
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) mengumumkan, Edwin Soeryadjaya, yang menjabat sebagai Dewan Komisaris menambah kepemilikan sahamnya di emiten bidang investasi tersebut.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan dalam dua tahap pembelian saham biasa secara langsung. Transaksi pertama dilakukan pada 24 September 2026 sebanyak 210.000 lembar saham dengan harga Rp1.786 per saham, senilai sekitar Rp375,06 juta.
Sementara transaksi kedua dilakukan sehari berikutnya, 25 September 2026, sebanyak 150.000 lembar saham dengan harga Rp1.770 per saham, senilai sekitar Rp265,5 juta.
Dalam laporannya, kedua transaksi tersebut dilakukan tanpa skema Repurchase Agreement (repo) dengan tujuan investasi, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp640,56 juta untuk total 360.000 lembar saham.
Dengan demikian, kepemilikan Edwin di Saratoga meningkat dari sebelumnya 4.877.383.290 lembar saham dengan hak suara sebesar 35,9561%, meningkat menjadi 4.877.743.290 lembar saham atau setara dengan 35,9587%.
Sebagai informasi, Edwin Soeryadjaya, telah menjabat sebagai Komisaris Utama Perusahaan sejak 22 Januari 1997 dan diangkat kembali untuk periode 2022-2025 oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 April 2022. Ia juga menjabat sebagai Pengawas Komite Investasi Perusahaan dan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan.
Ia juga merupakan salah satu pemegang saham utama Perusahaan dan memiliki afiliasi dengan Michael W. P. Soeryadjaya, Direktur Utama Perusahaan, dan Joyce Soeryadjaya Kerr, Komisaris Perusahaan.
Ia memulai karir profesionalnya pada tahun 1978 dengan bergabung dengan Astra International, salah satu konglomerat diversifikasi terbesar di Indonesia, yang didirikan oleh ayahnya. Ia meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama pada tahun 1993 untuk ikut mendirikan Saratoga.
Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk) (batubara & energi), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (menara telekomunikasi), PT Merdeka Copper Gold Tbk (pertambangan emas dan tembaga) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (industri otomotif konsumen).
(rob/rob)



















