• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

October 29, 2026
Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

October 29, 2026
Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

October 29, 2026
BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

October 29, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

October 29, 2026
Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJK Jadi PIKK

Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJK Jadi PIKK

October 29, 2026
Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJKJadi PIKK

Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJKJadi PIKK

October 29, 2026
Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

October 29, 2026
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

6 days ago
in ENTREPRENEUR
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku heran kepada MSCI yang menyatakan potensi status bursa Indonesia turun kelas dari emerging market. Ketua Dewan Komisionel OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan, Indonesia unggul pada 16 dari 18 indikator dalam penilaian MSCI terhadap negara-negara pasar berkembang.

“Kita melihat secara umum review mereka sendiri di bulan Juni mengatakan bahwa Indonesia 16 dari 18 indikator dibandingkan dengan negara-negara emerging market kita sangat positif,” ujarnya di hadapan Presiden dalam Sidang Kabinet Peripurna di Istana Negara, Jumat (23/10/2026).

Selain itu, MSCI kemudian juga mengumumkan bahwa Indonesia berpotensi turun status, tidak hanya ke pasar perbatasan (frontier market), tetapi hingga ke pasar mandiri (stand-alone market).

MSCI sendiri merupakan penyedia indeks global (global index provider) yang menjadi acuan para dana kelolaan global dan manajer investasi dunia ketika hendak masuk ke suatu negara. Selain MSCI, terdapat pula FTSE Russell dan Bloomberg Index yang berperan serupa. Karena itu, perubahan klasifikasi oleh penyedia indeks dapat berpengaruh pada arus dana asing ke pasar saham domestik.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan bahwa dalam laporan Juni 2026 yang menindaklanjuti peristiwa Januari 2026, MSCI menyatakan akan membuka konsultasi pada November apabila perbaikan yang dilakukan pasar Indonesia dinilai belum cukup. Kekhawatiran MSCI berkaitan dengan free float, keterbukaan kepemilikan saham, dan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.

“Namun demikian, mereka mengeluarkan announcement dari New York bahwa MSCI itu kemudian memberikan catatan ancaman kepada Indonesia untuk bisa turun tidak hanya kepada frontier market, tetapi kepada stand-alone market,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kiki memaparkan penilaian pembanding (benchmark) aturan Indonesia dengan negara lain. Dari sisi keterbukaan, kepemilikan saham sudah diungkap mulai 1%, sementara di banyak pasar lain batasnya di atas 5%.

Selain itu, ketentuan penawaran umum perdana (IPO) di Indonesia juga mewajibkan porsi saham publik 15% hingga 25%.

OJK juga telah memiliki 39 klasifikasi tipe investor yang menurutnya sangat rinci, sedangkan sejumlah negara lain bahkan tidak memiliki rincian tersebut.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .