• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Parkir di Rp18.080 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Parkir di Rp18.080 per Dolar AS

November 6, 2026
Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

November 6, 2026
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

November 6, 2026
DSI Siapkan Portal NADI Buat Ekspor 1 Pintu, Go Live 1 Januari 2027!

DSI Siapkan Portal NADI Buat Ekspor 1 Pintu, Go Live 1 Januari 2027!

November 6, 2026
Indonesia Terbitkan Sukuk Global Senilai US Miliar Jelang Akhir 2026

Indonesia Terbitkan Sukuk Global Senilai US$3 Miliar Jelang Akhir 2026

November 6, 2026
Begini Dukungan OJK dan Perbankan dalam Implementasi DHE SDA

Begini Dukungan OJK dan Perbankan dalam Implementasi DHE SDA

November 6, 2026
Modal Dasar DSI Rp4 Triliun, Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas

Modal Dasar DSI Rp4 Triliun, Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas

November 6, 2026
Penukaran Valas ke Rupiah Bisa Sampai 100%

Penukaran Valas ke Rupiah Bisa Sampai 100%

November 6, 2026
BI-Pemerintah Buka 5 Tempat Parkir DHE SDA, Eksportir Bisa Pilih!

BI-Pemerintah Buka 5 Tempat Parkir DHE SDA, Eksportir Bisa Pilih!

November 6, 2026
DOOH Caplok INET, Nilai Transaksi Capai Rp2 Triliun

DOOH Caplok INET, Nilai Transaksi Capai Rp2 Triliun

November 6, 2026
Bisa Kaya Asal Punya Ilmu Ini

Bisa Kaya Asal Punya Ilmu Ini

November 6, 2026
Hujan Emas di Saham Bank, Simak Cara Lo Kheng Hong Mencium Cuan

Hujan Emas di Saham Bank, Simak Cara Lo Kheng Hong Mencium Cuan

November 6, 2026
Tingkatkan Free Float Lewat Rights Issue, BRIS Bidik Investor Asing

Tingkatkan Free Float Lewat Rights Issue, BRIS Bidik Investor Asing

November 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, November 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Parkir di Rp18.080 per Dolar AS

1 hour ago
in Market
Rupiah Ditutup Parkir di Rp18.080 per Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (6/11/2026). Meski sempat tertekan cukup dalam, mata uang Garuda berhasil memangkas pelemahannya menjelang akhir perdagangan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,03% ke posisi Rp18.080/US$, dibandingkan penutupan Kamis (5/11/2026) di level Rp 18.075US$.

Rupiah sejatinya sempat dibuka menguat 0,03% ke posisi Rp18.070/US$. Namun, pergerakannya kemudian berbalik arah hingga menyentuh Rp18.140US$, sebelum kembali menguat dan memangkas pelemahannya menjadi hanya 5 poin dari penutupan kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,39% ke posisi 101,939.



Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 meningkat menjadi US$146,8 miliar dari US$146,3 miliar pada September.

Kenaikan tersebut terutama ditopang penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (6/11/2026).

Posisi tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa yang memadai dapat mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Di sisi lain, risiko fiskal Indonesia turut menjadi perhatian. Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperingatkan potensi penurunan peringkat utang jika rasio beban bunga terhadap penerimaan negara tidak turun di bawah 15% dalam dua tahun ke depan.

“Kalau ke depan, dalam dua tahun ke depan, itu tidak turun ke bawah 15%, ada potensi downgrade yang bisa dilakukan,” kata Irman.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga defisit APBN maksimal 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) guna menekan biaya pinjaman dan menjaga kepercayaan investor.

Dari eksternal, gejolak pasar saham global turut menjadi perhatian setelah aksi jual saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Wall Street merambat ke sejumlah bursa utama Asia.

Tekanan tersebut turut mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Meski demikian, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan dolar.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data non-farm payrolls (NFP) AS periode Oktober pada malam ini pukul 20.30 WIB.

Pasar memperkirakan ekonomi AS menambah 65.000 lapangan kerja pada Oktober, meningkat dari 29.000 pada September. Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk mengenai kondisi ketenagakerjaan AS sekaligus prospek kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

November 6, 2026
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

November 6, 2026
DSI Siapkan Portal NADI Buat Ekspor 1 Pintu, Go Live 1 Januari 2027!

DSI Siapkan Portal NADI Buat Ekspor 1 Pintu, Go Live 1 Januari 2027!

November 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .