• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada Bank Bullion, DPR Usul RI Larang Ekspor Emas

Ada Bank Bullion, DPR Usul RI Larang Ekspor Emas

August 5, 2025
Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Bursa Bilang Gini

Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Bursa Bilang Gini

September 18, 2026
Urgensi Teknologi Filtrasi Jaga Keandalan Mesin Era B50 & E50

Urgensi Teknologi Filtrasi Jaga Keandalan Mesin Era B50 & E50

September 18, 2026
ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

September 18, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441

September 18, 2026
Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

September 18, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

September 18, 2026
AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

September 18, 2026
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

September 18, 2026
Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

September 18, 2026
Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

September 18, 2026
Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

September 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ada Bank Bullion, DPR Usul RI Larang Ekspor Emas

1 year ago
in Lifestyle
Ada Bank Bullion, DPR Usul RI Larang Ekspor Emas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong penguatan layanan layanan Bank Emas atau Bullion Bank di Indonesia.

Hal ini mengingat, posisi Bank Bullion saat ini hanya dianggap sebagai pusat gadai semata, padahal dalam praktiknya dapat menciptakan potensi yang lebih luas, termasuk cadangan emas untuk menjamin ketahanan ekonomi.

“Sampai hari ini belum ada sistem ekonomi yang dapat menjamin ketahanan ekonomi sekuat emas,” ujarnya di Gedung Kampus Paramadina Jakarta, Selasa (4/8).

Menurutnya, Indonesia harus memiliki sistem cadangan ekonomi nasional yang tetap dan tidak tergantung pada devisa. Bahkan menjadikan emas sebagai dasar sistem ketahanan ekonomi nasional. Salah satunya melalui sistem bullion.

“Kalau bullion system ini benar-benar diatur, termasuk melarang ekspor emas, lalu membangun sistem kustodian penyimpanan emas yang kuat, maka yang diperdagangkan hanya dokumen atau kontrak emas seperti yang dilakukan London Bullion Market Association (LBMA) atau Chicago Mercantile Exchange (CME),” sebutnya.

Misbakhun memandang, sistem cadangan berbasis emas itu sangat penting. Apalagi, Indonesia memiliki sumber cadangan emas yang besar, yang seharusnya memanfaatkannya untuk memperkuat sistem ekonomi.

Saat ini cadangan emas Indonesia sekitar 220 ton. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura, yang tidak punya tambang emas, tapi memiliki sekitar 240 ton.

“Bank Indonesia hanya memiliki 80 ton, Pegadaian 100 ton, BSI sekitar 40 ton. Emas yang dimiliki masyarakat dalam bentuk perhiasan lebih dari seribu ton, tapi tidak tercatat dalam sistem formal,” imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah dapat melarang ekspor emas dan hanya dapat diperdagangkan berupa dokumen atau kontrak emas seperti yang dilakukan London Bullion Market Association (LBMA) atau Chicago Mercantile Exchange (CME).

Dengan demikian, fisik emas tetap berada dalam negeri, tetapi tetap diperdagangkan secara internasional dalam bentuk kontrak derivatif yang nilainya lebih stabil dan jauh dari spekulasi.

“Kenapa LBMA bisa mengatur perdagangan emas dunia, padahal emasnya dari India, Australia, dan Kanada? Karena mereka punya sistem kustodian dan trust internasional,” ucapnya.

Hari ini, Misbakhun menambahkan, kita masih memahami bullion hanya sebagai sistem gadai emas. Padahal potensi ekonominya jauh lebih besar.

“Kalau sistem bullion ini berjalan, saya yakin dunia keuangan syariah bisa makin kuat. Ini bukan keputusan politik yang rumit, karena semua partai ikut membahas P2SK,” pungkasnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Ricky Perdana Gozali Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Ini Visi Misinya




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Bursa Bilang Gini

Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Bursa Bilang Gini

September 18, 2026
Urgensi Teknologi Filtrasi Jaga Keandalan Mesin Era B50 & E50

Urgensi Teknologi Filtrasi Jaga Keandalan Mesin Era B50 & E50

September 18, 2026
ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

September 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .