• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 6, 2026
Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

October 6, 2026
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

October 6, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

October 6, 2026
Pertengahan Sesi I IHSG Menguat 1%

Pertengahan Sesi I IHSG Menguat 1%

October 6, 2026
Jasa Marga Angkat Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

Jasa Marga Angkat Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

October 6, 2026
BEI Gembok Perdagangan 5 Saham Sekaligus, Ini Alasannya

BEI Gembok Perdagangan 5 Saham Sekaligus, Ini Alasannya

October 6, 2026
Alfamart Mau Bagi Dividen Interim Rp14,50 per Saham, Simak Jadwalnya!

Alfamart Mau Bagi Dividen Interim Rp14,50 per Saham, Simak Jadwalnya!

October 6, 2026
Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

October 6, 2026
Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

October 6, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.139

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.139

October 6, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

October 6, 2026
Direktur VKTR Borong Saham Rp10,8 Miliar Jelang Rights Issue, Ada Apa?

Direktur VKTR Borong Saham Rp10,8 Miliar Jelang Rights Issue, Ada Apa?

October 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali bergerak di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (6/10/2026), setelah sehari sebelumnya mengakhiri perdagangan dengan pelemahan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan apresiasi 0,11% ke posisi Rp17.875/US$, dibandingkan penutupan Senin (5/10/2026) di Rp17.895/US$.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah tipis di level Rp17.895/US$. Dibandingkan posisi penutupan tersebut, Mata Uang Garuda menguat 20 poin pada pembukaan pagi ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 102,138.


Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi sejumlah perkembangan dari pasar global. Salah satu perhatian utama datang dari pasar obligasi Amerika Serikat setelah imbal hasil US Treasury tenor panjang kembali melonjak pada perdagangan Senin (5/10/2026).

Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,349%, level tertinggi sejak April 2002, sebelum berada di 5,307%. Sementara tenor 30 tahun sempat mencapai 5,703%, tertinggi sejak Mei 2002, sebelum turun ke 5,661%.

Kenaikan imbal hasil terjadi setelah pasar mencermati data terbaru sektor jasa AS. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI jasa berada di level 54,9 pada September, sedikit di bawah pertumbuhan Agustus dan sesuai ekspektasi.

Meski pertumbuhannya melambat, aktivitas sektor jasa AS masih berada di zona ekspansi. Perhatian pasar justru tertuju pada komponen harga yang melonjak ke 74, tertinggi sejak Juli 2022 dan telah berada di atas 70 dalam enam dari tujuh bulan terakhir.

Tekanan harga yang masih tinggi menunjukkan risiko inflasi AS belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini menjadi penyeimbang bagi laporan tenaga kerja September yang sebelumnya menunjukkan pelemahan dan sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Tingginya imbal hasil Treasury dapat menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan menjadi tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pelaku pasar selanjutnya menantikan neraca perdagangan AS periode Agustus yang dijadwalkan rilis Selasa malam. Konsensus memperkirakan defisit melebar menjadi US$102 miliar dari US$88,6 miliar pada Juli.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

October 6, 2026
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

October 6, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

October 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .