• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

November 3, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, Laba Bank Mayapada Melesat 107%

Fundamental Bisnis Kuat, Laba Bank Mayapada Melesat 107%

November 4, 2026
Produksi Cetak Rekor Tertinggi, PGEO Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini

Produksi Cetak Rekor Tertinggi, PGEO Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini

November 4, 2026
Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

November 4, 2026
PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

November 4, 2026
Harga & Durability Jadi Kunci

Harga & Durability Jadi Kunci

November 4, 2026
Review MSCI Membayangi, IHSG Berhasil Ditutup Menguat di 4.900

Review MSCI Membayangi, IHSG Berhasil Ditutup Menguat di 4.900

November 4, 2026
14 Ladang Panas Bumi Dibuka, PGEO Mau Masuk?

14 Ladang Panas Bumi Dibuka, PGEO Mau Masuk?

November 4, 2026
Pemilik Mobil EV Catat! Asuransi Terima Sederet Kasus Klaim Ini

Pemilik Mobil EV Catat! Asuransi Terima Sederet Kasus Klaim Ini

November 4, 2026
Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

November 4, 2026
Aliran Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, SBN & SRBI Jadi Primadona

Aliran Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, SBN & SRBI Jadi Primadona

November 4, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,32% ke 4.919,77

IHSG Ditutup Menguat 0,32% ke 4.919,77

November 4, 2026
Produksi Cetak Rekor, PGEO Kebut Proyek Panas Bumi 105 MW

Produksi Cetak Rekor, PGEO Kebut Proyek Panas Bumi 105 MW

November 4, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, November 4, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

1 day ago
in ENTREPRENEUR
BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menjelaskan kenaikan inflasi di tingkat produsen hingga sekitar 7% tidak serta-merta akan diteruskan kepada konsumen. Pasalnya, komoditas yang masuk dalam perhitungan inflasi produsen dan konsumen berbeda, begitu pula faktor yang memengaruhi pergerakan harganya.

Seperti diketahui, dari data BPS, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dan Indeks Harga Produsen (IHP) tercatat mengalami inflasi sebesar 7% dan 6,94% secara tahunan atau year on year (yoy).

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pengukuran inflasi yang umum menjadi perhatian masyarakat dan otoritas moneter adalah inflasi konsumen. Sementara itu, inflasi produsen mencerminkan perkembangan harga barang di tingkat produsen dengan komposisi komoditas yang berbeda.

“Jadi satu hal yang perlu kita bedakan adalah inflasi di produsen dan konsumen. Biasanya kita pakai konsumen. Produsen kumpulan komoditasnya berbeda dan faktor yang memengaruhi produsen dan konsumen juga berbeda,” ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Destry mencontohkan, meskipun inflasi di tingkat produsen mengalami kenaikan hingga 7%, kondisi tersebut tidak otomatis membuat inflasi konsumen meningkat dengan besaran yang sama.

Hal ini tercermin dari inflasi konsumen Indonesia yang tercatat sebesar 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Oktober 2026.

Menurut Destry, perbedaan tersebut terjadi karena komoditas yang dikonsumsi masyarakat tidak selalu sama dengan komoditas yang menjadi komponen penghitungan inflasi produsen. Dengan demikian, kenaikan harga di tingkat produsen tidak harus langsung tercermin dalam kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen.

Meski demikian, BI tetap mencermati potensi rambatan kenaikan harga produsen terhadap inflasi konsumen. Jika kenaikan tersebut berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang, terutama apabila komposisi barang yang diperhitungkan relatif sama, kondisi ini dapat menjadi perhatian.

“Kalau pertanyaannya apakah mengkhawatirkan, kalau ini berlangsung dalam jangka panjang…menengah panjang lah, kemudian kita juga melihat komposisi dari barang yang mungkin sama, tentu itu juga perlu menjadi perhatian kita,” katanya.

Destry menjelaskan, transmisi kenaikan harga dari produsen ke konsumen masih dapat diredam dalam periode tertentu. Namun, apabila tekanan harga berlangsung cukup lama, dampaknya terhadap konsumen perlu diantisipasi.

Lebih lanjut, Destry menekankan bahwa respons kebijakan terhadap inflasi juga harus mempertimbangkan sumber tekanan harga atau source of inflation.

Apabila inflasi disebabkan oleh faktor pasokan (supply), misalnya karena ketersediaan barang yang terbatas, penanganannya perlu diarahkan pada perbaikan sisi pasokan.

Sebaliknya, jika inflasi bersumber dari tingginya permintaan (demand), seperti konsumsi masyarakat yang meningkat terlalu tinggi, respons kebijakan perlu diarahkan untuk mengendalikan permintaan tersebut.

“Kalau dari sisi supply, inflasi naik karena barang tidak ada, itu harus di-address dari sisi supply, bukan demand. Kalau demand, permintaan tinggi, konsumsi tinggi, harus di-address, berarti direm konsumsinya. Jadi respons kebijakan akan berbeda tergantung sumber inflasinya,” tegas Destry.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Fundamental Bisnis Kuat, Laba Bank Mayapada Melesat 107%

Fundamental Bisnis Kuat, Laba Bank Mayapada Melesat 107%

November 4, 2026
Produksi Cetak Rekor Tertinggi, PGEO Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini

Produksi Cetak Rekor Tertinggi, PGEO Beri Kisi-Kisi Dividen Tahun Ini

November 4, 2026
Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

November 4, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .