
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah meyakini, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan mampu mencapai target dalam APBN 2026 sebesar 5,4% meskipun tekanan perekonomian global yang telah memengarhui aktivitas domestik meningkat pada Oktober 2026.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, proyeksi laju pertumbuhan ekonomi yang telah dikalkulasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tetap meyakini ekonomi RI Masih akan mampu tumbuh kuat, setelah kuartal II-2026 ekonomi tumbuh 5,29%, melambat dari pertumbuhan kuartal I sebesar 5,61%.
“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III diprakirakan kuat ditopang permintaan domestik dan ekspor,” kata Suahasil dalam konferensi pers hasil rapat KSSK Kuartal III-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Suahasil mengatakan, sejauh ini konsumsi rumah tangga masih kuat, ditopang oleh stimulus pemerintah. Konsumsi pemerintah pun ia pastikan masih akan turut berkontribusi, didukung kinerja ekspor.
Hingga akhir tahun, ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi masih akan mampu mencapai laju kisaran 5,4%-5,5% sesuai target.
“Kinerja positif perekonomian didukung penjualan mobil dan motor tumbuh 28% dan 15,4% yoy, serta PMI eskpansi dari 52 menjadi 54 di Oktober. Dengan perkembangan tersebut ekonomi RI diperkirakan sekitar 5,4-5,5% yoy,” tegasnya.
(arj/arj)


















