
Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT. Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) anjlok 6,72% atua 16 poin ke harga Rp 222 per saham pada pukul 14.22 WIB, usai pengumuman pengunduran Komisaris Utama Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dari jabatannya.
Pada awal perdagangan, saham TRIN dibuka di level Rp240. Harga sempat menyentuh titik tertinggi Rp248 pada sesi pagi, lalu berbalik melemah hingga menyentuh level terendah Rp214.
Dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar TRIN tercatat sebesar Rp1,01 triliun dengan rasio harga terhadap laba (price to earnings/PE ratio) di level 51,50 kali. Dalam 52 pekan terakhir, harga saham TRIN bergerak di rentang Rp195 hingga Rp1.975 per saham.
Sebagai informasi, TRIN telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 7 Oktober 2026. “Pada tanggal 07 Oktober 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ibu Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo selaku Komisaris Utama Perseroan,” tulis manajemen TRIN keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/10/2026).
Selanjutnya pengunduran diri Rahayu akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar dalam jangka waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar perseroan.
Manajemen menyampaikan, sampai pengunduran diri itu berlaku efektif, Rahayu tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Komisaris Utama. Ia juga berkomitmen mendukung kelancaran proses transisi sesuai proses dan ketentuan korporasi yang berlaku. Setelah pengunduran diri efektif, ia tidak lagi menjabat dalam jajaran pengurus perseroan.
Meski mundur dari jabatan, Rahayu tetap menjadi pemegang saham TRIN, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perseroan menyebut ia akan terus berkontribusi bagi perusahaan dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham.
“Meskipun demikian, pengunduran diri ini tidak mengakhiri hubungan Beliau dengan Perseroan,” sebutnya.
Perseroan juga menyatakan visi yang dibawa Rahayu sejak bergabung akan tetap dilanjutkan oleh manajemen. Visi tersebut mencakup mendorong pembangunan gedung dan pengembangan properti yang lebih sadar dan ramah lingkungan, menghadirkan perspektif perempuan yang lebih kuat di sektor properti, serta mendorong kualitas dan keunggulan (excellence) dalam desain.
Manajemen TRIN menegaskan pengunduran diri ini tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan saat ini. Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi atas hasil RUPSLB kepada OJK dan masyarakat paling lambat 2 hari kerja setelah RUPSLB diselenggarakan.
“Perseroan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo atas kontribusi yang telah diberikan selama menjabat,” tutup manajemen.
(rob/rob)



















