• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

October 12, 2026
Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

October 12, 2026
IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

October 12, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 12, 2026
Gadai Saham ke Mandiri, Emiten Haji Isam (PGUN) Siap Hadapi Risiko Ini

Gadai Saham ke Mandiri, Emiten Haji Isam (PGUN) Siap Hadapi Risiko Ini

October 12, 2026
Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

October 12, 2026
BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

October 12, 2026
Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

October 12, 2026
Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

October 12, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

October 12, 2026
Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

October 12, 2026
QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

October 12, 2026
Usai IHSG Terbang 1%, Simak 5 Rekomenasi Saham Pilihan Ini

Usai IHSG Terbang 1%, Simak 5 Rekomenasi Saham Pilihan Ini

October 12, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

2 hours ago
in Market
Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Investor miliarder Ray Dalio memperingatkan bahwa pasar saham global semakin rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi. Pertumbuhan laba perusahaan yang selama ini menjadi penopang saham dinilai mulai kehilangan kekuatannya, sementara tekanan biaya pendanaan dan risiko arus kas semakin besar.

Pendiri Bridgewater Associates tersebut mengatakan, saham sejauh ini masih mampu bertahan di tengah aksi jual obligasi global karena pertumbuhan laba membuat potensi imbal hasil saham tetap menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap. Namun, keunggulan itu semakin menyusut.

Jika imbal hasil obligasi terus meningkat ketika harga saham sudah naik, ruang bagi pasar saham untuk menyerap tekanan suku bunga yang lebih tinggi akan semakin terbatas.

“Kita berada pada fase siklus ketika suku bunga bisa naik tanpa membuat pasar saham turun karena masih ada pertumbuhan laba dan ekspektasi imbal hasil yang cukup,” kata Dalio kepada CNBC International dalam acara Milken Institute Asia Summit di Singapura, pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).

“Namun, ketika bantalan itu menyusut, berarti kita memasuki fase siklus yang lebih lanjut. Dan itulah posisi kita sekarang,” ujarnya.

Peringatan tersebut muncul ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade. Investor menghadapi kombinasi defisit anggaran pemerintah yang besar, inflasi yang persisten, serta kebutuhan pembiayaan investasi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat.

Dalio mengatakan, pada awal siklus saat ini, saham menawarkan ekspektasi imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan obligasi. Kondisi tersebut membantu mempertahankan minat investor terhadap saham meskipun biaya pinjaman meningkat.

Akan tetapi, kenaikan harga saham bersamaan dengan meningkatnya imbal hasil obligasi membuat keunggulan relatif tersebut semakin tipis. Perubahan valuasi ini juga mulai terlihat pada selisih imbal hasil instrumen utang berisiko terhadap obligasi acuan atau credit spread, yang menurut Dalio mulai melebar.

Laba Naik, Arus Kas Justru Tertekan

Dalio juga mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada pertumbuhan laba perusahaan. Menurutnya, arus kas bebas (free cash flow) perlu menjadi perhatian utama untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan.

Arus kas bebas merupakan dana yang tersisa setelah perusahaan membiayai kebutuhan operasional dan belanja modalnya. Jika laba meningkat tetapi investasi menyerap terlalu banyak uang tunai, perusahaan berpotensi menghadapi tekanan likuiditas.

“Saya pikir investor harus memperhatikan arus kas bebas bukan hanya laba,” kata Dalio.

Ia memperkirakan laba perusahaan masih dapat membaik, tetapi arus kas bebas justru berpotensi memburuk. Kondisi tersebut menjadi penting di tengah besarnya kebutuhan investasi perusahaan, terutama untuk mengembangkan teknologi baru dan infrastruktur AI.

Investasi yang agresif dapat meningkatkan potensi keuntungan dalam jangka panjang. Tetapi, pada saat bersamaan juga menyerap dana dalam jumlah besar.

Meski demikian, Dalio tidak secara langsung memprediksi penurunan laba perusahaan ataupun koreksi pasar saham dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi keuangan belum cukup ketat untuk menekan kredit dan belanja secara signifikan.

Namun, perkembangan tersebut perlu dicermati. Karena, tambahnya, pengetatan kondisi keuangan dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan pasar modal.

Dalio Ramal Aksi Jual Obligasi Berlanjut

Selain pasar saham, Dalio memperkirakan tekanan terhadap obligasi global masih akan berlanjut. Menurutnya, pemerintah dan perusahaan kini bersaing mendapatkan pendanaan dari pasar.

Pemerintah membutuhkan pembiayaan untuk menutup defisit anggaran. Sedangkan perusahaan, menggalang dana untuk membiayai investasi teknologi dan berbagai kebutuhan bisnis.

Ketika penerbitan utang meningkat, investor harus menyerap pasokan surat utang yang semakin besar. Kondisi ini dapat menekan harga obligasi dan mendorong imbal hasilnya naik, terutama jika permintaan tidak tumbuh sebanding.

“Kita berada dalam pasar obligasi yang bearish. Menurut saya, itu cukup jelas, dan perkiraan saya tekanan tersebut masih akan berlanjut,” ujar Dalio.

Kenaikan biaya pinjaman pada akhirnya dapat memaksa perusahaan dan pemerintah mengurangi kredit maupun pengeluaran. Dampaknya berpotensi merambat ke aktivitas ekonomi dan menambah tekanan terhadap pasar saham.

Untuk saat ini, pertumbuhan laba masih menjadi penopang ekuitas. Namun, Dalio menilai proses pengetatan kondisi keuangan baru memasuki tahap awal.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bagi investor bahwa pasar saham tidak hanya dipengaruhi kinerja laba perusahaan, tetapi juga biaya pendanaan, arus kas, dan persaingan mendapatkan modal di tengah meningkatnya kebutuhan utang global.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

October 12, 2026
IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

October 12, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 12, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .