joko Widodo sempat menyorot perputaran uang yang menyusut di Indonesia. 

Jokowi menilai masalah itu muncul karena uang masyarakat kebanyakan masuk ke instrumen investasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI).

“Jangan-jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN, atau SRBI atau SVBI, sehingga yang masuk ke sektor riil menjadi berkurang,” kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023 lalu.

Setelah menyampaikan kekhawatirannya itu, likuiditas bank sempat menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mengalami akselerasi, walaupun masih terpaut jauh dibandingkan dengan pertumbuhan kredit.

Tetapi, hingga paruh pertama tahun 2025, pertumbuhan DPK kembali melambat, tidak jauh dari pertumbuhan kredit yang juga terus menurun. Per Juli, DPK tercatat tumbuh 7,00% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan itu meningkat dari Juni dan Mei yang masing-masing sebesar 6,96% dan 4,29%.

Meski demikian, pertumbuhan DPK terkini masih di bawah pertumbuhan kredit, yakni sebesar 7,77% yoy per Juli 2025. Padahal, pertumbuhan kredit melesu, sebulan sebelumnya di posisi yang sama 7,77% dan pada bulan Mei sebesar 8,43%.

Kondisi ini terjadi seiring dengan menurunnya alokasi pengeluaran warga Indonesia untuk tabungan, bahkan sampai mencetak rekor terendah, setidaknya hingga 2019.

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia (BI) periode Juli 2025 yang baru dirilis pada awal bulan (8/8/2025), proporsi alokasi pengeluaran untuk konsumsi di Juli 2025 sebesar 75,4% naik dari bulan sebelumnya yakni 75,1%. Sementara alokasi untuk cicilan pinjaman di Juli sebesar 10,9% naik tipis dari 10,8% pada Juni.

Hal yang paling menarik dari survei Juli ini adalah persentase alokasi untuk tabungan yang tercatat pada Juli hanya sebesar 13,7% turun lebih dari 100 basis poin (bps) dari periode Juni yang sebesar 14,9%, sekaligus mencatatkan yang proporsi yang terendah sepanjang sejarah survey dilakukan.

Pengeluaran masyarakat Indonesia untuk ditabung terus mengalami penurunan. Berdasarkan data survey BI bahwa proporsi pengeluaran masyarakat untuk tabungan pada Juli 2025 mengalami penyusutan di seluruh kelompok pengeluaran dibandingkan Januari 2023.

Penurunan paling tajam tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta per bulan, di mana proporsi untuk tabungan anjlok dari 18,8% menjadi hanya 13,9% atau turun sekitar 4,9 poin.

Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta dan Rp3,1-Rp4 juta juga mencatat penurunan masing-masing sebesar 3,6 poin menjadi 13,6% dan 13,7%.

Untuk survey berdasarkan kelompok masyarakat dengan penghasilan lebih dari Rp5 juta per bulan juga mengalami penurunan dengan proporsi tabungan turun dari 18,6% di Januari 2023 menjadi 15,8% pada Juli 2025 atau turun 2,8 poin.

Merosotnya proporsi pengeluaran masyarakat untuk tabungan ini terjadi seiring dengan meningkatnya pengeluaran untuk konsumsi.

Kenaikan harga barang untuk kebutuhan pokok, beban utang, membuat banyak masyarakat perlu untuk mengeluarkan uang lebih besar untuk konsumsi dan mengorbankan pengeluaran untuk tabungan mereka.

Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan bahwa tabungan orang kaya bertumbuh tinggi jauh melampaui tabungan nasabah kelas menengah bawah.

Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa simpanan tiering di bawah Rp100 juta hanya bertumbuh 4,76% yoy per Juli 2025. Sementara itu, simpanan tiering di atas Rp5 miliar bertumbuh 9,45% yoy pada periode yang sama.

“Jadi kelihatannya yang di atas tumbuhnya lebih kencang dibanding yang bawah ya,” kata Purbaya saat Konferensi Pers Penetapan TBP LPS, di Kantor Pusat LPS, Pacific Century Place, Selasa (26/8/2025).

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Genjot Likuiditas Saat DPK “Seret”, Perbankan Diminta Lakukan Hal Ini




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

September 21, 2026
Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

OJK Wajibkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Miliki Modal Rp1 T

September 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .