• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

October 16, 2026
OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

November 2, 2026
Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

November 2, 2026
Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

November 2, 2026
BUMA (DOID) Bikin Anak Usaha Baru di Luar Tambang, Ini Tujuannya

BUMA (DOID) Bikin Anak Usaha Baru di Luar Tambang, Ini Tujuannya

November 2, 2026
Saham HSC Keluar Dari IHSG hingga Rupiah Anjlok ke Rp18.140/USD

Saham HSC Keluar Dari IHSG hingga Rupiah Anjlok ke Rp18.140/USD

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuannya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuannya di Atas 10%

November 2, 2026
Fundamental Kuat, Laba Sebelum Pajak Superbank Melesat 376% di Q3-2026

Fundamental Kuat, Laba Sebelum Pajak Superbank Melesat 376% di Q3-2026

November 2, 2026
Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

November 2, 2026
Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

November 2, 2026
Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

November 2, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

November 2, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, November 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

2 weeks ago
in Market
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengklaim kapasitas mesin pemungutan pajak semakin kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penerimaan pajak bruto yang mencapai sekitar 13-14%.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, pertumbuhan penerimaan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang secara gabungan diperkirakan berada di kisaran 8%.

Menurut Bimo, apabila ekonomi tumbuh sekitar 5,5% dan inflasi mencapai 2,5%, pertumbuhan penerimaan pajak bruto sebesar 13-14% menunjukkan adanya peningkatan di luar pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara alamiah.

“Jadi gross revenue hari ini tumbuh di angka sekitar 13-14%. Jadi kalau ekonomi tumbuh 5 setengah, kemudian inflasi 2 setengah, kita tumbuhnya sekitar 6% di atas natural economic inflated growth itu,” ujar Bimo kepada awak media, kemarin, Kamis (16/10/2026).

Dia menilai, perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas administrasi perpajakan, termasuk sistem Coretax, semakin membaik. Selain itu, kualitas analisis petugas pajak di lapangan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum juga dinilai semakin kuat.

Bimo mengakui, rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, menurut dia, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kinerja administrasi perpajakan, melainkan juga dipengaruhi desain kebijakan fiskal.

“Artinya kapasitas mesin pemajakan, Coretax, kualitas analisis teman-teman di lapangan, pemeriksaannya, penegakan hukumnya makin bagus,” katanya.

Rasio Pajak Jadi Pekerjaan Rumah

Bimo menanggapi pernyataan mengenai rasio penerimaan negara terhadap PDB Indonesia yang dinilai belum banyak bergerak, serta target untuk meningkatkannya hingga 18% dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Menurut Bimo, peningkatan rasio penerimaan negara perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk melalui evaluasi kebijakan perpajakan dan dampaknya terhadap perekonomian.

Salah satu aspek yang disorot adalah penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Ia menjelaskan, besaran PTKP Indonesia saat ini setara sekitar 6,7 kali garis kemiskinan.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan PDB per kapita, rasio PTKP yang pada awal penetapannya mencapai sekitar 130% kini berada di kisaran 60-70%.

Bimo mengatakan, posisi Indonesia berada di tengah-tengah jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), PTKP Indonesia tergolong relatif tinggi.

Karena itu, menurut dia, peningkatan penerimaan pajak perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan masyarakat, kebutuhan pembiayaan pembangunan, dan keberlanjutan fiskal.

“Lha nanti pendanaan pembangunannya bagaimana? Menjaga defisit 3%-nya bagaimana? Jadi faktor-faktor itu yang mesti kita lihat,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembahasan mengenai optimalisasi penerimaan tidak bisa dilakukan DJP secara sepihak. Pemerintah perlu memperhitungkan keterkaitan kebijakan penerimaan dengan belanja negara, pembiayaan, serta kebijakan fiskal makro.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah

November 2, 2026
Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

Bos Blue Bird (BIRD) Borong 675.800 Saham BIRD, Senilai Rp997,43 Juta

November 2, 2026
Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

Emtek (EMTK) Jual Saham Entitas Usaha PT Indopay Merchant Services

November 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .