Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut menghadiri rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Rapat yang difasilitasi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara/Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria.
“Sebagaimana yang kita sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa kita terus bekerja keras untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka menjaga ekonomi kita berjalan seperti yang kita harapkan,” kata Prasetyo dalam keterangan pers.
Menurut dia, permasalahan perekonomian dipengaruhi oleh banyak faktor. Prasetyo lantas mengungkapkan rapat koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yang digelar pada Sabtu (6/6/2026).
“Kalau hari Sabtu pagi kemarin kita mempererat, memperkuat, kerja sama antara Bank Indonesia selaku penanggung jawab moneter dan Menteri Keuangan selaku penanggung jawab fiskal, pada pagi hari ini kita berkoordinasi untuk hal teknis berkenaan dengan sektor ESDM kita,” ujar Prasetyo.
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu menjelaskan, PP Nomor 24 Tahun 2026 yang mengatur tentang tata kelola ekspor sumber daya alam telah diberlakukan sejak 1 Juni 2026. Dengan keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia diharapkan seluruh SDA yang diekspor sekarang bisa dimonitor dengan sebaik-baiknya oleh negara.
“Berkenaan dengan hal tersebut, maka dibutuhkan kerja sama yang erat, kebijakan-kebijakan yang saling mendukung dengan Pak Menteri ESDM. Dan tadi sudah disampaikan sekaligus menjawab beberapa isu, beberapa pertanyaan yang sesungguhnya tidak ada kebijakan tersebut diambil oleh Kementerian ESDM. Tadi sudah dijelaskan oleh beliau,” kata Prasetyo.
“Dan sekali lagi kami minta dukungan seluruh masyarakat, seluruh pelaku pasar, mari kita bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kompetitif, iklim usaha yang terbuka, semata-mata semua kepentingan bangsa dan negara kita,” lanjutnya.
(miq/miq)
Add
as a preferred
source on Google


















