
Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah tekanan global, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 0,5 poin persentase. OJK menilai langkah ini mencerminkan kepercayaan global terhadap daya tahan perekonomian nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan hal itu dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara daring, Senin (5/10/2026).
Friderica menjelaskan, inflasi domestik masih terjaga stabil sehingga turut mendorong konsumsi dalam negeri dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Perbaikan proyeksi OECD ini juga didukung sektor keuangan yang kontributif dengan fundamental yang solid.
Kondisi domestik tersebut kontras dengan situasi global. Menurut OJK, inflasi dunia berpotensi naik akibat eskalasi geopolitik dan El Nino yang sangat kuat, yang mendorong harga pangan dan komoditas pertanian. Pertumbuhan ekonomi global 2026 pun diperkirakan lebih rendah dari 2025.
Di tengah ketidakpastian itu, RDK OJK menilai sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil.
(fsd/fsd)

















