• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

November 6, 2026
Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

November 6, 2026
Rupiah Sudah Melemah 8%, Tapi Ada Kabar Baik!

Rupiah Sudah Melemah 8%, Tapi Ada Kabar Baik!

November 6, 2026
BEI dan PHEI Bikin Indeks Acuan Obligasi, Investor Wajib Tahu

BEI dan PHEI Bikin Indeks Acuan Obligasi, Investor Wajib Tahu

November 6, 2026
Pendapatan Ngegas, Laba Blue Bird Turun Tipis di Kuartal III-2026

Pendapatan Ngegas, Laba Blue Bird Turun Tipis di Kuartal III-2026

November 6, 2026
RI Sukses Terbitkan Surat Berharga Syariah Global, Raup Rp54,24 T

RI Sukses Terbitkan Surat Berharga Syariah Global, Raup Rp54,24 T

November 6, 2026
Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI

Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI

November 6, 2026
Kisruh MSCI Belum Beres, Dana Asing US M Bakal Tinggalkan RI

Kisruh MSCI Belum Beres, Dana Asing US$6 M Bakal Tinggalkan RI

November 6, 2026
Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

November 6, 2026
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,40% ke 5.050,43

November 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, November 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

1 month ago
in Market
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – IHSG ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,50 pada perdagangan Kamis (1/10). Saham DSSA naik 4,67%, CASA menguat 4,72%, dan VKTR tumbuh 4,43% menjadi leading movers. Sebaliknya, GOTO turun 12,50%, BBCA melemah 1,23%, dan BRMS terkoreksi 6,78% sebagai lagging movers.

Investor asing mencatatkan net sell Rp240,43 miliar di pasar reguler dan Rp241,86 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, sembilan dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Technology mencatat penurunan terdalam sebesar 3,93%, sementara Energy menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,31%.

Di bursa AS, Dow Jones bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,04% ke level 50.926. S&P 500 naik 0,19% ke 7.666, sedangkan Nasdaq menguat tipis 0,04% ke 26.871. 

Di pasar domestik, tekanan indeks turut datang dari aksi jual asing pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk GOTO, BBCA, BBRI, AMMN, TLKM, ASII, BYAN, dan UNTR. Perubahan harga saham setelah penghapusan batas bawah Rp50 serta dimulainya perdagangan short selling juga menjadi perhatian pasar. 

Sementara itu, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing turun 1,02% dan 1,28%.

Dari sisi emiten, ada Golden Energy Mines (GEMS) yang menargetkan produksi sekaligus penjualan batu bara mencapai hingga 58 juta ton pada 2026. Target tersebut melanjutkan realisasi produksi 2025 yang meningkat 8,38% secara tahunan menjadi 54,95 juta ton, dari 50,70 juta ton pada 2024.

Target GEMS ditetapkan di tengah rencana pemerintah menekan produksi batu bara nasional di bawah 700 juta ton. Pada saat yang sama, permintaan dari dua pasar ekspor utama, China dan India, diproyeksikan melambat seiring peningkatan produksi domestik dan efisiensi energi di kedua negara.

Pada 2025, ekspor berkontribusi sekitar 65% terhadap penjualan GEMS, dengan China menyumbang 52%, India 6%, dan negara lainnya 7%. Sementara itu, pasar domestik berkontribusi 35%. Menghadapi kondisi tersebut, perseroan mulai membidik pasar alternatif, salah satunya Filipina, dengan harga batu bara pada 2026 diperkirakan relatif stabil.

Lalu ada juga Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) yang telah menyelesaikan pembelian satu unit kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) MP Maverick jenis 80T BP dengan kapasitas 6.000 BHP dari Great Union China Limited senilai USD12,10 juta. Kapal tersebut telah diserahterimakan dan siap beroperasi.

Transaksi tersebut didanai melalui pinjaman investasi dari Bank IBK sebesar Rp120 miliar. Harga pembelian kapal berada di bawah nilai pasar berdasarkan penilaian independen KJPP sebesar Rp230,91 miliar per 28 September 2026.

Nilai transaksi setara 31,80% dari ekuitas BBRM per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar USD38 juta. Angka tersebut menjadi dasar materialitas transaksi karena perjanjian pembelian awal telah ditandatangani pada 30 Oktober 2024, sehingga transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS.

Penambahan kapal AHTS ini memperkuat segmen kapal penunjang lepas pantai BBRM. Segmen tersebut menyumbang USD6,21 juta atau sekitar 93,41% dari pendapatan perseroan pada 1H26, meningkat 13,67% secara tahunan dari USD5,46 juta pada 1H25. Sebaliknya, pendapatan dari segmen self-propelled barge turun 69,20% menjadi USD0,44 juta.

Sementara itu, Berlina (BRNA) tengah melaksanakan rights issue atau PMHMETD III sebanyak-banyaknya 543,95 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham. Dengan demikian, nilai emisi maksimal mencapai Rp372,61 miliar.

Dalam aksi korporasi tersebut, BRNA juga menerbitkan 181,32 juta Waran Seri I secara cuma-cuma dengan rasio 3:1. Waran tersebut memiliki harga pelaksanaan Rp800 per saham.

Sekitar 70,95% dari nilai emisi atau Rp264,38 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok utang kepada pemegang saham utama PT Dwi Satrya Utama (DSU) melalui konversi utang menjadi saham atau set-off. Mekanisme tersebut tidak menghasilkan penerimaan kas bagi perseroan.

Sementara itu, dana tunai dari pemegang saham selain DSU akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pembelian bahan baku dan bahan penolong. Rasio HMETD ditetapkan sebesar 9:5, sedangkan pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimum 35,71% setelah PMHMETD III.

DSU selaku pengendali sekaligus pembeli siaga, yang saat ini memiliki 54,57% saham BRNA, akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 60,97% setelah pelaksanaan HMETD. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 14-21 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

November 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .