• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya

TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya

July 30, 2025
Minyak Mulai Memanas, Brent Tembus US

Minyak Mulai Memanas, Brent Tembus US$83

August 7, 2026
Ada Update Baru Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

Ada Update Baru Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

August 7, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.905

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.905

August 7, 2026
Bursa RI Dibuka Positif, IHSG Bertahan di Atas 6.350

Bursa RI Dibuka Positif, IHSG Bertahan di Atas 6.350

August 7, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: DSSA, BKSL, hingga SMGR

Rekomendasi Saham Hari Ini: DSSA, BKSL, hingga SMGR

August 7, 2026
Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Free Float Saham Jadi 25,7%

Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Free Float Saham Jadi 25,7%

August 7, 2026
Jelang Akhir Pekan, Bursa Asia Kompak Menguat

Jelang Akhir Pekan, Bursa Asia Kompak Menguat

August 7, 2026
Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok

Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok

August 7, 2026
Pelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata Manajemen

Pelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata Manajemen

August 7, 2026
Begini Sosok yang Diharapkan Jadi Gubernur BI, Pengganti Perry Warjiyo

Begini Sosok yang Diharapkan Jadi Gubernur BI, Pengganti Perry Warjiyo

August 7, 2026
Sinyal Baru Asing, Borong Saham Bank BUMN

Sinyal Baru Asing, Borong Saham Bank BUMN

August 7, 2026
Negara di Ambang Perang, Presiden Dievakuasi Kendaraan Lapis Baja

Negara di Ambang Perang, Presiden Dievakuasi Kendaraan Lapis Baja

August 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, August 7, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya

1 year ago
in Market
TBS Energi Utama (TOBA) Rugi Rp 1,8 T di Semester I, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten tambang yang tengah bertransformasi ke energi terbarukan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengubah laba menjadi rugi pada semester 1-2025. Hal ini terjadi karena divestasi dua Pembangkit Listrik Tenaga Uapnya (PLTU).

Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi BEI, rugi yang diatribusikan ke entitas induk emiten per Juni 2025 tercatat sebesar US$115,6 juta atau sekitar Rp1,89 triliun. Sementara di tahun 2024, perseroan membukukan laba sebesar US$26,49 juta.

Direktur TBS Juli Oktarina mengatakan, rugi tersebut sebagian besar disebabkan oleh pencatatan rugi non-kas dari divestasi dua anak usaha PLTU, yakni PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), yang diselesaikan pada Maret dan Mei 2025. Rugi non-kas dari divestasi ini tercatat sebesar US$96,9 juta.

“Kerugian tersebut tidak berdampak pada arus kas Perseroan, justru menghasilkan tambahan dana segar berupa pemasukan ke dalam kas TBS sebesar US$123,6 juta,” kata Juli dalam paparannya, di Jakarta, Rabu, (30/7/2025).

Dari sisi top line, perusahaan ini membukukan pendapatan usaha sebesar US$172,2 juta atau sekitar Rp2.82 triliun. Capaian ini melemah 31% dari tahun lalu sebesar US$248,68 juta.

Penurunan ini utamanya disebabkan oleh menurunnya volume penjualan segmen pertambangan batu bara dari 1,7 juta ton menjadi 0,7 juta ton, serta turunnya harga jual rata-rata dari US$83 per ton menjadi US$52,9 per ton. Tren penurunan harga ini sejalan dengan pergerakan indeks harga batu bara global yang terus melandai sejak tahun lalu.

Sementara itu, penurunan volume penjualan terjadi karena melemahnya permintaan batubara secara global dan keputusan Perseroan untuk menyesuaikan strategi penjualan demi menanti momentum harga yang lebih menguntungkan.

Segmen bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara mencatatkan pendapatan sebesar US$91,6 juta atau berkontribusi 53% terhadap total pendapatan Perseroan, menurun dari 82% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Juli mengatakan, Penurunan ini menggambarkan transisi TBS menuju portofolio bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan. Perseroan telah secara bertahap bergeser ke bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

“Kami melihat bisnis pengelolaan sampah sebagai elemen kunci dalam transformasi TBS ke depan. Selain memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, sektor ini memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan kapabilitas dan skala yang kami miliki saat ini, kami percaya bisnis ini akan menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan jangka panjang TBS,” tutur Juli.

Kendati turunnya pendapatan, laba TBS terhimpit beban pokok pendapatan sebesar US$158,3 juta. Beban pokok ini menandakan efisiensi dari yang sebelumnya tercatat US$193,97 juta.

Dari segi permodalan, per Juni 2025, perusahaan mencatatkan aset sebesar US$811,15 juta. Hal ini turun dari periode 31 Desember 2024 dengan perolehan US$893,73 juta. Adapun liabilitas dan ekuitas TOBA tercatat sebesar masing-masing US$563,55 juta dan US$247,6 juta.

(wur)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bambang Brodjonegoro Mengundurkan Diri dari Kursi Komisaris TOBA




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Minyak Mulai Memanas, Brent Tembus US

Minyak Mulai Memanas, Brent Tembus US$83

August 7, 2026
Ada Update Baru Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

Ada Update Baru Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

August 7, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.905

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.905

August 7, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .