• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

June 21, 2026
Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

June 21, 2026
Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

June 21, 2026
Bolehkah Debt Collector Tagih Utang ke Kantor? Ini Aturannya

Bolehkah Debt Collector Tagih Utang ke Kantor? Ini Aturannya

June 21, 2026
Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

June 21, 2026
Ekspansi Bisnis Lewat IPO , Produsen Jeli Siap Genjot Produksi

Ekspansi Bisnis Lewat IPO , Produsen Jeli Siap Genjot Produksi

June 21, 2026
Di Bawah Danantara, Kinerja BUMN Lampaui Target 2025

Di Bawah Danantara, Kinerja BUMN Lampaui Target 2025

June 21, 2026
Pria Sukabumi Terusir dari RI, Menjelma Jadi Raja Hotel Dunia

Pria Sukabumi Terusir dari RI, Menjelma Jadi Raja Hotel Dunia

June 21, 2026
Allo Bank dan Weverse Kerja Sama, Beli Jelly Tak Perlu Kartu Kredit

Allo Bank dan Weverse Kerja Sama, Beli Jelly Tak Perlu Kartu Kredit

June 21, 2026
Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional-Ancaman PHK

Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional-Ancaman PHK

June 21, 2026
OJK Sita 41 Aset BPRS di Sumut, Ada Dugaan Skandal Penipuan Rp15,47 M

OJK Sita 41 Aset BPRS di Sumut, Ada Dugaan Skandal Penipuan Rp15,47 M

June 21, 2026
OJK Warning Penipuan Lewat Drama China, Begini Modusnya

OJK Warning Penipuan Lewat Drama China, Begini Modusnya

June 21, 2026
Saldo Minimum Terbaru Bank Mandiri, BRI, dan BNI

Saldo Minimum Terbaru Bank Mandiri, BRI, dan BNI

June 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, June 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bisnis es pernah menjadi tambang emas di Hindia Belanda. Dari bisnis inilah seorang pengusaha pribumi bernama Tasripin berhasil mengumpulkan kekayaan yang nilainya diperkirakan setara hampir Rp10 triliun saat ini.

Pada 1900-an atau era kolonial, Tasripin adalah salah satu orang terkaya di Indonesia. Saat wafat, koran De Nieuwe Vorstenlanden (8 September 1919) mewartakan, hartanya tembus 45 juta gulden.

Kala itu, harga satu liter beras hanya 6 sen. Artinya, dia bisa membeli 750 juta liter beras bermodalkan uang 45 juta gulden. Dengan asumsi harga satu liter beras hari ini sekitar Rp13 ribu, maka harta Tasripin setara Rp9,7 triliun (hampir Rp10 triliun) pada masa sekarang.

Nominal harta sebesar itu diperoleh dari jualan es. Pada era Tasripin hidup, es sulit diperoleh sebab tidak ada kulkas atau mesin pendingin. Alhasil, es menjadi primadona sebab harganya dijual tinggi dan selalu laris.

Pada masa itu, bisnis es menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan bagi sebagian pengusaha. Harian de Locomotief (25 Juli 1902) mewartakan, pabrik es Tasripin berada di daerah Ungaran, Semarang.

Lalu, delapan tahun kemudian, dia mendirikan pabrik es lagi di Semarang tepatnya daerah Petelan. Koran de Locomotief (5 September 1910) melaporkan, pabrik es tersebut jadi yang terbesar di sana dan dioperasikan langsung oleh pria kelahiran 1834 itu.

Selain jualan es, Tasripin juga melakukan diversifikasi bisnis. Tercatat dia punya rumah penjagalan dan melakoni jual-beli kulit hewan. Kedua bisnis ini membuat harta kekayaannya makin bertambah.

Setiap bulan, dia memperoleh uang 30-40 ribu gulden. Tak heran, dia punya banyak rumah dan tanah di Semarang. Begitu pula pabrik esnya yang makin tersebar.

Jejak Tasripin sebagai pengusaha es harus berakhir pada 1919 karena meninggal. Setelahnya, bisnis es diteruskan oleh keluarga sekalipun tak diketahui lebih lanjut jejaknya. Sejarah kemudian mencatatnya sebagai orang terkaya Indonesia dari kelompok pribumi, yang bermula dari jualan es.

Banyak Raja Es Lain

Selain Tasripin, masih ada penjual es lain yang sukses dan kaya raya. Satu era dengan Tasripin, hidup seorang penjual es di Semarang bernama Kwa Wan Hong. Dia memang tak sekaya Tasripin, tapi Kwa tercatat dalam sejarah sebagai raja es.

Sebab, Kwa-lah yang menciptakan industri es pertama di Indonesia. Tahun 1895, Kwa mendirikan pabrik es bernama Hoo Hien. Sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1999) menyebut, dia membuat es dengan memanfaatkan reaksi kimia, yakni campuran garam dan ammonia yang mengubah air menjadi es.

Koran de Nieuwe Vorstenlanden (17 Juli 1901) melaporkan, keberadaan pabrik es milik Kwa mengubah kebiasaan orang Indonesia mengonsumsi es. Es yang semula mahal dan sulit diperoleh jadi lebih terjangkau.

Masyarakat jadi bisa menenggak minuman dingin. Berkat Kwa pula, lahir industri es krim pertama di masa kolonial. Tak diketahui pasti berapa kekayaannya, tapi yang pasti dia punya harta melimpah. Sebab, punya banyak tanah, rumah, dan pabrik es di berbagai daerah.

Di Magelang, ada penjual es juga bernama Robert Chevalier. Dia konsisten jualan es di bawah bendera NV. Magelangsche Ijs en Mineralwater Fabriek sejak 1920. Tercatat dia punya tiga pabrik es dan bisa kaya raya, sebelum akhirnya bangkrut ketika Jepang datang tahun 1942.

Tasripin yang punya harta Rp10 triliun, lalu raja es RI Kwa Wan Hoong dan Robert Chevalier menjadi bukti bahwa penjual es juga bisa sukses dan kaya raya. 

Kisah ketiga orang itu menunjukkan bahwa es pernah menjadi komoditas bernilai tinggi di Hindia Belanda. Jauh sebelum lemari pendingin menjadi barang umum, berjualan es bisa mengubah nasib seseorang. 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

(Mentari Puspadini/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

June 21, 2026
Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

June 21, 2026
Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

June 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .