• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih

Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih

June 18, 2026
Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

June 18, 2026
Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

June 18, 2026
OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

June 18, 2026
Pasar Pantau Suku Bunga BI, IHSG & Rupiah Lanjutkan Pelemahan

Pasar Pantau Suku Bunga BI, IHSG & Rupiah Lanjutkan Pelemahan

June 18, 2026
OJK Hentikan Modus Penipuan Saham Universal Peak & Pinjol BAFI Group

OJK Hentikan Modus Penipuan Saham Universal Peak & Pinjol BAFI Group

June 18, 2026
Harga Minyak Turun Terus!

Harga Minyak Turun Terus!

June 18, 2026
Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

June 18, 2026
Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Anjlok ke Rp 17.850 per USD

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Anjlok ke Rp 17.850 per USD

June 18, 2026
Besok Ada Pengumuman MSCI, Ini Pesan OJK Buat Investor

Besok Ada Pengumuman MSCI, Ini Pesan OJK Buat Investor

June 18, 2026
Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.840

Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.840

June 18, 2026
Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%

Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%

June 18, 2026
Harga Saham Naik Tajam, BEI Pantau Ketat Saham RGAS

Harga Saham Naik Tajam, BEI Pantau Ketat Saham RGAS

June 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, June 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih

2 hours ago
in Market
Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan Kamis (18/6/2026), melanjutkan koreksi yang dicatatkan pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.42 WIB, IHSG turun ke level 6.096,41, turun 124 poin atau 2%, IHSG bahkan sempat turun lebih dalam atau lebih dari 25 ke level 6.88,09

Sebanyak 140 saham menguat, 460 saham melemah, dan 122 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 6,13 triliun dengan volume perdagangan 7,12 miliar saham dan berpindah tangan sebanyak 511.731 kali.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BBCA, BBRI, BMRI, TPIA dan DSSA.

Mengutip data Refinitiv, emiten yang menjadi pemberat kinerja IHSG termasuk TLKM, BBCA, BBRI, BMRI dan SMMA.

Pergerakan pasar keuangan domestik dan global pada paruh kedua pekan ini memasuki fase krusial. Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada sejumlah agenda makroekonomi utama yang berpotensi menentukan arah aliran modal asing serta stabilitas nilai tukar.

Keputusan suku bunga The Fed serta Bank Indonesia akan menjadi fokus utama pasar hari ini.

The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%-3,75% pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026. Namun, bank sentral AS memberi sinyal semakin kuat bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini seiring inflasi yang tetap jauh di atas target 2%.

Dalam pernyataan resminya, The Fed Fed menyatakan bahwa aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid.

Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2% Fed. Karena itu, Fed menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target. Dalam pernyataan terbarunya, The Fed juga menghapus seluruh panduan arah suku bunga (forward guidance), menandai perubahan pendekatan di bawah kepemimpinan Warsh.

Dari ranah domestik, agenda fundamental yang menjadi pusat perhatian pada perdagangan Kamis hari ini adalah pengumuman hasil akhir Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kali ini yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Namun kini, jaraknya menipis.

Dari 14 institusi yang berpartisipasi dalam polling CNBC Indonesia, delapan memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 5,75%. Sementara enam institusi lainnya memperkirakan BI mempertahankan suku bunga di level 5,50%.

Dengan hasil tersebut, median proyeksi dalam polling CNBC Indonesia berada di level 5,75%.

Setelah merespons arah kebijakan moneter Bank Indonesia hari ini, fokus manajer investasi global dan institusi domestik akan langsung tertuju pada pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat (19/6/2026) besok subuh.

Hasil tinjauan tahunan ini memiliki implikasi masif karena mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal di berbagai negara beserta kualitas infrastruktur pasarnya.

Bagi pasar ekuitas Indonesia, pengumuman besok subuh ini selalu menjadi sorotan krusial. Setiap penyesuaian metodologi klasifikasi pasar, perlakuan khusus terhadap instrumen ekuitas, maupun tinjauan terkait regulasi batasan bobot saham publik atau aturan free float akan berdampak terstruktur pada komposisi portofolio reksa dana pasif global.

Keputusan ini berpotensi akan memicu penyesuaian posisi investasi dalam volume transaksi yang besar. Hal ini juga berpotensi menciptakan volatilitas likuiditas dan harga saham emiten berkapitalisasi raksasa di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan nanti.

Selain Accessibility Review, MSCI juga akan segera merilis MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) subuh mendatang.

Sementara itu, Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026), meski pelaku pasar masih mencerna hasil rapat terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Melansir CNBC, penguatan pasar terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, namun memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi pada tahun ini.

Kontrak berjangka saham AS bergerak naik pada perdagangan Rabu malam waktu setempat. Futures S&P 500 menguat 0,2%, Nasdaq 100 naik 0,4%, sementara futures Dow Jones Industrial Average bertambah 73 poin atau sedikit di atas 0,1%.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 0,89% dan mencetak rekor tertinggi baru. Saham raksasa teknologi SK Hynix melesat 3,45% ke level tertinggi sepanjang masa, sementara Samsung Electronics naik 1,23%, meski indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,5%.

Pasar Jepang juga mencatatkan kinerja impresif dengan indeks Nikkei 225 naik 1,35% dan menembus level 71.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Indeks Topix turut menguat 1,27%, sedangkan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak relatif datar.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.200. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.312,16 sehingga mengindikasikan potensi pelemahan saat pembukaan perdagangan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

June 18, 2026
Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

June 18, 2026
OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

June 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .